Hati-hati Update Android 16 Redmi Note 13 Pro & Poco M6 Pro, Xiaomi Ingatkan Risiko Mati Total!

Xiaomi mengeluarkan peringatan tegas kepada pengguna Redmi Note 13 Pro dan Poco M6 Pro agar menghindari pembaruan ke Android 16. Peringatan ini khusus ditujukan bagi perangkat yang berasal dari pasar abu-abu atau impor. Update Android 16 berpotensi menyebabkan perangkat mengalami mati total atau gagal booting.

Masalah utama berasal dari kombinasi perangkat keras asal Tiongkok dengan Global ROM yang dipasang secara tidak resmi. Kondisi ini dikenal dengan istilah “Fake ROM” yang merusak data modem NV (Non-Volatile) penting pada perangkat. Kerusakan data ini membuat sistem tidak dapat memverifikasi komponen saat booting sehingga mengakibatkan kegagalan operasi.

Pentingnya Data Modem NV untuk Perangkat

Data modem NV berperan krusial dalam menjaga konektivitas jaringan dan fungsionalitas dasar ponsel. Ketika data ini rusak, ponsel Redmi Note 13 Pro dan Poco M6 Pro versi impor tidak bisa melakukan booting dengan lancar. Xiaomi menegaskan bahwa tidak ada perbaikan perangkat lunak resmi yang akan dirilis untuk mengatasi masalah ini.

Perangkat yang sudah terlanjur melakukan update ke Android 16 dan mengalami masalah tidak dapat kembali dengan mudah ke versi sebelumnya. Pengguna kemungkinan besar akan tetap terjebak menggunakan HyperOS versi 2.2 atau yang kompatibel dengan Android 15. Ini menjadikan perangkat tidak dapat menerima pembaruan resmi lebih lanjut.

Daftar Perangkat yang Terpengaruh

Perangkat khusus yang disebutkan rentan terhadap masalah ini adalah:

  1. Redmi Note 13 Pro pasar abu-abu atau impor
  2. Poco M6 Pro versi impor

Update Android 16 yang bermasalah mulai dari versi OS2.0.211.0.VNFMIXM dan versi yang lebih baru. Xiaomi mengimbau pengguna untuk memastikan perangkat yang dimiliki berasal dari jalur resmi. Memasang pembaruan hanya pada ROM yang secara resmi dirilis untuk wilayah tertentu dapat menghindarkan kerusakan sistem.

Kebijakan dan Jadwal Rilis Android 16 oleh Xiaomi

Android 16 direncanakan rilis stabil pada bulan Juni. Xiaomi juga berencana menghadirkan HyperOS 3.0 berbasis Android 16 pada musim gugur. Namun, kasus ini memperlihatkan transisi menuju sistem operasi baru tidak selalu mulus.

Xiaomi selama ini dikenal cepat memberikan update Android. Meski demikian, pembaruan untuk Android 16 tidak berlaku universal, terutama bagi perangkat yang bukan dari jalur resmi. Terdapat sejumlah model yang pengembangannya dihentikan demi fokus pada HyperOS 3.

Cara Mengatasi Masalah Bootloop Setelah Update

Bagi yang sudah terlanjur update dan mengalami bootloop, ada mekanisme pemulihan otomatis. Perangkat dapat melakukan rollback ke HyperOS 2.2 supaya kembali berfungsi normal. Namun, setelah pemulihan berhasil, pengguna disarankan menonaktifkan pembaruan otomatis.

Selain itu, pengguna wajib menghindari menginstal ulang Android 16 sampai ada pemberitahuan resmi yang menjamin keamanannya. Xiaomi mengimbau pengecekan validitas perangkat sebelum melakukan pembaruan mayor. Ini sangat penting untuk mencegah kerusakan akibat penggunaan ROM tidak asli.

Saran bagi Pengguna dan Pentingnya Memilih Jalur Resmi

Penting untuk membeli perangkat dari distributor resmi guna menjamin kompatibilitas pembaruan. Perangkat impor yang dijual murah sering kali mengandung perangkat keras versi Tiongkok dengan ROM global tidak resmi. Hal ini rawan bermasalah saat pembaruan sistem operasi.

Xiaomi menegaskan komitmennya untuk membatasi risiko perangkat impor ilegal. Memastikan pembaruan hanya lewat kanal resmi juga menjaga stabilitas ekosistem HyperOS bagi pengguna di seluruh dunia. Dengan demikian, risiko mati total akibat update Android 16 dapat diminimalkan.

Pengguna Redmi Note 13 Pro dan Poco M6 Pro dari luar jalur resmi disarankan menunda pemasangan Android 16. Hal ini untuk menghindari risiko kerusakan sistem yang tidak dapat diperbaiki dengan mudah. Verifikasi dan kesesuaian ROM sangat krusial agar perangkat dapat berfungsi optimal tanpa hambatan teknis serius.

Berita Terkait

Back to top button