Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi terjadinya storm surge atau limpasan badai di perairan selatan Bali. Fenomena ini dipicu oleh pergerakan badai tropis 91S yang kini bergerak menuju wilayah sekitar Pulau Sumba.
Erma menegaskan bahwa aktivitas nelayan dan pelayaran di kawasan selatan Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumbawa, hingga Sumba sebaiknya dihentikan sementara selama 24 jam guna menjamin keselamatan. Hal ini dikarenakan badai tropis 91S berpotensi menimbulkan gelombang tinggi dan arus kuat yang membahayakan keselamatan di wilayah pesisir tersebut.
Potensi Storm Surge dan Dampaknya
Storm surge terjadi akibat tekanan dan angin kencang dari badai tropis yang mendorong air laut naik secara tiba-tiba dan ekstrem. Kondisi ini dapat memicu banjir rob dan kerusakan infrastruktur pesisir secara signifikan. Menurut Erma, potensi storm surge diperkirakan akan terasa di pesisir selatan Bali, Lombok, Nusa Tenggara Barat, hingga Pulau Sumba.
Fenomena ini tidak terjadi tiba-tiba, sebab BRIN melalui sistem pemantauan Kamajaya sudah memprediksi munculnya badai ini sejak dua bulan lalu. Erma menyebut prediksi tersebut sebagai peringatan “waspada the next Senyar” yang mengacu pada kejadian serupa sebelumnya.
Langkah-Langkah Pencegahan untuk Masyarakat dan Nelayan
Dalam menghadapi bahaya storm surge, masyarakat di wilayah terdampak dianjurkan melakukan langkah-langkah berikut:
- Menghindari aktivitas nelayan dan pelayaran di perairan selatan hingga kondisi dianggap aman.
- Memantau informasi cuaca dari sumber resmi secara berkala untuk mendapatkan update terbaru.
- Menyiapkan diri menghadapi potensi banjir rob dan evakuasi jika diperlukan, terutama di daerah pesisir.
- Mengamankan barang berharga dan infrastruktur yang rentan terhadap gelombang laut tinggi.
- Mengikuti instruksi resmi dari otoritas terkait seperti BMKG dan SAR setempat.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga disarankan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam mengantisipasi dampak langsung dari storm surge. Langkah mitigasi dan evakuasi cepat akan sangat membantu dalam mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan harta benda.
Peran Sistem Pemantauan Kamajaya BRIN
Prediksi fenomena badai tropis 91S yang dapat memicu storm surge sudah dikembangkan secara sistematis oleh BRIN melalui sistem Kamajaya. Sistem ini memfokuskan analisis kondisi cuaca dan iklim secara real-time dengan memperhitungkan faktor meteorologi dan oseanografi.
Keakuratan pemantauan dan prediksi sejak dua bulan sebelumnya membuktikan kemajuan riset iklim dan cuaca di Indonesia. Data ini sangat penting sebagai dasar peringatan dini dan pengambilan keputusan mitigasi yang tepat oleh pemerintah dan masyarakat.
Meteorologi dan perubahan iklim menjadi tantangan serius bagi keselamatan wilayah pesisir yang rentan terhadap badai tropis dan efeknya. Oleh karena itu, kesadaran dan tindakan proaktif dari semua pihak, terutama masyarakat lokal, tetap diperlukan.
Warga diimbau tidak mengabaikan peringatan yang disampaikan oleh peneliti BRIN dan otoritas cuaca. Melakukan penghentian sementara aktivitas laut sampai pemberitahuan resmi berikutnya sangat penting untuk mencegah potensi kecelakaan dan kerugian besar.
Situasi ini menjadi momentum peningkatan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menghadapi ekstrim cuaca. Terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber terpercaya menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar.







