DXY Jatuh di Bawah Level Kunci Sejak 2011, Prediksi Rally Bitcoin Mirip Tahun 2017 & 2020

Indeks Dolar Amerika Serikat (DXY) baru-baru ini menembus level penting di bawah angka 96, sebuah titik yang terakhir kali terjadi pada awal 2022. Penurunan ini sekaligus memutuskan garis dukungan yang telah bertahan selama 15 tahun, mengindikasikan perlunakan dolar AS yang signifikan sejak 2011.

Turunnya DXY kali ini terjadi di tengah berbagai faktor makroekonomi dan pernyataan terbaru dari mantan Presiden Donald Trump. Situasi tersebut mengangkat harapan pasar terhadap potensi reli Bitcoin (BTC) dalam waktu dekat.

Tekanan Makroekonomi pada Dolar AS

Beberapa perkembangan makro yang terjadi belakangan ini turut memberikan tekanan berkelanjutan pada indeks dolar. Salah satunya adalah spekulasi intervensi yen Jepang, yang menyebabkan penguatan JPY sekaligus melemahkan dolar AS.

Selain itu, kekhawatiran terhadap stabilitas pasar global mulai muncul kembali. Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana IMF, menyatakan bahwa lembaganya kini memperkuat kemampuan memodelkan skenario “tak terduga” dan menyiapkan respons kebijakan untuk ancaman tersebut. Hal ini mencakup potensi tekanan pada aset berdolar yang sedang dianalisis secara menyeluruh oleh IMF.

Dampak Pernyataan Politik terhadap Dolar

Mantan Presiden Donald Trump mengomentari penurunan dolar belakangan ini dengan meremehkan dampaknya, mengatakan bahwa nilai dolar “melakukan pekerjaan yang hebat”. Namun, setelah pernyataannya, DXY mencatat penurunan terbesar dalam satu hari sejak April, yang terkait dengan volatilitas akibat tarif perdagangan.

Pada pengujung perdagangan, indeks tersebut sempat turun ke titik terendah 95,5, level terlemah sejak Februari 2022, sebelum akhirnya menetap di angka 96. Penurunan melewati garis dukungan jangka panjang ini menjadi sinyal penting bagi para analis.

Proyeksi Tren Dolar dan Implikasinya untuk Bitcoin

Menurut para analis, tiga hari berikutnya sangat krusial. Bila candle bulanan DXY benar-benar menutup di bawah garis tren 15 tahun tersebut, prediksi menunjukkan dolar akan melemah lebih lanjut.

Ketergantungan terbalik antara dolar AS dan harga Bitcoin sudah dikenal luas. Fakta menarik dari penurunan khusus ini adalah bahwa histori menunjukkan DXY yang menembus di bawah angka 96 sering menjadi preseden reli besar Bitcoin.

Dua periode terakhir yang mirip terjadi pada 2017 dan 2020, yang diikuti oleh kenaikan signifikan pada harga Bitcoin. Hal ini menambah optimisme pelaku pasar terhadap pergerakan harga BTC dalam waktu dekat.

Sinyal Teknis Bullish Bitcoin

Analisis teknikal terbaru mengidentifikasi sinyal bullish untuk Bitcoin. Bitcoin Vector mengamati adanya divergensi bullish yang berkembang antara harga Bitcoin dan indikator relative strength index (RSI), sebuah pola teknis yang menunjukkan tekanan jual mulai melemah.

Sejarah menunjukkan bahwa setup seperti ini biasanya menghasilkan kenaikan sekitar 10%, dengan potensi Bitcoin mendekati level $95.000.

Selain itu, sinyal kuat juga muncul dari konfluensi kenaikan dalam fundamental jaringan dan likuiditas, bersamaan dengan dominasi BTC yang tetap stabil. Kondisi ini mengindikasikan awal dari pembalikan tren bullish yang besar.

Ketidakpastian dan Faktor Risiko

Meski ada indikasi tersebut, sebagian analis masih memperkirakan kemungkinan tekanan tambahan pada Bitcoin. Keberhasilan reli ini akan sangat bergantung pada konfirmasi dari dinamika pasar mata uang global dan aset risiko lainnya dalam beberapa minggu mendatang.

Pergerakan indeks dolar dan dampaknya terhadap Bitcoin menjadi titik fokus investor dan analis yang ingin mengantisipasi pergerakan pasar ke depan. Pemantauan ketat pada level-level kunci ini dapat memberikan wawasan penting bagi strategi investasi di kedua instrumen tersebut.

Exit mobile version