Crypto custody firm Copper saat ini dikabarkan tengah melakukan pembicaraan awal mengenai kemungkinan pelaksanaan penawaran umum saham perdana (IPO). Informasi ini berasal dari tiga sumber yang mengetahui secara langsung proses tersebut.
Beberapa bank investasi ternama seperti Goldman Sachs, Citi, dan Deutsche Bank disebut-sebut terlibat dalam rencana IPO ini. Namun, keputusan final untuk melanjutkan penawaran saham bergantung pada kinerja pendapatan Copper dalam waktu dekat.
Tren Perusahaan Crypto Menuju IPO
Copper termasuk dalam kelompok perusahaan aset digital yang mulai mempertimbangkan pencatatan saham di pasar publik. Hal ini mengikuti jejak BitGo, penyedia jasa kustodi digital lainnya, yang sukses melantai di Bursa Saham New York baru-baru ini.
BitGo melepas saham perdananya dengan harga $18 dan sempat mengalami kenaikan 36% pada hari pertama perdagangan. Meski demikian, harga saham BitGo sempat turun sekitar 30% menjadi sebesar $12,50 dalam waktu singkat setelah IPO.
Industri cryptocurrency sendiri mulai memasuki fase yang lebih matang dengan sejumlah perusahaan terkait memasuki pasar modal. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya kepastian regulasi dan sikap pro-crypto dari Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat.
Data IPO Crypto yang Signifikan
Sepanjang tahun 2025, tercatat setidaknya 11 perusahaan kripto telah melaksanakan IPO dan berhasil mengumpulkan dana sebesar $14,6 miliar. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai $310 juta, menurut data Pitchbook.
Meski banyak debut yang sukses dengan kenaikan harga saham signifikan hingga 200% di hari pertama, ada juga yang menghadapi tantangan volatilitas pasar setelah pencatatan, seperti pada Gemini, yang mengalami penurunan harga di bawah harga penawaran awal.
Fokus Tahun 2026: Infrastruktur Keuangan
Menurut Laura Katherine Mann, mitra di firma hukum White & Case, tahun 2026 akan lebih ditekankan pada perusahaan yang berfokus pada infrastruktur keuangan kripto. Investor publik kini mencari perusahaan yang menunjukkan kepatuhan regulasi matang, pendapatan berulang, dan ketahanan operasional.
Copper sesuai dengan profil tersebut karena menyediakan infrastruktur kripto dengan tingkat institusional. Layanan mereka mencakup sistem kustodi berbasis teknologi multi-party computation (MPC), penyelesaian transaksi, dan layanan prime brokerage yang dirancang untuk meminimalkan risiko lawan transaksi bagi bank dan perusahaan perdagangan.
Pada Maret tahun lalu, Copper mengangkat Tammy Weinrib sebagai Chief Compliance Officer dan Bank Secrecy Act Officer wilayah Amerika sebagai bagian dari strategi ekspansi mereka. Sebelumnya, pada Oktober 2024, penunjukan Amar Kuchinad sebagai CEO global menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan posisi mereka di pasar institusional.
Peran Infrastruktur dalam Ekosistem Crypto
Infrastruktur keuangan menjadi fondasi penting bagi perkembangan industri aset digital agar dapat bersinergi dengan pasar tradisional. Keberhasilan BitGo dan mulai bermunculannya perusahaan seperti Copper yang fokus pada keamanan dan kepatuhan mencerminkan perubahan landscape industri crypto.
Dengan semakin jelasnya regulasi dan peningkatan profesionalisme, IPO perusahaan fintech berbasis blockchain & crypto dianggap sebagai jalan strategis untuk memperkuat kepercayaan investor dan menyediakan modal bagi ekspansi lebih lanjut.
Copper, dengan teknologi dan fokus tata kelola yang ketat, berpotensi menjadi salah satu pelaku utama yang menentukan arah keberlanjutan integrasi crypto dalam pasar modal global. Keputusan resmi terkait IPO dapat ditentukan oleh performa keuangan mereka dalam beberapa bulan ke depan.
