Pedagang ITC Kuningan Enggan Jual RAM 2026, Harga DDR5 16GB Bisa Tembus Rp 3,8 Juta

Kenaikan harga RAM di pasaran Indonesia semakin mencolok sejak beberapa bulan terakhir. Para pedagang di ITC Kuningan, Jakarta, mengaku mengalami lonjakan harga yang cukup tajam terutama untuk RAM jenis DDR4 dan DDR5.

Menurut informasi yang dihimpun, harga RAM 4GB DDR4 yang biasanya berada di kisaran Rp 600-700 ribu kini naik menjadi sekitar Rp 900 ribuan. Sedangkan untuk RAM DDR5 terbaru berkapasitas 16GB, harga yang semula Rp 1,9 juta bahkan melonjak hingga mencapai Rp 2,9 juta hingga Rp 3,8 juta. Beberapa merek populer seperti VGEN dan Team Elite juga mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Ketakutan Pedagang untuk Membeli Stok

Para pedagang mengaku masih memiliki stok RAM, tetapi jumlahnya terbatas dibandingkan biasanya. Kekhawatiran muncul karena harga yang sudah sangat tinggi membuat mereka ragu untuk menambah stok. Hal ini semakin diperparah oleh minimnya permintaan dari konsumen yang juga merasa keberatan dengan harga tersebut.

Nasrun, seorang pedagang di ITC Kuningan, mengungkapkan, “Orang penjual takut beli karena user juga takut beli melihat harga segitu.” Namun, beberapa pedagang mengklaim tidak sepenuhnya mengalami penurunan pembeli. Mereka bilang kebutuhan mendasar untuk upgrade laptop yang rusak tetap mendongkrak penjualan RAM meskipun harganya sudah mahal.

Dampak Kenaikan Harga pada Perilaku Konsumen

Ada pola baru di kalangan pembeli yang membuat gerai hardware harus menyesuaikan strategi. Beberapa pengguna memilih melakukan trade-in atau menukar laptop lama dengan yang baru ketimbang meng-upgrade RAM karena harga tambahan RAM sudah hampir menyamai harga laptop baru. Untuk kapasitas RAM 32GB DDR5, harganya bisa menyentuh Rp 7-8 jutaan yang setara dengan satu unit laptop terbaru entry-level.

Hal ini jelas menunjukkan pasar RAM mengalami tekanan serius yang mengubah perilaku konsumsi. Para pengguna lebih bijak dalam membelanjakan uang, lebih mempertimbangkan cost-benefit antara menambah RAM atau membeli perangkat baru yang sudah terintegrasi.

Penyebab Krisis RAM dari Sudut Pandang Global

Menurut laporan firma riset IDC, situasi kelangkaan chip RAM yang ikut mempengaruhi harga secara lokal merupakan dampak langsung dari krisis chip global yang semakin parah di awal tahun ini. Kesenjangan antara pasokan dan permintaan diperkirakan makin melebar hingga pertengahan tahun ini sebelum sedikit mereda pada paruh kedua, tetapi harga diprediksi tetap tinggi hingga awal tahun depan.

Faktor utama penyebab krisis ini adalah prioritas produsen chip yang beralih ke produksi untuk segmen AI dan hyperscale data center yang sedang berkembang pesat. Investasi dan kapasitas produksi lebih banyak dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan chip dan memori untuk kecerdasan buatan, sehingga alokasi untuk chip konvensional untuk laptop, smartphone, dan gadget sehari-hari menjadi berkurang.

Selain itu, transisi teknologi dari DDR4 ke DDR5 juga belum masif, tetapi produsen lebih memfokuskan DDR5 untuk pasar hyperscale sehingga suplai untuk penggunaan consumer seperti PC dan smartphone sulit terpenuhi. Penurunan produksi DDR4 dan persaingan permintaan tinggi membuat pasar menjadi sangat ketat.

Prediksi dan Implikasi Pasar

Dengan situasi saat ini, harga RAM diperkirakan tetap berada pada level tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Perlu dicatat, kenaikan harga RAM ini dapat berimbas pada pasar perangkat bekas atau second. Kenaikan harga RAM di pasar resmi mendorong konsumen beralih ke pasar perangkat bekas yang pada akhirnya juga ikut mendorong harga bekas naik.

Di segmen PC dan komponen komputer, dampak ini lebih terasa karena pasar second-nya relatif sudah matang. Kenaikan harga komponen inti seperti RAM menyebabkan konsumen berpikir dua kali sebelum melakukan upgrade dan lebih mempertimbangkan pembelian perangkat baru.

Daftar Perkiraan Harga RAM di Pasaran ITC Kuningan

  1. RAM DDR4 4GB: Rp 900 ribuan
  2. RAM DDR5 16GB (merek VGEN): Rp 2,9 juta – Rp 3,8 juta
  3. RAM DDR5 16GB (merek Team Elite): Rp 2,4 juta – Rp 2,6 juta
  4. RAM DDR5 32GB: Rp 7 juta – Rp 8 juta

Kondisi ini menunjukkan pentingnya adaptasi bagi pedagang dan konsumen di tengah risiko kelangkaan serta harga yang sangat fluktuatif. Waspadai risiko penimbunan dan spekulasi harga yang dapat memperburuk situasi pasar. Sementara itu, pengembangan teknologi AI dan permintaan global yang tinggi diyakini bakal terus menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar komponen elektronik dalam waktu dekat.

Terkait