Code Vein 2 hadir sebagai sebuah aksi RPG bergaya anime yang menggabungkan elemen soulslike dengan tempo pertempuran yang cepat dan mudah didekati. Game ini menampilkan dunia post-apokaliptik penuh vampir yang memadukan seni gotik dan art deco, dengan latar belakang cerita perjalanan waktu yang membingungkan namun dibalut dengan estetika menarik. Sayangnya, optimasi yang kurang dan karakter yang lemah menjadi kendala yang menghambat potensi penuh game ini.
Tempo Pertempuran yang Cepat dan Dinamis
Code Vein 2 membawa pendekatan yang berbeda dari judul soulslike pada umumnya. Alih-alih mengandalkan pertahanan ketat dan stamina yang kaku, pertempuran dalam game ini terasa lebih seperti hack-and-slash yang mempersilakan pemain untuk lebih agresif. Sistem serangan ringan menjadi andalan hingga ke tahap bos tersulit, tanpa harus selalu mengandalkan serangan spesial atau life-draining skill bernama Jails. Hal ini membuat game terasa lebih mudah dan cepat namun tetap menghibur.
Karakter AI pendamping turut berperan aktif, tak hanya memberikan damage tambahan tetapi juga menarik perhatian musuh dan bahkan mengorbankan diri sementara agar pemain bisa memperoleh kesempatan kedua saat mati. Keberadaan fitur ini mendukung gaya bermain “fight first, think later” yang sangat didorong oleh permainan.
Pengembangan karakter pun cukup dalam, dengan berbagai pilihan senjata yang dapat diupgrade ke elemen berbeda serta beragam perlengkapan yang meningkatkan statistik. Namun, semua ini terasa opsional karena tantangan di dalam game bisa diselesaikan dengan pendekatan sederhana dan grinding EXP biasa.
Visual dan Eksplorasi yang Variatif, Tapi Terhambat Performa
Dungeons di Code Vein 2 sangat beragam mulai dari penjara keamanan tinggi, taman hiburan terbengkalai, hingga bangunan tenggelam di bawah laut. Variasi visual ini menjadi kekuatan utama yang membuat eksplorasi terasa segar dan menyenangkan. Lokasi-lokasi tersebut dibuat dengan ukuran yang padat sehingga perjalanan pemain tidak terasa membosankan.
Namun, ketika memasuki dunia terbuka yang menjadi pembeda utama dari game sebelumnya, pengalaman mengeksplorasi justru dirusak oleh performa yang kurang stabil. Meskipun sudah menggunakan perangkat dengan spesifikasi cukup tinggi (Intel Core i7-13700F dan GeForce RTX 3060 Ti), framerate sering mengalami penurunan drastis dan loading tekstur yang mengganggu. Hal ini mengurangi kesenangan terutama saat memasuki area yang lebih luas dan berkonsep alam bebas.
World map yang menjanjikan waktu perjalanan antara era masa lalu dan masa kini ternyata membosankan karena hampir tidak ada perbedaan signifikan antara keduanya. Bangunan dan kendaraan yang sama persis berada di kedua waktu, sehingga konsep perjalanan waktu terasa kurang dieksplorasi dengan baik.
Karakter Khas Anime yang Kurang Mendalam
Code Vein 2 menampilkan jajaran karakter bergaya anime yang cukup menarik secara visual. Namun, pengembangan sifat dan latar belakang mereka terasa klise dan stereotipikal. Setiap karakter diisi dengan formula mudah seperti gadis kecil yang eksentrik, pria dingin nan bijak, atau tokoh dengan sifat tertentu yang mudah ditebak tanpa kedalaman narasi.
Narasi yang diusung berusaha membangun drama operatik dan tragedi, tetapi eksekusinya kerap terjebak dalam dialog monoton dan cutscene pendek yang tidak mampu membangun ikatan emosional secara kuat. Detak soundtrack orkestra dengan melodi piano dan gesekan string memang cukup mendukung suasana, namun kurangnya konsistensi kualitas grafis di bagian-bagian cerita justru melemahkan momen dramatis tersebut.
Sistem Soulslike yang Tidak Selalu Kompatibel
Walau memiliki elemen klasik soulslike seperti pengelolaan stamina, titik penyembuhan setara bonfire, dan mekanisme dodge yang tak terkalahkan, Code Vein 2 menunjukkan bahwa sistem ini kadang menjadi kendala bagi permainan yang mengedepankan kecepatan dan agresi. Stamina terasa seperti "tali pengikat" yang membatasi pemain untuk menerapkan gaya bermain bertempur tanpa henti yang sebenarnya diinginkan oleh game.
Perpaduan antara sistem ini dengan gameplay fast-paced menghasilkan sebuah pengalaman yang unik – tetap menantang dengan tempo tinggi, namun tidak terlalu mengekang sehingga bisa dinikmati oleh pemain dengan berbagai tingkat keahlian.
Daftar Kelebihan dan Kekurangan Code Vein 2:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Tempo pertempuran cepat dan seru | Performa buruk, frame rate tidak stabil |
| Pendamping AI efektif dan independen | Karakter dan cerita dangkal dan klise |
| Visual dungeons bervariasi dan menarik | Konsep waktu yang kurang dieksplorasi |
| Kustomisasi dan upgrade senjata | Sistem crafting tidak optimal dan terasa kurang perlu |
| Leveling RPG yang memudahkan pemain | Elemen soulslike kadang menghambat agresi |
Pada akhirnya, Code Vein 2 adalah game yang menyajikan aksi cepat dengan suasana unik dunia post-apokaliptik vampir. Meskipun karakter dan cerita tidak terlalu mendalam, gameplay yang mudah diakses dan varian visual yang menarik membuatnya tetap layak dicoba. Namun, bagi pemain yang mengharapkan sebuah RPG soulslike yang serius dan mendalam, game ini mungkin kurang memuaskan karena podekatan yang lebih ringan dan beberapa masalah teknis yang mengganggu.





