Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan teknologi biosensing canggih yang memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini penyakit dan menjaga keamanan pangan. Teknologi ini menawarkan potensi besar untuk mendukung analisis kesehatan secara cepat, akurat, dan efisien, sekaligus memastikan kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Pusat Riset Elektronika (PRE) BRIN menjadi garda terdepan dalam pengembangan biosensor yang terintegrasi dengan sistem pembacanya. Peneliti Ahli Madya Ni Luh Wulan Septiani menjelaskan bahwa riset mereka difokuskan pada dua jenis biosensor utama yakni biosensor optikal dan biosensor elektrokimia, yang masing-masing memanfaatkan perubahan sifat optik dan elektronik material sebagai indikator keberadaan target deteksi.
Teknologi Biosensing dan Mekanismenya
Biosensor optikal bekerja dengan mendeteksi perubahan warna pada material tertentu ketika bereaksi dengan senyawa target. Contohnya adalah partikel emas (Au) yang dapat berubah warna dari merah menjadi ungu saat berinteraksi dengan biomarker kanker. Namun, metode optikal ini hanya dapat mengindikasikan keberadaan senyawa, tanpa memberikan data kuantitatif yang lengkap.
Sementara itu, biosensor elektrokimia mengubah perubahan sifat elektronik material menjadi sinyal listrik yang mudah diukur. Pendekatan ini memungkinkan pengukuran yang lebih komprehensif dan kuantitatif. BRIN terus mengembangkan teknologi ini agar biosensor dapat memberikan informasi lebih menyeluruh dan aplikatif di berbagai bidang.
Target Utama Pengembangan Biosensor
Saat ini, PRE BRIN memfokuskan pengembangan biosensing untuk mendeteksi beberapa penyakit infeksius kritis seperti tuberkulosis (TBC), hepatitis, demam berdarah, dan kanker. Dengan teknologi ini, deteksi dini penyakit menjadi lebih cepat dan akurat, memberikan kesempatan pengobatan yang lebih efektif dan pengendalian wabah yang optimal.
Selain penerapan di bidang kesehatan, inovasi biosensing juga diarahkan untuk menjaga kualitas pangan. Teknologi ini sangat penting, terutama dalam mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah. Sensor kualitas pangan yang dikembangkan dapat mendeteksi kandungan dan potensi kontaminan dalam bahan makanan untuk memastikan keamanan dan nilai gizi yang optimal.
Inovasi Tambahan dalam Dunia Kesehatan
PRE BRIN juga tengah mengembangkan perangkat inovatif bernama veinn finder, yang membantu tenaga medis menentukan titik vena terbaik saat pengambilan darah. Keberadaan alat ini diharapkan meningkatkan kenyamanan pasien dan efisiensi layanan kesehatan, terutama dalam proses diagnosis dan pengobatan.
Penguatan Riset dan Keterlibatan Generasi Muda
Selain pengembangan teknologi, BRIN aktif menumbuhkan semangat riset di kalangan generasi muda. Kunjungan ilmiah mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) ke Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun Bandung menjadi wadah bagi mahasiswa mengenal lebih dekat inovasi biosensing dan riset bioelektronika. Langkah ini membuka peluang kolaborasi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi biosensor.
Fokus Pengembangan Biosensor BRIN Secara Singkat
- Biosensor Optikal: Deteksi perubahan warna material saat berinteraksi dengan target.
- Biosensor Elektrokimia: Pengukuran sinyal listrik hasil interaksi target dengan material biologis.
- Aplikasi di Kesehatan: Deteksi penyakit infeksius seperti TBC, hepatitis, demam berdarah, dan kanker.
- Aplikasi di Pangan: Sensor kualitas mengidentifikasi keamanan dan nilai gizi makanan dalam program MBG.
- Veinn Finder: Alat bantu menentukan titik vena optimal untuk pengambilan darah.
Pengembangan biosensing oleh BRIN menunjukkan komitmen tinggi dalam riset teknologi yang tidak hanya berfokus pada aspek ilmiah, tetapi juga menitikberatkan pada implementasi praktis untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Inovasi ini menjanjikan kemajuan dalam deteksi dini penyakit dan pengawasan ketat terhadap keamanan pangan, yang krusial di era pandemi dan peningkatan kesadaran kesehatan saat ini.
Dengan kolaborasi lintas disiplin serta dukungan infrastruktur di Kawasan Sains dan Teknologi, BRIN dipastikan dapat melahirkan inovasi biosensing yang relevan dan berdampak luas, mencakup berbagai aspek kesehatan dan keamanan pangan di Indonesia. Teknologi ini berpotensi menjadi solusi integral dalam manajemen penyakit dan pengendalian mutu pangan secara nasional.







