Bitcoin Alami Lonjakan Volatilitas Terbesar Sejak November, Trader Waspadai Risiko dan Peluang Besar

Author: Qoo Media

Bitcoin mengalami lonjakan volatilitas terbesar sejak November lalu, tercatat dari indeks volatilitas Deribit atau DVOL yang melonjak tajam dari sekitar 37 ke atas 44. Lonjakan ini terjadi saat aksi jual besar-besaran berlangsung, membuat para trader buru-buru mencari perlindungan dari penurunan harga melalui opsi.

DVOL merupakan indikator yang mirip dengan VIX di pasar saham, yang mengukur ekspektasi pergerakan harga bitcoin dalam 30 hari ke depan berdasarkan harga opsi. Saat DVOL naik, berarti trader membayar lebih untuk asuransi turun harga, menandakan meningkatnya ketakutan pasar walaupun harga spot bitcoin belum tentu bergerak drastis.

Penyebab Lonjakan Volatilitas Bitcoin

Lonjakan volatilitas bitcoin terjadi bersamaan dengan ketidakpastian makroekonomi yang meningkat, termasuk risiko penutupan pemerintah dan dinamika kepemimpinan baru Federal Reserve. Volatilitas serupa juga terjadi di pasar tradisional, di mana VIX juga naik, menunjukkan bahwa pasar global sedang memasuki fase risiko tinggi, bukan hanya terjadi di aset kripto.

Data dari Deribit mengungkapkan bahwa meskipun volatilitas bitcoin naik, tingkat implied volatility saat ini masih relatif moderat bila dibandingkan dalam konteks historis. IV Rank bitcoin berada di angka 36, artinya volatilitas saat ini tidak jauh di atas level terendah selama setahun terakhir. Sedangkan IV Percentile yang mendekati 50 menunjukkan volatilitas saat ini lebih tinggi dibanding setengah dari periode 12 bulan terakhir.

Makna Bagi Trader dan Pasar Opsi

Pemahaman akan IV Rank dan IV Percentile sangat penting bagi pelaku pasar opsi karena membantu menilai apakah opsi bitcoin saat ini tergolong murah atau mahal secara relatif. Hal tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait hedging, penggunaan leverage, dan pengelolaan risiko.

Meningkatnya DVOL memperlihatkan pasar opsi memperkirakan akan ada pergerakan harga yang lebih fluktuatif di waktu yang akan datang, tetapi sinyal ini masih menunjukkan kewaspadaan, bukan kepanikan. Namun, volume likuidasi senilai lebih dari $1,7 miliar dan tekanan jual yang besar pada posisi long menandakan posisi pasar sangat rapuh, sehingga saat harga mulai turun, aksi jual paksa memperkuat tekanan turun.

Arah Pergerakan Bitcoin ke Depan

Sinyal dari pasar derivatif menegaskan bahwa bitcoin tidak lagi stabil dan menandai fase volatilitas tinggi. Para trader kini bersiap menghadapi gelombang gejolak harga yang mungkin mendekati level $70.000 di beberapa minggu ke depan, mengindikasikan sentimen pasar yang semakin hati-hati dan berpotensi meningkatnya peluang trading yang agresif.

Dengan kondisi ini, pemantauan terus-menerus terhadap indikator volatilitas dan sentimen pasar menjadi kunci bagi investor guna menavigasi risiko dan peluang di pasar bitcoin yang kini semakin dinamis.

Terbaru