Pasar cryptocurrency mengalami tekanan besar dengan likuidasi mencapai hampir $1,7 miliar dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar turun sekitar 6% seiring peningkatan volatilitas dan ketegangan geopolitik global.
Bitcoin (BTC) menyumbang hampir separuh dari total likuidasi tersebut. Trader yang membuka posisi long mengalami kerugian terbesar saat harga aset menurun drastis pasca ketegangan antara AS dan Iran meningkat.
Detail Likuidasi Berdasarkan Data CoinGlass
Data dari CoinGlass mencatat 270.438 trader mengalami likuidasi dalam periode tersebut. Kerugian terbesar berasal dari posisi long dengan nilai likuidasi sebesar $1,57 miliar, sedangkan posisi short hanya sekitar $107,74 juta. Berikut rincian likuidasi utama:
- Bitcoin: Total likuidasi $768,69 juta, dengan posisi long sebesar $745,3 juta.
- Ethereum: Total likuidasi $417,43 juta, posisi long mencapai $390,5 juta.
Likuidasi terbesar terjadi di beberapa bursa utama, dengan Hyperliquid mencatat $567,2 juta untuk posisi long dan $28,1 juta untuk short. Bybit dan Binance menduduki peringkat berikutnya dengan total likuidasi signifikan, yaitu $329 juta dan $152,3 juta untuk long, serta likuidasi short masing-masing $11,9 juta dan $29,5 juta.
Mekanisme Likuidasi dan Dampaknya
Likuidasi terjadi ketika akun margin tidak mampu menutupi kerugian, sehingga posisi ditutup otomatis. Proses ini dirancang untuk menghindari akumulasi utang tak terkendali bagi trader dan bursa. Namun, posisi leverage menyebabkan pergerakan harga yang tajam dapat memicu efek domino likuidasi, mendorong tekanan jual semakin deras dan mempercepat penurunan harga.
Menurut data BeInCrypto Markets, kapitalisasi pasar cryptocurrency turun 6% dalam sehari. Bitcoin dan Ethereum bahkan sempat menyentuh harga terendah dalam dua bulan terakhir. Bitcoin tercatat merosot ke level $80.815, sementara Ethereum melemah hingga $2.687 di Binance.
Pengaruh Kejutan Pasar dan Sentimen Trader
Di antara 10 aset kripto teratas, Solana mencatat penurunan paling tajam, yaitu 7,7% dalam 24 jam. Penurunan signifikan juga tidak hanya terjadi di sektor kripto, tetapi pasar logam mulia dan saham juga terdampak negatif. Contohnya, satu whale emas mengalami likuidasi senilai $13,83 juta saat harga logam mulia jatuh.
Sentimen pasar juga memburuk tajam. Indeks Crypto Fear & Greed menyentuh angka 16, menandakan ketakutan ekstrem di kalangan trader, turun signifikan dari level 26 sehari sebelumnya. Tanda kepanikan ini diperkuat dengan aktivitas whale yang melakukan penjualan panik, seperti tercatat di platform on-chain Lookonchain.
Faktor Penyebab dan Kondisi Pasar Saat Ini
Konvergensi ketegangan geopolitik, aksi deleveraging agresif, dan memburuknya sentimen investasi membuat pasar kripto berada dalam kondisi yang sangat sulit. Banyak pelaku pasar menyesuaikan posisi mereka untuk menghindari kerugian lebih besar akibat volatilitas yang tinggi.
Menjelang awal Februari, para analis masih menunggu tanda-tanda apakah koreksi ini akan diikuti oleh pemulihan harga. Situasi pasar yang penuh risiko dan volatilitas bisa saja terus menekan harga dalam waktu dekat jika ketidakpastian global tidak mereda.
Dalam konteks ini, investor disarankan untuk tetap waspada dan mengelola risiko dengan cermat, mengingat potensi dampak likuidasi besar-besaran yang dapat memicu gelombang aksi jual bantuan harga pasar aset digital.
