TikTok Perbaiki Gangguan Aplikasi Akibat Pemadaman Listrik, Pengguna Alami Masalah Loading dan Engagement

TikTok baru-baru ini merilis pembaruan terkait masalah teknis yang dialami sebagian penggunanya setelah terjadi gangguan pada aplikasi. Masalah ini dilaporkan terjadi usai pemadaman listrik yang memengaruhi salah satu pusat data TikTok di Amerika Serikat.

Gangguan tersebut menyebabkan beberapa pengguna menghadapi waktu muat yang lebih lambat dan penurunan interaksi dalam aplikasi. TikTok menyatakan bahwa kondisi ini berhubungan langsung dengan pemadaman listrik di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Amerika Serikat bagian timur pada akhir Januari lalu.

Penyebab Gangguan TikTok di Amerika Serikat
Oracle, bagian dari usaha patungan Amerika yang mengelola infrastruktur TikTok di AS, mengonfirmasi adanya pemadaman listrik akibat cuaca buruk. Pusat data mereka mengalami gangguan daya yang berdampak pada performa TikTok secara nasional. Oracle dan TikTok bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini secara cepat dan memulihkan layanan ke kapasitas penuh.

Menurut juru bicara Oracle, "Kesulitan yang dialami pengguna TikTok di AS adalah akibat masalah teknis pasca pemadaman listrik." Pengguna masih dapat merasakan beberapa gangguan saat memuat konten atau memposting video meski sudah ada kemajuan dalam pemulihan sistem.

Laporan Pengguna dan Dampaknya pada Pengalaman Aplikasi
Situs pelacak gangguan Downdetector menerima lebih dari 585.000 laporan dalam 24 jam yang menunjukkan masalah fungsi aplikasi dan periode pengambilan konten pada halaman utama tidak berjalan lancar. Pada puncaknya, hingga 36.000 laporan masuk hanya dalam 15 menit, menandakan luasnya dampak gangguan.

Beberapa creator melaporkan bahwa tampilan jumlah tayangan dan like pada video mereka menunjukkan angka nol. TikTok menjelaskan kondisi ini sebagai error tampilan yang disebabkan oleh waktu tunggu sistem server yang habis. Data asli dan engagement sebenarnya tetap aman tanpa hilang.

Selain gangguan teknis, muncul kekhawatiran dari sejumlah pengguna yang mengeluh kehilangan akses terhadap konten berita dan politik. Ada tuduhan sensor terhadap topik sensitif seperti demonstrasi anti-imigrasi dan kasus Jeffrey Epstein. California bahkan mengumumkan akan mengkaji apakah TikTok melakukan pelanggaran hukum terkait sensor isi konten.

Namun, setelah gangguan mereda, konten dengan tema politik kembali tersedia secara normal di aplikasi. TikTok belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tuduhan sensor tersebut.

Konteks Perubahan Kepemilikan TikTok di AS
Gangguan ini terjadi beberapa hari setelah TikTok menyelesaikan kesepakatan pembentukan usaha patungan mayoritas kepemilikan Amerika untuk mengelola aplikasi. Langkah ini diambil untuk menghindari larangan penggunaan TikTok di AS yang sudah berlangsung selama beberapa tahun akibat kekhawatiran keamanan data.

Perusahaan bernama TikTok USDS Joint Venture LLC ini terdiri dari investor Amerika dan global seperti Oracle, Silver Lake, dan MGX Abu Dhabi yang menguasai 80,1% saham. Sementara ByteDance, perusahaan induk asal China, tetap mempunyai 19,9% saham.

Perubahan ini juga disertai pembaruan pada Syarat Layanan dan Kebijakan Privasi TikTok yang mulai berlaku pada 22 Januari. Tujuannya adalah menjaga keamanan data pengguna AS dan manajemen algoritma melalui langkah-langkah privasi dan siber yang lebih ketat.

Fakta Utama Mengenai Gangguan TikTok

  1. Pemadaman listrik terjadi di satu pusat data TikTok AS karena cuaca ekstrem.
  2. Lebih dari setengah juta laporan gangguan masuk dalam waktu 1 hari.
  3. Pengguna mengalami penurunan performa, tampilan jumlah tayangan nol, dan konten yang tidak update.
  4. TikTok dan Oracle melaporkan kemajuan signifikan dalam pemulihan infrastruktur.
  5. Tuduhan sensor konten politik muncul, namun konten kembali tersedia normal setelah gangguan.
  6. Gangguan bertepatan dengan peluncuran usaha patungan mayoritas AS untuk mengelola TikTok.

Gangguan teknis yang melanda TikTok menjadi perhatian besar karena memengaruhi pengalaman jutaan pengguna di Amerika Serikat. Langkah pemulihan dan monitoring terus dilakukan oleh pihak TikTok dan mitra lokal untuk memastikan kestabilan platform. Perubahan kepemilikan dan regulasi baru juga menjadi bagian strategis menjaga kepercayaan pengguna dan keamanan data.

Pengguna dianjurkan tetap mengikuti pembaruan resmi dari TikTok untuk informasi terbaru mengenai perbaikan dan layanan. Upaya transparansi dan respons cepat menjadi hal krusial di tengah situasi yang berkembang.

Terkait