OpenAI tengah menyiapkan pembaruan besar untuk ChatGPT versi web dengan menghadirkan sejumlah fitur terbaru yang akan meningkatkan produktivitas pengguna. Dua fitur utama yang bakal dirilis secara bertahap adalah “Salute” dan “Math Blocks”, yang diperkirakan membuka fungsi lebih luas dan interaktif dalam penggunaan kecerdasan buatan.
Fitur “Salute” memungkinkan pengguna membuat dan mengelola tugas berbasis file langsung di ChatGPT. Pengguna dapat mengunggah dokumen dan memantau progres pengerjaan tanpa perlu aplikasi tambahan, menjadikan ChatGPT sebagai alat manajemen tugas berbasis AI yang komprehensif.
Selain “Salute”, fitur “Math Blocks” menawarkan kemudahan dalam mengedit dan menulis rumus matematika secara langsung di dalam antarmuka ChatGPT. OpenAI juga mengembangkan kemampuan untuk menyunting blok kode secara inline, meningkatkan fleksibilitas dan kecepatan dalam pembuatan konten teknis.
Pengembangan ini merupakan kelanjutan dari fitur toolbar editor yang sebelumnya ditambahkan, yang memunculkan opsi format saat teks disorot. Penambahan “is model preferred” flag juga memungkinkan ChatGPT memilih model AI yang paling sesuai untuk kebutuhan spesifik, seperti pencarian bisnis lokal yang terintegrasi dengan widget peta.
Penting untuk diketahui, OpenAI juga tengah menguji sistem koneksi aman melalui fitur secure tunnel ke server internal tanpa perlu mengubah firewall, menjaga keamanan data dan akses pengguna sekaligus meningkatkan performa layanan.
Pendapatan OpenAI Melonjak Signifikan
OpenAI mencatatkan pendapatan tahunan mencapai USD 20 miliar atau sekitar Rp 339 triliun di 2025. Jumlah ini mengalami peningkatan drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 6 miliar atau sekitar Rp 101 triliun. Data ini disampaikan langsung oleh Chief Financial Officer OpenAI, Sarah Friar.
Pertumbuhan pendapatan ini sejalan dengan peningkatan kapasitas komputasi OpenAI hingga 1,9 gigawatt pada 2025, jauh lebih besar dibanding 0,6 gigawatt tahun sebelumnya. Lonjakan ini juga diiringi dengan rekor pengguna aktif baru setiap minggunya dan harian.
Strategi monetisasi baru juga diterapkan OpenAI dengan memperkenalkan uji coba penayangan iklan pada ChatGPT untuk pengguna paket gratis dan ChatGPT Go di Amerika Serikat. Iklan akan tampil di bagian bawah percakapan dengan opsi personalisasi yang dapat diatur oleh pengguna.
OpenAI menegaskan bahwa pengalaman pengguna tetap prioritaskan. Pengguna dapat menutup iklan, melihat alasan iklan tampil, dan mematikan personalisasi. Selain itu, tidak ada iklan yang akan ditampilkan untuk pengguna di bawah 18 tahun maupun pengguna layanan berbayar seperti Pro, Plus, Business, dan Enterprise.
Data percakapan pengguna juga dijaga kerahasiaannya dengan tegas. OpenAI tidak menjual data pribadi kepada pengiklan dan memastikan data tidak digunakan untuk keperluan komersial selain penayangan iklan yang transparan.
Ekspansi Perangkat Keras dan Otomatisasi AI
Selain pengembangan software, OpenAI bersiap meluncurkan perangkat keras pertamanya pada paruh kedua tahun ini. Chief Policy Officer OpenAI, Chris Lehane, mengonfirmasi perangkat ini akan menjadi langkah baru dalam membawa AI lebih dekat kepada pengguna.
Fokus masa depan OpenAI adalah mengembangkan AI agents dan otomatisasi alur kerja (workflow automation). Teknologi tersebut memungkinkan AI bekerja secara kontinu dengan pemahaman konteks jangka panjang dan mampu mengambil tindakan di berbagai platform kerja.
OpenAI menargetkan adopsi praktis AI ini di sektor kesehatan, ilmu pengetahuan, dan bisnis perusahaan. Pengembangan ini menandakan pergeseran dari hanya teknologi berbasis teks, gambar, suara, dan kode ke sistem AI yang lebih cerdas dan responsif dalam menjalankan tugas kompleks.
Implementasi fitur baru ChatGPT seperti “Salute” dan “Math Blocks” serta monetisasi yang semakin matang memperlihatkan komitmen OpenAI dalam meningkatkan kualitas layanan dan keberlanjutan perusahaan. Pengembangan ini juga memberikan sinyal bahwa AI semakin menjadi bagian penting dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari dan profesional.
