Ubisoft mengambil langkah besar dengan mengubah kebijakan kerja dan strategi pengembangan gamenya. Perusahaan memutuskan mengakhiri kerja jarak jauh secara rutin dan mewajibkan karyawan kembali ke kantor penuh mulai Januari 2026. Kebijakan ini disertai dengan pembatalan sejumlah proyek game sebagai bagian dari restrukturisasi internal besar.
Restrukturisasi ini bertujuan menyederhanakan operasional dan memfokuskan prioritas pengembangan. Ubisoft mengurangi proyek yang sedang berjalan, menutup beberapa studio, serta memprioritaskan kualitas dan arah yang lebih jelas untuk video game mereka. Salah satu pengumuman penting adalah pembatalan game Prince of Persia: The Sands of Time Remake, tiga IP baru yang belum diumumkan, dan satu game seluler.
Dengan pembatalan proyek tersebut, Ubisoft berupaya mengalokasikan sumber daya pada sedikit judul yang potensial dan berkualitas tinggi. Strategi ini penting untuk bersaing di pasar game AAA yang kian ketat dan menuntut inovasi serta produk unggulan. Perusahaan menyadari bahwa banyak proyek sekaligus bisa menyebarkan fokus hingga kemampuan kompetitif menurun.
Kebijakan Kerja Karyawan Kembali ke Kantor
Selain membatalkan beberapa proyek besar, Ubisoft juga menerapkan perubahan pada model kerja karyawannya. Semua tim diwajibkan hadir di kantor lima hari dalam seminggu mulai awal 2026. Perusahaan menetapkan kebijakan kerja jarak jauh tidak lagi menjadi aktivitas mingguan seperti sebelumnya.
Meski begitu, Ubisoft tetap memberikan fleksibilitas dengan mengizinkan sejumlah hari kerja jarak jauh dalam jumlah terbatas per tahun. Model ini dianggap sebagai bentuk kerja hibrida yang berbeda dari sebelumnya, berdasarkan pemberian tunjangan hari kerja dari rumah secara tahunan. Kebijakan baru ini dimaksudkan untuk mendorong kolaborasi langsung sehingga komunikasi dan dinamika tim dapat berjalan optimal.
Senior Vice President of Studio Operations Ubisoft, Marie-Sophie de Waubert, menegaskan bahwa kerja tatap muka penting untuk meningkatkan efisiensi dan kreativitas. Ia menyebutkan bahwa "kolaborasi langsung adalah pendorong utama efisiensi kolektif, kreativitas, dan kesuksesan di pasar AAA yang semakin selektif." Pernyataan ini menekankan bahwa Ubisoft melihat kehadiran karyawan di kantor sebagai kunci untuk memenangkan persaingan dunia game.
Alasan Restrukturisasi dan Dampaknya pada Industri Game
Langkah Ubisoft tidak lepas dari tantangan di industri game yang sangat kompetitif dan cepat berubah. Pembatalan proyek dan penataan ulang internal merupakan upaya strategis untuk memastikan perusahaan mampu bertahan dan berkembang. Hal ini menjadi jawaban terhadap risiko gagal dalam pengembangan game besar dan pemborosan sumber daya.
Fokus Ubisoft kini beralih ke kualitas dengan output permainan yang lebih terarah dan matang. Perusahaan memilih jalan efisiensi dan kontrol yang lebih ketat dibandingkan semula memiliki banyak proyek setengah jadi. Meski keputusan ini berdampak pada beberapa tim dan proyek yang terhenti, langkah ini diyakini perlu demi stabilitas jangka panjang.
Tantangan terhadap Karyawan dan Budaya Kerja
Pengembalian penuh ke kantor mungkin menimbulkan tantangan pada karyawan yang sebelumnya sudah terbiasa dengan kerja jarak jauh. Namun, Ubisoft percaya bahwa kolaborasi tatap muka dapat meningkatkan kualitas hubungan kerja dan inovasi. Kebijakan ini membatasi kerja remote untuk sebagian kecil hari sebagai bentuk kompensasi akan kebutuhan fleksibilitas.
Perubahan budaya kerja ini juga menggambarkan tren baru di perusahaan besar yang mencoba menyeimbangkan produktivitas dan kreativitas dengan cara yang lebih terintegrasi. Bagi Ubisoft, tim yang bertemu langsung secara rutin akan membantu mempercepat penyelesaian game berkualitas tinggi yang diharapkan mendapat sambutan positif di pasar.
Informasi Detail Mengenai Kebijakan dan Proyek yang Dibatalkan
- Pembatalan Prince of Persia: The Sands of Time Remake sebagai salah satu proyek besar yang dihentikan.
- Penutupan beberapa studio demi memangkas biaya operasional dan fokus pengembangan.
- Penghentian tiga IP baru yang sebelumnya sedang dirancang Ubisoft.
- Penghentian satu judul game mobile yang dirasa tidak sejalan dengan strategi baru.
- Karyawan diwajibkan hadir di kantor lima hari seminggu mulai Januari 2026.
- Pemerintah memberikan tunjangan tahunan untuk kerja jarak jauh dalam jumlah terbatas.
Perubahan ini menjadi sinyal kuat bahwa Ubisoft ingin mempertahankan posisi sebagai pemain utama di industri game AAA melalui restrukturisasi yang fokus pada efisiensi dan kualitas. Keputusan ini berpotensi menjadi referensi bagi perusahaan game lain yang berusaha bangkit di tengah persaingan ketat dan dinamika gaya kerja pascapandemi.







