Trump Diperkirakan Nominasikan Kevin Warsh yang Pro Bitcoin sebagai Ketua The Fed Pengganti Powell

Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengajukan nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya. Pengumuman resmi mengenai penunjukan ini dijadwalkan akan dilakukan pada pagi hari Jumat.

Kevin Warsh telah menjadi kandidat utama untuk menggantikan Jerome Powell, Ketua Fed saat ini, yang masa jabatannya berakhir pada Mei. Pasar prediksi saat ini menempatkan peluang Warsh untuk dinominasikan di angka lebih dari 90 persen.

Profil Kevin Warsh dan Reputasinya

Warsh pernah menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve dari tahun 2006 hingga 2011. Setelah meninggalkan Fed, dia tetap menjadi suara penting dalam kebijakan moneter di Amerika Serikat.

Menurut laporan Reuters, Trump bertemu langsung dengan Warsh pada Kamis lalu. Sumber mengatakan bahwa Warsh memberikan kesan yang sangat kuat dalam pertemuan tersebut, menambah keyakinan atas kemungkinannya untuk dipilih.

Di beberapa pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi, peluang Warsh melonjak tajam dari sekitar 30 persen menjadi antara 93 hingga 95 persen. Hal ini menyebabkan kandidat sebelumnya, seperti Rick Rieder, mengalami penurunan signifikan dalam peluang nominasi.

Kebijakan Moneter dan Dampaknya ke Pasar

Kevin Warsh dikenal sebagai kandidat dengan pendekatan hawkish, artinya dia cenderung mendukung kebijakan fiskal yang disiplin ketat. Dia juga mengusung sikap lebih tegas terhadap pengendalian inflasi dan mendukung pengurangan kebijakan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing).

Reaksi pasar terhadap potensi nominasi Warsh sudah mulai terlihat, dengan menguatnya dollar AS dan kenaikan hasil obligasi Treasury. Investor menyesuaikan strategi mereka berdasarkan ekspektasi perubahan kebijakan moneter ke arah yang lebih ketat.

Sikap Warsh Terhadap Bitcoin dan Aset Digital

Berbeda dengan Jerome Powell yang cenderung meremehkan peran Bitcoin dalam sistem keuangan AS, Warsh memiliki pandangan yang lebih positif terhadap aset kripto ini. Dalam wawancara dengan Hoover Institution pada bulan Juli, Warsh mengatakan bahwa Bitcoin tidak mengancam otoritas Fed.

Warsh menilai Bitcoin justru dapat menjadi bentuk umpan balik pasar yang membantu mengawasi kebijakan moneter. Dia mengungkapkan, “Bitcoin tidak membuat saya khawatir,” dan mengatakan bahwa mata uang digital ini dapat “memberikan disiplin pasar” serta bertindak sebagai “polisi yang baik untuk kebijakan.”

Pandangan ini mendapatkan respons positif dari pelaku pasar kripto yang melihat Bitcoin sebagai instrumen lindung nilai terhadap potensi kesalahan kebijakan moneter.

Dampak Potensial Penunjukan Warsh

Jika penunjukan Warsh dikonfirmasi, ini akan menjadi perubahan nada signifikan di dalam Federal Reserve. Selain memengaruhi kebijakan fiskal dan moneter, kehadiran Warsh dapat mengubah dialog tentang peran aset digital di ekonomi AS.

Pengaruhnya diperkirakan tidak hanya akan terbatas pada pasar risiko, tetapi juga pada posisi regulasi dan penerimaan terhadap mata uang digital seperti Bitcoin. Penunjukan ini berpotensi membuka pintu bagi pendekatan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap inovasi keuangan berbasis teknologi blockchain.

Sebagai calon Ketua Fed, Kevin Warsh menghadirkan kombinasi kebijakan moneter yang lebih ketat serta pandangan progresif terhadap aset kripto. Perkembangan ini penting untuk diikuti oleh para investor dan analis ekonomi yang menilai arah kebijakan moneter Amerika Serikat di masa mendatang.

Berita Terkait

Back to top button