Volume perdagangan spot cryptocurrency mengalami penurunan tajam pada bulan ini, menimbulkan ancaman serius terhadap struktur pasar kripto secara keseluruhan. Data terbaru menunjukkan bahwa total volume perdagangan di bursa terpusat hanya mencapai sekitar 1,118 triliun dolar AS, dengan Binance menyumbang lebih dari 490 miliar dolar AS dari total tersebut.
Penurunan volume perdagangan ini merupakan yang terendah sejak pertengahan tahun lalu, memberikan sinyal kuat bahwa investor semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan. Kondisi ini menyebabkan keengganan untuk membeli aset kripto, walaupun harga beberapa altcoin masih berada 70–90% di bawah puncak tertinggi mereka.
Turunnya Permintaan Investor Ritel
Data dari CryptoQuant menunjukkan penurunan signifikan pada aktivitas perdagangan on-chain skala kecil (transaksi di bawah 10.000 dolar AS). Ini mencerminkan menurunnya minat investor ritel, yang sebelumnya menjadi pendorong likuiditas di pasar kripto. Penurunan ini mulai terjadi sejak Agustus tahun lalu dan terus berlanjut hingga saat ini.
Selain itu, analis Caueconomy menegaskan bahwa ketidakpastian ekonomi makro seperti risiko shutdown pemerintah AS dan kekhawatiran terkait yen carry trade mendorong investor mengambil posisi defensif. Hal ini mempengaruhi aktivitas trading dan investasi baru di pasar kripto menjadi kurang bergairah.
Pergeseran Modal Menuju Likuiditas Stabilcoin
Investor juga tampak melakukan aksi pencairan aset mereka dari pasar kripto. Data kapitalisasi pasar stablecoin ERC-20 menunjukkan penurunan baik pada pasokan stablecoin maupun cadangan stablecoin yang disimpan di bursa. Penurunan simultan ini mengindikasikan dana keluar pasar, bukan hanya perputaran modal antar aset kripto saja.
Stablecoin biasa berfungsi sebagai tempat “berteduh” dana saat pasar tidak stabil. Dengan berkurangnya cadangan stablecoin di bursa, terlihat adanya penarikan modal yang berpotensi memperparah sentimen negatif yang membebani pasar.
Dampak Penurunan Kapitalisasi Pasar
Kapitalisasi pasar kripto kembali turun di bawah 3 triliun dolar AS, mendekati level support utama sekitar 2,86 triliun dolar AS. Jika level ini gagal bertahan, sejumlah analis memperingatkan bahwa penurunan lebih dalam bisa terjadi. Berdasarkan data TradingView, tren penurunan ini mengarah pada risiko terjadinya pasar bearish yang mirip dengan kondisi tahun 2022.
Penurunan volume perdagangan, ditambah dengan aktivitas keluar modal investor, memperbesar kemungkinan support tersebut akan tembus. Jika tren ini berlanjut, tekanan jual dapat semakin meningkat dan memperparah koreksi pasar.
Faktor Makroekonomi dan Potensi Pemulihan
Meski demikian, situasi masih berpotensi berubah karena pasar memasuki periode penting dari acara makroekonomi global. Nilai dolar AS mencapai level terendah dalam empat tahun terakhir, terutama akibat ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve dan ketidakpastian kebijakan perdagangan internasional.
Sejarah menunjukkan pelemahan dolar menambah daya tarik aset risiko seperti kripto dengan meningkatkan likuiditas global. Apabila tren ini berlanjut, hal tersebut dapat menjadi katalisator potensial bagi masuknya modal baru serta menghentikan arus keluar saat ini.
Namun, pemulihan pasar tidak cukup bergantung pada faktor makro saja. Kembalinya partisipasi investor ritel dan masuknya likuiditas stablecoin yang segar sangat dibutuhkan agar tren penurunan bisa dibalik. Sampai saat ini, kedua faktor tadi belum menunjukkan tanda-tanda positif.
Poin Penting untuk Diperhatikan
- Total volume perdagangan spot di bursa terpusat menurun ke level terendah sejak pertengahan tahun lalu.
- Aktivitas trading kecil oleh investor ritel terus menurun secara signifikan.
- Kapitalisasi pasar dan cadangan stablecoin di bursa mengalami penurunan simultan.
- Kapitalisasi pasar mendekati level support krusial di sekitar 2,86 triliun dolar AS.
- Risiko terjadinya pasar bearish seperti tahun 2022 semakin meningkat jika support gagal bertahan.
- Penurunan dolar AS bisa membantu pemulihan pasar bila disertai peningkatan partisipasi investor.
Pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan keberlanjutan tren saat ini. Bila volume perdagangan terus melemah dan modal investor terus mengalir keluar, potensi koreksi lebih dalam semakin nyata. Sebaliknya, jika kondisi makroekonomi mendukung dan terjadi peningkatan partisipasi ritel serta inflow stablecoin, pasar kripto memiliki peluang untuk stabil kembali.
