Harapan Indonesia Menipis, ONIC Esports Tersingkir 1-3 oleh Team Liquid PH di M7 World Championship

Perjalanan ONIC Esports di M7 World Championship berakhir setelah mereka dikalahkan oleh Team Liquid PH dengan skor 1-3. Kekalahan ini terjadi dalam babak Knockout Stage Lower Bracket yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Hasil ini membuat peluang Indonesia untuk meraih gelar juara di turnamen Mobile Legends global semakin menipis.

ONIC Esports memulai pertandingan dengan performa yang kurang maksimal. Team Liquid PH langsung menguasai permainan sejak awal dengan strategi pengendalian objek dan inisiasi team fight yang lebih dominan. Pada Game pertama, TLPH unggul signifikan dengan skor akhir 22-9 dan berhasil mengamankan tiga Turtle serta dua Lord.

Memasuki Game kedua, Team Liquid PH kembali menunjukkan kekuatannya dengan memimpin di perebutan Turtle dan berulang kali memenangkan pertarungan kecil. ONIC Esports kesulitan untuk membalas serangan dan mengambil alih peta. Game ini ditutup dengan skor 19-5 bagi TLPH, sehingga skor agregat menjadi 2-0 dan menempatkan ONIC dalam posisi kritis.

ONIC Esports berusaha bangkit di Game ketiga dengan menunjukkan semangat juang tinggi. Mereka mampu mengamankan first blood dan Turtle pertama. Kemenangan team fight penting juga diraih ONIC dengan menumbangkan tiga pemain Team Liquid PH, termasuk saat Kairi memperoleh gelar Maniac menggunakan hero Yi Sun-shin. Momentum ini membuat ONIC berhasil memenangkan Game ketiga dan memperpanjang harapan mereka di turnamen.

Sayangnya, kebangkitan ONIC Esports tidak berlanjut pada Game keempat. Team Liquid PH kembali mendominasi jalannya pertandingan dengan kontrol peta yang rapat. Mereka mengunci kemenangan akhir dengan skor 3-1, memastikan langkah ONIC harus terhenti di fase Knockout Stage.

Kekalahan ONIC Esports menimbulkan kekhawatiran bagi penggemar Mobile Legends Indonesia. Kini, harapan terakhir Indonesia bertumpu pada tim Alter Ego yang menjadi satu-satunya wakil yang masih bertahan di M7 World Championship. Prestasi ONIC selama ini memang patut diapresiasi, namun performa kurang optimal di babak penting ini menjadi catatan penting.

Faktor dominasi Team Liquid PH dalam pertandingan

  1. Superioritas dalam menguasai Turtle dan Lord sejak awal pertandingan.
  2. Keunggulan dalam inisiasi dan koordinasi team fight yang menentukan hasil di fase krusial.
  3. Pengendalian peta yang efektif sehingga ONIC sulit melakukan counter attack.

Team Liquid PH tampil dengan strategi matang dan eksekusi yang konsisten selama pertandingan. Keberhasilan mereka dalam memanfaatkan momen dan mempertahankan keunggulan objektif membuat mereka pantas melanjutkan perjalanan di M7 World Championship.

Sementara itu, ONIC Esports harus kembali mengevaluasi performa dan strategi untuk menghadapi kompetisi selanjutnya. Kesempatan masih terbuka bagi perwakilan Indonesia lain, Alter Ego, untuk mengangkat nama bangsa di tingkat dunia. Perjalanan M7 World Championship masih berlangsung dan perhatian kini tertuju pada bagaimana tim-tim Indonesia dapat bangkit menghadapi tantangan berat di fase berikutnya.

Berita Terkait

Back to top button