Harga RAM & SSD Samsung Melonjak 300% di 2026, Krisis Memori Dorong Kenaikan Harga Perangkat AI

Pasar perangkat keras komputer sedang menghadapi krisis memori yang semakin parah, menyebabkan harga DRAM dan SSD naik hingga tiga kali lipat dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini paling terlihat pada produk Samsung di Korea Selatan, di mana harga RAM DDR5 16GB melonjak dari 100.000 won menjadi 400.000 won.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada konsumen, tetapi juga para distributor yang membeli memori dari Samsung dengan harga lebih tinggi. Tren ini dipicu pergeseran fokus produksi pada sektor kecerdasan buatan (AI) yang menjanjikan keuntungan besar bagi produsen memori besar seperti Samsung dan Micron.

Kenaikan Harga DRAM dan SSD Samsung

Menurut laporan TheElec, harga modul RAM dan SSD dari Samsung melonjak drastis dalam waktu singkat. Berikut gambaran kenaikan harga yang terjadi sejak November di Korea Selatan:

  1. RAM DDR5 16GB: dari 100.000 won menjadi 400.000 won (naik 300%)
  2. Samsung SSD 990 Pro 2TB: harga melonjak setara opsi kapasitas 4TB sebelumnya

Kondisi ini menandai lonjakan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mulai mempengaruhi pasar perangkat keras global.

Dominasi AI Menyebabkan Kekurangan Pasokan

Samsung mengalihkan fokus produksi memori ke kebutuhan perusahaan AI dan pusat data. Akibatnya, pasokan memori untuk kebutuhan konsumen menyusut drastis. Produsen lain seperti Micron juga menghentikan lini produk konsumen demi memprioritaskan segmen enterprise dan AI.

Analis Counterpoint Research, MS Hwang, menyatakan bahwa biaya memori kini bisa mencapai 30 persen dari total biaya produksi perangkat keras. Hal ini berpotensi menyebabkan kenaikan harga produk seperti PC, laptop, dan smartphone secara signifikan.

Dampak Global pada Harga Hardware

IDC memprediksi penurunan pengiriman PC global hingga 8,9 persen dengan konsekuensi harga PC naik 15-20 persen. Sementara itu, harga smartphone diperkirakan akan naik sekitar 70 dolar AS atau 1,1 juta rupiah mulai kuartal pertama tahun depan.

Data Omdia dan TrendForce menunjukkan kenaikan harga komponen memori yang ekstrem:

  • Memori LPDDR5 untuk smartphone naik 70 persen
  • Memori flash NAND naik hingga 100 persen
  • Biaya material smartphone meningkat 5-7 persen

Harga komponen tinggi ini mendorong produsen smartphone dan PC menyesuaikan harga perangkat agar tetap menguntungkan.

Strategi Produsen Menghadapi Krisis

Samsung saat ini sedang mengevaluasi strategi harga untuk seri Galaxy S26 demi mengatasi lonjakan biaya memori. Produsen menghadapi dilema antara menanggung biaya tambahan atau menaikkan harga produk ke konsumen.

Dominasi kebutuhan AI diperkirakan akan terus menjadi faktor utama yang menghambat ketersediaan memori untuk pasar konsumen. Kondisi ini berpotensi menormalisasi harga tinggi di pasar hardware PC dan perangkat mobile dalam jangka menengah hingga panjang.

Kenaikan harga RAM dan SSD yang mencapai 300 persen bukan hanya fenomena di Korea Selatan. Ada indikasi kuat tren ini akan menyebar ke wilayah lain, memperparah krisis pasokan memori secara global. Pengguna perangkat keras perlu mempersiapkan kemungkinan kenaikan biaya saat membeli atau meng-upgrade PC dan smartphone di waktu dekat.

Berita Terkait

Back to top button