
Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, akan kembali menerbangkan booster roket New Glenn pada peluncuran berikutnya. Ini menjadi tonggak penting dalam misi ambisius Blue Origin untuk mengembangkan roket besar yang dapat digunakan ulang secara berkelanjutan.
Roket New Glenn yang terdiri dari dua tahap ini akan mengangkut satelit internet BlueBird Block 2 milik AST SpaceMobile pada peluncuran ketiganya yang dijadwalkan pada akhir Februari. Booster yang akan digunakan kembali ini berasal dari penerbangan kedua New Glenn, yang berhasil membawa misi kembar ESCAPADE NASA ke Mars pada November lalu.
Roket New Glenn dan Reusabilitasnya
New Glenn memiliki ketinggian 98 meter dan dirancang untuk mampu digunakan ulang sebanyak 25 penerbangan. Pada penerbangan perdana di awal tahun lalu, tahap pertama roket ini gagal mendarat dengan sempurna, tetapi berbeda pada penerbangan kedua yang berhasil melakukan pendaratan lunak di kapal drone “Jacklyn” di Samudra Atlantik. Keberhasilan pendaratan inilah yang membuka jalan bagi penggunaan booster tersebut untuk meluncur kembali.
Misi ketiga atau NG-3 ini akan diluncurkan dari Cape Canaveral Space Force Station di Florida seperti dua misi sebelumnya. Misi ini bertujuan untuk menempatkan satelit BlueBird Block 2 ke orbit rendah Bumi. Satelit ini merupakan bagian dari proyek AST SpaceMobile yang berbasis di Texas, yang sedang membangun konstelasi internet langsung ke ponsel.
Satelit BlueBird Block 2 dan Konstelasi Internet
BlueBird Block 2 memiliki antena yang sangat besar, yaitu sekitar 223 meter persegi, menjadikannya salah satu satelit terbesar yang pernah diluncurkan. Hingga kini, hanya satu satelit Block 2 yang sudah mencapai orbit melalui peluncuran roket India pada bulan Desember. Sebagai perbandingan, generasi pertama BlueBird memiliki antena berukuran 64,4 meter persegi dan sudah ada lima unit yang dikirim ke orbit.
Dengan kehadiran satelit-satelit ini di orbit, AST SpaceMobile bertujuan menyediakan layanan internet seluler langsung ke perangkat pengguna, khususnya di kawasan yang sulit dijangkau sinyal konvensional. CEO Blue Origin, Dave Limp, menyatakan bahwa New Glenn adalah kendaraan peluncuran yang andal dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan seperti AST SpaceMobile.
Pengalaman Blue Origin dengan Roket yang Dapat Digunakan Kembali
Sebelum New Glenn, Blue Origin sudah memiliki pengalaman dalam roket yang dapat digunakan ulang melalui New Shepard. Roket suborbital ini telah meluncur 38 kali sejak 2015 dengan 17 kali membawa wisatawan luar angkasa. Bahkan, penerbangan berawak terbaru dari New Shepard terjadi pada hari Kamis pekan lalu.
Namun, untuk roket orbital sekelas New Glenn, Blue Origin masih mengikuti jejak SpaceX yang telah lebih dulu sukses mengembangkan roket kelas orbital yang dapat digunakan ulang. SpaceX melakukan pendaratan booster pertama pada Desember 2015 dan kini telah melakukannya lebih dari 500 kali.
Langkah Strategis Blue Origin untuk Masa Depan Peluncuran Roket
- Penggunaan kembali booster New Glenn meningkatkan efisiensi biaya peluncuran satelit besar.
- Peluncuran satelit BlueBird Block 2 memperkuat posisi Blue Origin dalam industri konektivitas global.
- Pengembangan teknologi reusabilitas mendukung misi ruang angkasa berbiaya terjangkau.
Upaya ini menunjukkan Blue Origin serius mempertahankan daya saing di pasar roket komersial yang sangat kompetitif. Dengan booster yang bisa terbang ulang, New Glenn berpotensi mengubah paradigma peluncuran satelit besar dan menjangkau misi antariksa yang lebih ambisius.
Pengulangan penerbangan booster New Glenn tidak hanya menekankan keandalan teknologi, tapi juga komitmen Blue Origin dalam memajukan eksplorasi ruang angkasa yang berkelanjutan dan efisien. Keberhasilan misi ini akan menjadi penentu penting bagi masa depan peluncuran roket yang ramah lingkungan dan ekonomis.





