Pemerintah Rusia semakin memperketat kontrol terhadap penggunaan VPN di negara tersebut. Dalam 12 bulan terakhir pada 2025, Roskomnadzor telah memblokir sekitar 1,3 juta halaman web, meningkat 59% dibandingkan tahun sebelumnya, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem internet yang tertutup.
VPN menjadi alat utama warga Rusia untuk mengakses konten yang diblokir pemerintah. Namun, layanan VPN kini jadi sasaran utama pemblokiran, dengan kategori situs VPN mengalami pertumbuhan pemblokiran tercepat di Rusia.
Pendiri Amnezia VPN, Mazay Banzaev, mengakui bahwa sebagian besar protokol VPN kini terblokir. Protokol yang mampu menyamarkan lalu lintas seperti XRay, NaiveProxy, dan Hysteria masih berfungsi, tetapi rentan jika konfigurasi kurang optimal.
Teknologi sensor internet di Rusia juga semakin canggih. Sistem Deep Packet Inspection (DPI) terbaru yang mengandalkan kecerdasan buatan (AI) mulai memblokir lalu lintas UDP yang tidak teridentifikasi. Hal ini membuat pengelola VPN memperbarui teknologi untuk menghindari sensor.
Roskomnadzor menerapkan sistem whitelist khusus agar perusahaan tertentu tetap bisa menggunakan VPN bisnis. Meski begitu, pengguna biasa dan organisasi selain yang termasuk whitelist menghadapi hambatan serius dalam mengakses layanan VPN.
Beberapa VPN Barat populer seperti NordVPN, Proton VPN, dan ExpressVPN dilaporkan “hampir tidak beroperasi” di Rusia. NordVPN sudah meninggalkan pasar Rusia sejak 2019 dan tidak berencana kembali, sedangkan Proton VPN dan ExpressVPN masih berusaha mempertahankan akses meski terbatas dan tidak stabil.
Windscribe mencatat penurunan lalu lintas VPN hingga 90% sebagai efek dari kebijakan sensor terbaru di awal 2026. Hal ini menunjukkan bahwa pembatasan akses VPN di Rusia semakin ketat dan intensif.
Roskomnadzor kini memiliki kekuatan besar melalui Keputusan Pemerintah No. 1667 yang disahkan pada Oktober 2025. Mereka bisa memblokir layanan langsung tanpa bergantung pada operator telekomunikasi, menggunakan teknologi DPI di semua node jaringan. Pakar siber menyebut Roskomnadzor sebagai “super-regulator” dengan kemampuan luar biasa untuk sensor internet.
Selain memblokir situs VPN, Roskomnadzor juga menindak laman yang mempromosikan penggunaan VPN. Antara Januari hingga April 2025, lebih dari 12.600 konten promosi VPN diblokir, dua kali lipat dari total sepanjang tahun 2024. Tekanan juga terus diberikan agar Apple dan Google menghapus aplikasi VPN dari toko aplikasi Rusia.
Undang-undang baru yang disahkan bulan Juli 2025 memperketat regulasi dengan memberikan sanksi bagi pencarian konten ilegal lewat VPN. Denda baru diperkenalkan, menandai tahap baru dalam regulasi internet yang semakin represif di Rusia.
Kremlin juga mendorong penggunaan aplikasi domestik seperti “superapp” MAX sebagai alternatif yang dikontrol ketat. Namun, para ahli memperkirakan pemblokiran VPN akan diperkuat dengan dukungan anggaran hingga 60 miliar rubel (sekitar 780 juta USD) dari 2025 hingga 2027.
Roskomnadzor juga mendapatkan dana khusus sebesar 2,27 miliar rubel (sekitar 29 juta USD) untuk mengembangkan sistem penyaringan lalu lintas berbasis AI. Teknologi ini dipastikan mampu mendeteksi dan memblokir konten terlarang serta koneksi VPN dengan efektif.
Perang melawan VPN tidak hanya terjadi di Rusia. Organisasi VPN Guild memperingatkan tentang tren regulasi ketat yang mulai muncul di negara demokrasi Barat. Mereka menyerukan kerja sama global untuk melindungi alat privasi digital ini.
Dalam “Defend VPNs” Day of Action 2025, VPN Guild menegaskan perlunya memperkuat kolaborasi dan berbagi pengetahuan di seluruh dunia untuk melawan upaya sensor internet. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan kebebasan digital kini bersifat lintas negara dan memerlukan respons global yang terkoordinasi.
Memperketat kontrol terhadap VPN, Rusia menunjukkan kemajuan teknologi sensor berbasis AI yang mampu memblokir koneksi secara langsung. Langkah ini menandai babak baru dalam perang digital yang akan terus berlangsung, dengan dampak luas pada akses informasi di dalam negeri maupun hubungan dengan komunitas digital internasional.





