Presiden Donald Trump telah mengumumkan nominasi Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell untuk posisi Ketua Federal Reserve saat masa jabatan Powell berakhir pada Mei mendatang. Keputusan ini mengejutkan pasar kripto karena Warsh dikenal sebagai sosok yang pro terhadap aset digital, meskipun bukan sebagai pendukung Bitcoin secara fanatik.
Kevin Warsh pernah menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve dari 2006 hingga 2011. Pengumuman ini terjadi di tengah ketegangan pasar yang sangat memengaruhi aset berisiko, termasuk kripto, di mana investor waspada terhadap inflasi, ekspektasi pemotongan suku bunga, dan independensi Fed. Trump dalam pengumumannya di platform Truth Social menyebut Warsh sebagai “salah satu Ketua Fed TERBAIK, mungkin yang terbaik.”
Pandangan Warsh terhadap Bitcoin dan Kripto
Warsh tidak menganggap Bitcoin sebagai mata uang yang stabil karena volatilitasnya yang tinggi. Namun, menurutnya, Bitcoin "mungkin bisa berfungsi sebagai penyimpan nilai yang berkelanjutan, seperti emas." Pernyataan ini ia tulis dalam opini yang dimuat Wall Street Journal pada 2018. Dalam wawancara bersama CNBC, Warsh menilai bahwa bagi generasi muda di bawah usia 40 tahun, Bitcoin dianggap sebagai "emas baru."
Lebih jauh, Warsh memiliki pengalaman langsung di dunia kripto. Ia adalah investor awal di beberapa proyek kripto, termasuk algorithmic stablecoin Basis yang kini sudah tidak beroperasi, serta Bitwise, pengelola aset kripto yang masih aktif. Keikutsertaan Warsh di industri ini memberikan perspektif yang lebih terbuka terhadap potensi aset digital.
Implikasi Kebijakan Moneter ke Pasar Kripto
Warsh dikenal dengan pendekatan moneter yang hawkish dan fokus pada kredibilitas. Ia skeptis terhadap kebijakan moneter yang longgar dalam jangka panjang dan percaya bahwa hasil inflasi adalah pilihan kebijakan. Sikap ini berpotensi menimbulkan tekanan pada aset yang sensitif terhadap likuiditas, termasuk Bitcoin dan berbagai aset kripto lainnya.
Namun, sikap terbuka Warsh terhadap aset digital menandakan bahwa kripto akan semakin diakui sebagai bagian permanen dari lanskap makroekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa pembuat kebijakan tidak dapat mengabaikan keberadaan Bitcoin dan aset kripto dalam pengambilan keputusan mereka.
Respons Pasar dan Proyeksi Analis
Tidak semua pihak yakin pasar akan menyambut perubahan ini dengan positif. Markus Thielen, pendiri 10x Research, mengingatkan bahwa pendekatan Warsh yang menitikberatkan pada disiplin moneter dan kenaikan suku bunga riil bisa menekan harga aset seperti Bitcoin yang selama ini menikmati kondisi keuangan yang longgar.
Data terkini menunjukkan tekanan masih dirasakan di pasar kripto. Bitcoin diperdagangkan di harga sekitar $82.584,78, turun 6,0% dalam 24 jam terakhir. Ether juga turun 6,4% ke $2.739,29 dan XRP melemah 5,6% ke $1,76. Aktivitas derivatif sangat tinggi dengan volume perdagangan mencapai $347,9 miliar dan likuidasi sebesar $1,80 miliar dalam satu hari, menurut data Coinglass.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Penunjukan Kevin Warsh membawa ketidakpastian sekaligus harapan bagi pasar kripto. Di satu sisi, kebijakan moneter yang ketat dapat menekan likuiditas dan harga aset digital. Di sisi lain, pengakuan Warsh terhadap nilai kripto dan keterlibatannya dalam industri dapat membantu mengintegrasikan aset ini secara lebih formal dalam kebijakan makroekonomi.
Para pelaku pasar dan pembuat kebijakan kini menantikan bagaimana Warsh akan mengelola langkah Federal Reserve ke depan, terutama terkait inflasi, suku bunga, dan posisi aset kripto dalam sistem keuangan global. Seleksi Warsh menjadi bukti bahwa kripto semakin menjadi bagian penting dari diskusi ekonomi global yang tidak bisa diabaikan.





