OpenAI meluncurkan fitur baru dalam ChatGPT yang fokus pada kesehatan. Fitur ini dirancang untuk menganalisis data kebugaran dari aplikasi seperti Apple Health, MyFitnessPal, dan Peloton. Tujuannya adalah menyediakan tren jangka panjang dan hasil yang dipersonalisasi bagi penggunanya.
Namun, sejumlah pengujian awal mengindikasikan bahwa kemampuan ChatGPT Health dalam mengevaluasi data tersebut belum sepenuhnya andal. Ada kekhawatiran bahwa fitur ini malah bisa menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Evaluasi Kesehatan yang Kontroversial
Dalam sebuah pengujian oleh The Washington Post, ChatGPT Health diberikan akses pada data Apple Health selama sepuluh tahun. Hasilnya, chatbot ini memberikan nilai F untuk kesehatan jantung sang reporter. Namun, setelah diperiksa oleh seorang ahli jantung, penilaian tersebut dinilai tidak berdasar dan risiko penyakit jantung sang reporter sebenarnya sangat rendah.
Dr. Eric Topol dari Scripps Research Institute menegaskan bahwa alat seperti ChatGPT Health belum siap untuk memberikan nasihat medis. Ia mengkritik penggunaan data dari perangkat smartwatch yang seringkali tidak akurat atau memiliki keterbatasan teknis.
Ketergantungan pada Data Smartwatch
Penilaian rendah ChatGPT Health terutama didasarkan pada estimasi VO2 max dan variabilitas detak jantung dari Apple Watch. Kedua parameter ini memang dikenal memiliki keterbatasan, terutama karena hasil dapat bervariasi antara perangkat dan versi software yang digunakan.
Penelitian independen menunjukkan bahwa estimasi VO2 max dari Apple Watch sering kali lebih rendah dari kenyataan, tetapi ChatGPT tetap memperlakukannya sebagai indikator jelas dari kesehatan yang buruk. Hal ini menyebabkan potensi misinterpretasi data oleh pengguna.
Inkonstistensi dalam Penilaian
Masalah lain yang ditemukan adalah ketidakstabilan hasil penilaian. Ketika pengujian sama diulang, nilai kesehatan jantung yang diberikan ChatGPT Health berubah-ubah dari F hingga B. Chatbot ini juga terkadang mengabaikan data penting seperti hasil tes darah terbaru atau bahkan lupa informasi dasar seperti usia dan jenis kelamin pengguna.
Selain itu, chatbot lain seperti Anthropic Claude for Healthcare yang juga baru diperkenalkan mengalami masalah serupa, memberikan nilai yang berubah-ubah antara C dan B minus.
Risiko Kepanikan dan Pemberian Rasa Aman Palsu
OpenAI dan Anthropic menegaskan bahwa produk mereka tidak bertujuan menggantikan dokter dan hanya memberikan konteks umum. Namun, penilaian yang terasa sangat personal dan yakin ini dapat menimbulkan kebingungan.
Pengguna sehat bisa merasa cemas akan risiko yang sebenarnya rendah, sementara pengguna dengan masalah kesehatan serius mungkin merasa terlalu yakin tanpa melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Kombinasi otoritas wawasan dengan inkonsistensi ini berpotensi memicu dampak negatif pada kesejahteraan pengguna.
Pelajaran dari Penggunaan Data Kesehatan Jangka Panjang
AI memiliki potensi besar dalam memberi wawasan dari data kesehatan jangka panjang. Namun, pengujian awal memperlihatkan bahwa memasukkan data kebugaran selama bertahun-tahun ke dalam alat-alat seperti ChatGPT Health masih menimbulkan lebih banyak kebingungan daripada kejelasan.
Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan fitur tersebut secara serius:
- Ketepatan data sumber seperti perangkat kebugaran dan aplikasi yang digunakan
- Inkonsistensi hasil penilaian pada waktu yang berbeda
- Keterbatasan AI dalam menginterpretasikan data medis kompleks
- Pentingnya konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional
Para ahli menekankan bahwa meski AI dapat menjadi alat bantu yang bermanfaat, keputusan kesehatan serius harus tetap didasarkan pada evaluasi medis konvensional dan diagnosis oleh profesional kesehatan terlatih.
Fitur analisis data kebugaran dalam ChatGPT Health masih dalam tahap awal pengembangan. Evaluasi lebih lanjut dan peningkatan teknologi perlu dilakukan agar dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan dapat diandalkan. Pengguna disarankan tetap berhati-hati dan tidak mengandalkan sepenuhnya pada penilaian otomatis ini tanpa konfirmasi medis yang tepat.
