Saham Lear Corporation (NYSE: LEA) kembali menjadi pusat perhatian analis pasar modal global. Laporan terbaru dari Wolf Report di Seeking Alpha mengonfirmasi rekomendasi ‘Beli’ dengan target harga ambisius mencapai $150 per saham.
Wolf Report menilai Lear sebagai pemasok otomotif yang fundamentalnya kuat dan undervalued dibandingkan dengan nilai pasarnya saat ini.
Laporan tersebut menyoroti keunggulan integrasi vertikal perusahaan yang mampu mempertahankan margin yang stabil. Strategi pembelian kembali saham juga menjadi pilar utama dalam mendukung performa pasar saham Lear yang relatif unggul dan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti Adient.
Selain itu, laporan tersebut menyebutkan peringkat kredit investment-grade Lear Corporation sebagai proteksi terhadap risiko penurunan pasar.
Likuiditas yang kuat serta arus kas yang kokoh menjadi fondasi keuangan yang membangun kepercayaan investor.
Rasio harga terhadap laba (P/E) saat ini tercatat sebesar 9,66x, jauh lebih rendah daripada rata-rata lima tahun yang berada di angka 14-15x.
Hal ini menunjukkan bahwa saham Lear menawarkan potensi kenaikan harga lebih dari 19% bahkan dengan asumsi pertumbuhan yang konservatif.
Namun, pandangan luas dari analis Wall Street menunjukkan adanya variasi dalam rekomendasi terhadap saham Lear.
Dari 11 analis yang dikompilasi Public.com, mayoritas sebesar 80% memberikan rekomendasi ‘Hold’ atau tahan.
Sebanyak 10% analis memberikan sinyal ‘Strong Buy’ dan 10% lainnya memberikan rekomendasi ‘Buy’.
Konsensus target harga dalam jangka 12 bulan bervariasi, berkisar antara $121.25 hingga $127.64, dengan target rata-rata sekitar $126,20 menurut MarketBeat.
Ini mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 5,3% dari harga saham saat ini, lebih konservatif dibandingkan proyeksi Wolf Report.
Beberapa lembaga riset memiliki pandangan berbeda terkait potensi saham ini.
Citi menaikkan target harga Lear menjadi $146 dari sebelumnya $136 dan tetap memberi rating ‘Buy’.
Alasan utama kenaikan target ini adalah perspektif optimistis terhadap pemulihan volume otomotif yang akan menguntungkan pemasok kursi seperti Lear.
Di sisi lain, Morgan Stanley menurunkan peringkat menjadi ‘Equal Weight’ dari ‘Overweight’ dengan target harga $112.
Morgan Stanley mengutip kekhawatiran terkait perlambatan pasar kendaraan listrik yang masih berlangsung dan dapat berpengaruh pada volume penjualan Lear.
Dari sisi kinerja keuangan, Lear Corporation menunjukkan hasil yang solid pada kuartal ketiga 2025.
Laba per saham (EPS) mencapai $2,79, sedikit di atas estimasi konsensus sebesar $2,76.
Pendapatan kuartalan sebesar $5,68 miliar juga melampaui perkiraan analis senilai $5,63 miliar.
Pendapatan ini mengalami kenaikan 1,7% dibandingkan kuartal sama tahun sebelumnya.
Return on Equity (ROE) perusahaan berada di angka 13,44%, sedangkan margin bersih tercatat sebesar 1,92%.
Proyeksi pertumbuhan Lear ke depan juga mencerminkan potensi positif.
Pendapatan diperkirakan akan tumbuh sekitar 2% per tahun, sedangkan laba per saham (EPS) diperkirakan meningkat drastis hingga 45,3% per tahun.
Return on Capital Employed (ROCE) Lear mencapai 11%, sejalan dengan rata-rata industri.
Nilai ROCE ini menunjukkan peningkatan efisiensi operasional sebesar 69% dalam lima tahun terakhir dengan modal yang relatif stabil.
Secara keseluruhan, kombinasi antara keunggulan fundamental dan strategi perusahaan membuat Lear Corporation menarik bagi sebagian analis.
Namun, pandangan beragam dari para analis Wall Street menandakan perlunya kehati-hatian terutama mengingat dinamika industri otomotif terutama dari sisi teknologi kendaraan listrik.
Investor yang mempertimbangkan saham Lear perlu mencermati risiko dan peluang yang ada dengan memperhatikan berbagai proyeksi dan rekomendasi terkini.





