39% Pedagang dan 60% Bank AS Terima Pembayaran Kripto: 2026 Menjadi Titik Balik?

Perkembangan pembayaran dengan cryptocurrency di Amerika Serikat menunjukkan tren signifikan menuju adopsi luas. Saat ini, sebanyak 39% pedagang sudah menerima pembayaran menggunakan mata uang digital.

Data dari survei PayPal dan National Cryptocurrency Association (NCA) mengungkapkan bahwa 84% pedagang memperkirakan crypto akan menjadi metode pembayaran umum dalam lima tahun ke depan.

Dorongan Permintaan Konsumen Mendorong Adopsi Crypto
Sebanyak 88% pedagang melaporkan menerima pertanyaan dari pelanggan tentang pembayaran dengan crypto. Sekitar 69% pelanggan dikatakan menggunakan crypto setidaknya sebulan sekali.

Generasi milenial dan Gen Z menunjukkan minat paling tinggi, yakni 77% dan 73%. Khususnya pedagang kecil, 82% menerima pertanyaan pembayaran crypto dari Gen Z.

Industri yang paling banyak menerima crypto meliputi perhotelan dan perjalanan (81%), barang digital, game, dan retail mewah (76%), serta retail dan e-commerce (69%).

May Zabaneh, Wakil Presiden PayPal, menuturkan bahwa pembayaran crypto kini telah melewati tahap eksperimen dan mulai masuk ke transaksi sehari-hari. Metode ini dikatakan bisa menjadi alat pertumbuhan apabila penyajiannya semudah pembayaran kartu atau online.

Hambatan Utama Adopsi Adalah Kemudahan Penggunaan
Sebanyak 90% pedagang menyatakan mereka akan menerima crypto jika proses penerimaannya semudah kartu kredit. Menurut Stu Alderoty, Presiden NCA, masalah bukan terletak pada ketertarikan terhadap crypto, tetapi pada pemahaman bagaimana menggunakan sistemnya secara sederhana dan mudah.

Upaya edukasi dan penyederhanaan menjadi fokus utama agar bisnis dan konsumen bisa memakai crypto dalam transaksi sehari-hari secara nyaman.

Perbankan Tradisional Mulai Menangkap Peluang Crypto
Sebanyak 60% bank terbesar AS kini sudah meluncurkan atau mengumumkan layanan custodian dan perdagangan Bitcoin. Dari 25 bank besar, 15 lembaga telah terjun dalam layanan ini.

Beberapa bank seperti PNC Group menawarkan layanan custodian dan trading sekaligus. JPMorgan Chase, Charles Schwab, dan UBS fokus pada layanan trading. Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Wells Fargo memberikan akses khusus bagi nasabah kaya. American Express menghadirkan kartu penghargaan berbasis Bitcoin.

Investasi Infrastruktur Pembayaran Crypto Meningkat Pesat
Jaringan pembayaran crypto, Mesh, telah mengumpulkan dana sebesar $75 juta dalam putaran Seri C, menempatkannya sebagai unicorn dengan valuasi mencapai $1 miliar. Total pendanaan hingga kini telah melewati $200 juta.

Dragonfly Capital memimpin pendanaan ini, dengan partisipasi Paradigm, Coinbase Ventures, dan SBI Investment. Sebagian dana yang terkumpul dibayarkan menggunakan stablecoin, menandakan kepercayaan institusi besar terhadap settlement berbasis blockchain.

Teknologi inti Mesh, SmartFunding, memungkinkan pembayaran dalam crypto apapun dan penyelesaian instan dalam stablecoin atau mata uang fiat yang dipilih pedagang. Jangkauan jaringannya mencakup lebih dari 900 juta pengguna di seluruh dunia.

Bam Azizi, CEO Mesh, menyatakan bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh jumlah token yang diterbitkan, tetapi oleh keberhasilan membangun jaringan yang menggantikan sistem kartu tradisional.

Penggabungan Permintaan, Finansial Tradisional, dan Infrastruktur
Tiga aspek yang bersinggungan ini mencerminkan bahwa pembayaran crypto sudah mencapai titik kritis. Konsumen, terutama generasi muda, sangat antusias menggunakan crypto. Pedagang dan institusi keuangan mulai merespon dengan menyediakan layanan yang dibutuhkan.

Meski masih ada tantangan seputar kemudahan penggunaan, perkembangan teknologi terus berupaya menyamarkan kompleksitas di balik antarmuka yang familiar dan mudah diakses bagi pengguna sehari-hari.

Industri pembayaran digital kini sedang bertransformasi dari sekadar spekulasi menjadi bagian dari infrastruktur keuangan utama. Tanda-tanda awal transisi besar ini diprediksi akan semakin nyata dalam beberapa tahun mendatang.

Terkait