Survei terbaru dari konferensi Game Developers Conference (GDC) menunjukkan pergeseran signifikan sikap para pengembang game terhadap penggunaan kecerdasan buatan generatif (generative AI) dalam industri game. Kini, lebih dari setengah responden menyatakan bahwa generative AI berdampak negatif bagi industri game, meningkat drastis dibandingkan hanya dua tahun lalu.
Sebanyak 52% dari lebih 2.300 pengembang game yang disurvei menganggap generative AI memberikan pengaruh buruk. Data ini jauh lebih tinggi dibandingkan 18% pada dua tahun lalu dan 30% pada tahun lalu. Sementara itu, hanya 7% pengembang yang melihat AI generatif sebagai hal positif, mengalami penurunan dari 13% pada tahun sebelumnya.
Penggunaan AI dalam Industri Game
Meski begitu, proporsi pengembang yang menggunakan generative AI tidak mengalami perubahan besar dalam dua tahun terakhir, yaitu sekitar 33%. Namun, tujuan pemakaian AI lebih banyak untuk keperluan non-kreatif seperti riset, brainstorming, dan pekerjaan administratif.
Menurut laporan GDC, rincian pemakaian AI generatif adalah sebagai berikut:
- Riset dan pemikiran kreatif: 81%
- Pekerjaan kantor, seperti menjawab email: 47%
- Bantuan dalam pemrograman: 47%
- Prototyping produk: 35%
Penggunaan AI untuk menghasilkan aset game langsung, seperti desain karakter atau lingkungan permainan, masih jarang dilakukan.
Perbedaan Sikap Berdasarkan Jabatan
Penggunaan AI juga lebih dominan di kalangan profesional bisnis dan manajemen atas. Sekitar 58% pekerja bisnis menggunakan alat AI, sementara tingkat pemakaian di manajemen puncak mencapai 47%, dan pengembang lini bawah hanya 29%. Posisi direktur studio berada di tengah-tengah dengan 36% pengguna AI.
Hal ini mengonfirmasi dugaan bahwa level eksekutif lebih mengandalkan teknologi AI sebagai alat produktivitas dibandingkan para kreator langsung seperti artis atau programmer.
Kontroversi dan Kekhawatiran di Kalangan Pengembang
Beragam pandangan muncul dari para pengembang game. Ada yang mendukung AI dan menganggap kritik terhadapnya hanya "moral panic." Bahkan ada yang membuat platform AI dengan tujuan menggantikan pekerjaan pengembang konvensional, membiarkan pengguna muda membuat konten mereka sendiri melalui AI.
Di sisi lain, banyak pengembang yang kontra sangat khawatir dengan dampak AI generatif. Mereka menilai teknologi ini dibangun atas dasar "pencurian dan plagiarisme," karena AI hanya menggabungkan ulang karya yang sudah ada tanpa inovasi sesungguhnya. Seorang pengawas desain game di Inggris bahkan menyatakan lebih memilih keluar dari industri daripada menggunakan generative AI.
Beberapa komentar satir pun muncul, seperti dari seorang konsultan desain game di Amerika Serikat yang berujar bahwa jika ada anggota tim yang ingin pakai generative AI, maka dianggap sudah "diasimilasi oleh The Thing" dan pantas "dibakar hidup-hidup oleh Kurt Russell" — merujuk humor gelap dari film horor.
Dampak Terhadap Kualitas dan Kreativitas Game
Kekhawatiran utama berpusat pada bagaimana AI generatif mungkin merusak kreativitas dan orisinalitas dalam proses pengembangan game. Kreator percaya bahwa sentuhan manusia dalam seni, desain, dan narasi masih sangat penting untuk menghasilkan pengalaman unik dan bermakna bagi pemain.
Sementara AI dianggap bermanfaat sebagai alat bantu dalam riset, organisasi kerja, dan debugging, tidak sedikit yang menilai jika AI digunakan untuk menggantikan kreatifitas manusia, maka industri game bisa kehilangan identitas dan nilai seni yang selama ini berkembang.
Peran Kebijakan dan Etika
Isu etika penggunaan AI juga makin disoroti. Pengembang menuntut adanya regulasi ketat agar teknologi ini tidak dieksploitasi untuk plagiarisme, serta agar hak cipta kreator dihormati. Industri game masih dalam tahap penyesuaian menghadapi teknologi ini, dengan pandangan yang sangat beragam dari berbagai lapisan pekerja.
Hal ini menunjukkan bahwa generative AI bukan hanya teknologi baru, tetapi juga tantangan budaya dan moral yang membutuhkan dialog serius. Bagaimana menyelaraskan kemajuan teknologi dengan pelestarian kreativitas dan hak-hak pengembang menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh pemangku kepentingan.
Pemahaman dan penerimaan terhadap generative AI dalam dunia pengembangan game terus berkembang, namun tren saat ini menunjukkan adanya resistensi kuat dari mayoritas kreator. Sikap tersebut mencerminkan kekhawatiran mendalam atas masa depan industri game jika AI generatif tidak diatur dengan bijak dan bertanggung jawab.
