David Ellison, CEO Paramount Skydance, kembali memperpanjang tenggat waktu tawaran akuisisi Warner Bros. Discovery (WBD). Perpanjangan ini memberikan kesempatan lebih bagi para investor untuk mempertimbangkan tawaran tunai senilai 108,4 miliar dolar AS yang diajukannya.
Tenggat waktu baru yang diberikan kepada investor berakhir pada 20 Februari 2026, setelah tenggat sebelumnya jatuh pada 21 Januari. Keputusan ini muncul di tengah persaingan sengit dengan tawaran akuisisi dari Netflix serta proses gugatan hukum yang sedang berlangsung.
Persaingan Ketat antara Paramount Skydance dan Netflix
Netflix sebelumnya mengumumkan kesepakatan akuisisi sebagian besar aset Warner Bros. Discovery. Nilai kesepakatan tersebut mencapai 82,7 miliar dolar AS. Kesepakatan itu meliputi studio Warner Bros., New Line Cinema, HBO, HBO Max, taman hiburan, studio game, serta beberapa saluran linear seperti TNT.
Namun, kesepakatan Netflix tidak mencakup koleksi program TV realitas dan berita milik Warner Bros. Discovery yang dikenal sebagai “Global Networks.” Paramount Skydance menyebut tawaran mereka lebih unggul dan merekomendasikan pemegang saham menolak tawaran Netflix.
Alasan Perpanjangan Tawaran oleh Paramount Skydance
David Ellison menilai tawaran Paramount Skydance lebih menguntungkan karena nilai akuisisi yang lebih tinggi. Selain itu, Ellison berpendapat bahwa usaha mereka lebih mungkin mendapat persetujuan dari regulator karena tidak akan memperkuat dominasi pasar Netflix.
Paramount Skydance bahkan mengajukan gugatan hukum terhadap Warner Bros. Discovery pada Januari 2026. Gugatan ini menuduh WBD tidak menyediakan informasi lengkap terkait alasan memilih tawaran Netflix dibandingkan dengan tawaran Paramount Skydance.
Klaim Warner Bros. Discovery Terhadap Pendanaan Paramount Skydance
Warner Bros. Discovery meragukan kelayakan finansial tawaran Paramount Skydance. Mereka menyatakan pendanaan yang diajukan Ellison “masih belum memadai.” WBD juga mengekspresikan keraguan atas kemampuan Paramount Skydance untuk merealisasikan proses akuisisi tersebut.
Klaim tersebut menambah emosi dalam persaingan ini, di mana kelayakan pendanaan dan risiko monopoli pasar menjadi poin utama.
Rekam Jejak David Ellison dan Tantangan Akuisisi
David Ellison memiliki pengalaman dalam menjalankan merger besar, seperti menggabungkan Skydance dengan Paramount. Kesuksesan merger tersebut didukung oleh ayahnya, miliarder Larry Ellison, serta hubungan baik keluarga Ellison dengan pemerintahan sebelumnya.
Merger itu mendapatkan persetujuan Komisi Komunikasi Federal (FCC) setelah Ellison berkomitmen agar CBS News menampilkan “keragaman sudut pandang.” Ia juga memastikan tidak akan melanjutkan program keragaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) di Paramount Skydance yang bergabung.
Meski punya rekam jejak, proses akuisisi Warner Bros. Discovery saat ini belum berjalan mulus. Konflik hukum dan persaingan ketat dari Netflix menjadi kendala utama.
Faktor-faktor yang Menjadi Penentu Akhir Akuisisi
- Persetujuan pemegang saham Warner Bros. Discovery.
- Penilaian regulator terhadap potensi monopoli pasar.
- Kelayakan dan kepastian pendanaan dari kedua pihak.
- Keberhasilan gugatan hukum yang diajukan Paramount Skydance.
Perpanjangan tenggat waktu oleh David Ellison memberi kesempatan lebih untuk mengonsolidasikan dukungan dan memperkuat posisi tawaran. Namun, persaingan yang semakin ketat dengan Netflix menjadikan proses ini penuh ketidakpastian hingga keputusan final nanti ditetapkan.





