Digital Edge berencana menginvestasikan dana sebesar US$ 4,5 miliar untuk membangun pusat data super besar di Bekasi. Proyek ini dinamakan CGK Campus dan akan menjadi salah satu kampus data center hyperscale AI terbesar di Indonesia. Pusat data ini dirancang dengan kapasitas awal mencapai 500 MW dan dapat diperluas hingga 1 GW sesuai kebutuhan di masa depan.
CGK Campus akan dibangun di kawasan industri GIIC Industrial Estate, Bekasi, yang strategis. Lokasinya hanya berjarak 15 kilometer dari klaster data center besar lainnya dan sekitar 40 kilometer dari fasilitas Digital Edge di pusat Jakarta yang sudah beroperasi, yaitu EDGE1 dan EDGE2.
Pembangunan dan Target Operasional
Pembangunan CGK Campus direncanakan dilakukan secara bertahap. Target operasional fase pertama adalah di akhir tahun 2026. Selanjutnya, fase kedua dan ketiga ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama dan kedua tahun berikutnya. Strategi ini memungkinkan penyesuaian kapasitas seiring pertumbuhan kebutuhan teknologi digital.
Menurut John Freeman, CEO Digital Edge, CGK Campus merupakan langkah penting dalam strategi kawasan Asia Pasifik. Investasi ini menandai komitmen perusahaan dalam memperkuat infrastruktur digital di Indonesia dan mendukung perkembangan teknologi cloud dan AI yang terus berkembang.
Peran Digital Edge dan Indointernet Tbk
Digital Edge merupakan salah satu bagian penting dari PT Indointernet Tbk (EDGE), emiten telekomunikasi yang aktif memperluas kapasitas teknologinya. Tahun ini EDGE telah menggelontorkan suntikan modal sebesar Rp 283 miliar ke dua anak usahanya, PT Digital Gayana Ekagrata (DGE1) dan PT Digital Gayana Ekaprana (DGE2).
Modal tambahan ini difokuskan untuk kebutuhan belanja modal masing-masing entitas anak sehingga mampu mendukung ekspansi dan pembangunan fasilitas baru. Nilai modal yang ditingkatkan mencapai Rp 38 miliar untuk DGE1 dan sebesar Rp 245 miliar untuk DGE2. Indointernet memiliki hampir seluruh saham di dua perusahaan tersebut, yakni 99,99 persen.
Konteks Ekonomi Digital dan Pentingnya Infrastruktur Data
Stephanus Oscar, CEO Digital Edge Indonesia, menekankan percepatan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia yang saat ini jauh melampaui ketersediaan infrastruktur penunjang. Infrastruktur seperti pusat data berkualitas tinggi menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung perkembangan teknologi layanan cloud dan aplikasi kecerdasan buatan.
AI dianggap sebagai pendorong utama masa depan layanan cloud dan enterprise yang sangat penting untuk berbagai sektor industri. Digital Edge berkomitmen untuk berada di garis depan transformasi digital ini dengan menyediakan kapasitas pusat data yang modern dan handal.
Manfaat dan Dampak Investasi CGK Campus
- Meningkatkan kapasitas penyimpanan dan pengolahan data nasional yang krusial bagi pengembangan teknologi canggih.
- Mendukung ekosistem digital Indonesia agar dapat bersaing di tingkat global.
- Menjadi sumber pendapatan jangka panjang melalui layanan pusat data dan cloud yang terus meningkat peminatnya.
- Menghadirkan peluang kerja dan pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Lokasi strategis CGK Campus di kawasan GIIC juga mendukung integrasi dengan berbagai klaster industri teknologi di Bekasi dan Jakarta. Hal ini akan mempermudah kolaborasi dan pertukaran data antarperusahaan yang semakin intensif.
Digital Edge membuktikan komitmennya dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia dengan investasi besar di sektor pusat data. Proyek CGK Campus yang diperkirakan selesai bertahap hingga paruh pertama tahun berikutnya akan menjadi bagian penting dari infrastruktur digital yang menopang bisnis dan inovasi teknologi masa depan. Dengan kapasitas yang dapat ditingkatkan hingga 1 GW, fasilitas ini diharapkan menjadi sumber pendapatan dan penggerak ekonomi digital di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Percepatan pembangunan dan peningkatan modal pada anak usaha Digital Edge menunjukkan kesiapan perusahaan menghadapi lonjakan permintaan layanan data dan cloud yang berkelanjutan. Selain itu, pengawasan dari Bursa Efek Indonesia menyatakan transaksi modal ini bebas dari konflik kepentingan dan transparan, sehingga mendukung kepercayaan investor dan pasar terhadap upaya ekspansi Digital Edge.
Secara keseluruhan, strategi investasi Digital Edge untuk membangun kampus data hyperscale di Bekasi merupakan langkah terobosan dalam mendukung transformasi digital Indonesia. Proyek ini tidak hanya menyediakan infrastruktur mutakhir tetapi juga menjawab tantangan kebutuhan teknologi masa depan yang semakin kompleks dan dinamis.
