Keefe Bruyette Naikkan Target Core Scientific (CORZ) Jadi $25 Usai Beralih ke Infrastruktur AI

Core Scientific Inc. (NASDAQ: CORZ) menunjukkan perubahan strategi bisnis yang signifikan dari penambangan bitcoin menuju penyediaan infrastruktur komputasi berkinerja tinggi (HPC). Keefe Bruyette meningkatkan target harga saham Core Scientific menjadi $25 dari sebelumnya $19 dengan peringkat Outperform, karena optimisme terhadap potensi pertumbuhan perusahaan setelah penyesuaian model bisnisnya.

Perubahan arah ini didasarkan pada pergeseran Core Scientific yang fokus menyediakan layanan HPC leasing, menggantikan operasional penambangan aset digital. Meskipun penilaian saham masih didominasi oleh kontrak sewa CoreWeave yang sudah ada, analis Keefe Bruyette melihat peluang menarik terkait pembaruan pipeline dan kontrak baru yang akan diumumkan ke depan.

Sebelumnya, analis dari BTIG, Gregory Lewis, juga meng-upgrade rating Core Scientific dari Netral ke Buy dengan target harga $23. Setelah penolakan pemegang saham atas penggabungan dengan CoreWeave Inc., Lewis menilai perusahaan kini bisa lebih fokus pada visi dan strategi baru yang lebih potensial. Dia menyatakan bahwa Core Scientific menjadi salah satu saham dengan performa terburuk di antara perusahaan yang sedang melakukan transformasi infrastruktur dari penambangan kripto ke HPC secara terkelola. Namun, BTIG optimis bahwa Core Scientific akan mulai menunjukkan performa positif pada 2026, didorong oleh kontrak HPC colocation yang semakin banyak dan permintaan komputasi yang kuat.

Core Scientific beroperasi dalam tiga segmen utama, yaitu Digital Asset Self-Mining, Digital Asset Hosted Mining, dan HPC Hosting. Peralihan ke HPC Hosting menjadi fokus utama perusahaan sebagai respons terhadap tren industri yang bergeser ke solusi teknologi tinggi dan permintaan komputasi masif, terutama yang terkait dengan pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan aplikasi high-performance computing lainnya.

Peluang pertumbuhan Core Scientific semakin diperkuat oleh kebutuhan sektor teknologi terhadap infrastruktur komputasi yang mampu menangani beban kerja AI yang terus meningkat. Keputusan perusahaan untuk meninggalkan bisnis penambangan bitcoin yang volatil dan berisiko menuju HPC leasing membuka potensi pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Selain itu, pergeseran ini juga sejalan dengan tren global yang mendukung efisiensi energi dan penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam pusat data dan infrastruktur IT.

Meski demikian, beberapa analis mengingatkan bahwa investasi di saham terkait AI lainnya mungkin menawarkan potensi imbal hasil yang lebih besar dengan risiko lebih kecil dibandingkan Core Scientific saat ini. Terlebih, kebijakan tarif dan tren onshoring yang berlangsung saat ini juga turut memengaruhi dinamika pasar saham teknologi dan infrastruktur di AS.

Faktor-faktor berikut menjadi penting untuk dipertimbangkan dalam prospek Core Scientific:

1. Transisi bisnis dari penambangan kripto ke HPC Hosting.
2. Pengaruh kontrak yang sudah ditandatangani, khususnya dengan CoreWeave.
3. Pembaruan pipeline proyek dan perjanjian kerjasama baru yang akan diumumkan.
4. Kinerja pasar dan tren permintaan komputasi untuk AI dan teknologi high-performance.
5. Kebijakan tarif dan kondisi makroekonomi yang berdampak pada industri teknologi.

Core Scientific terus menetapkan langkah strategis yang berorientasi pada pasar teknologi tinggi. Perubahan ini tidak hanya menggambarkan adaptasi terhadap tren industri, tetapi juga menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi komputasi modern yang dapat memenuhi kebutuhan ekosistem teknologi dan ekonomi digital masa depan. Analisis terbaru dari Keefe Bruyette dan BTIG mengindikasikan kepercayaan yang meningkat terhadap arah baru perusahaan, terutama menjelang rilis laporan triwulan mendatang dan pengumuman kerjasama strategis lainnya.

Dengan berbagai dinamika positif tersebut, saham Core Scientific menjadi salah satu yang patut mendapat perhatian para investor teknologi, khususnya yang fokus pada perkembangan AI dan infrastruktur komputasi. Namun, tetap dibutuhkan pemantauan cermat terkait implementasi strategi perusahaan dan pengaruh faktor eksternal yang bisa mempengaruhi kinerja keuangan serta valuasi saham di pasar.

Berita Terkait

Back to top button