Kejahatan Crypto Januari 2026 Capai Rp5,9 Triliun, Phishing dan Exploit Jadi Biang Kerok Utama

Industri kripto menghadapi tekanan keamanan yang sangat tinggi dengan kerugian hampir mencapai $400 juta akibat serangan selama Januari. Lonjakan serangan phishing dan pelanggaran dana treasury menjadi penyebab utama hilangnya sejumlah besar aset digital.

Data dari perusahaan keamanan blockchain CertiK mencatat setidaknya 40 insiden yang mengakibatkan kerugian sekitar $370,3 juta. Bila termasuk eksploitasi sebesar $30 juta yang menimpa platform berbasis Solana, Step Finance, total kehilangan melonjak melewati $400,3 juta.

Phishing dan Rekayasa Sosial Mendominasi

Salah satu insiden terbesar melibatkan kampanye phishing yang berhasil menipu seorang investor tunggal hingga kehilangan dana senilai $284 juta. Korban berhasil dipancing oleh pelaku yang menyamar sebagai dukungan pelanggan Trezor dan mengelabui untuk membagikan frasa pemulihan wallet perangkat keras.

Serangan ini membuat 1.459 Bitcoin dan 2,05 juta Litecoin langsung dicuri. Setelahnya, pelaku mengonversi aset curian ke dalam Monero (XMR), token privasi yang menyulitkan pelacakan transaksi. Perpindahan besar-besaran ini akhirnya memicu kenaikan harga Monero di pasar.

Fenomena ini memperlihatkan betapa sulitnya regulasi mengendalikan penggunaan koin privasi yang kerap dimanfaatkan untuk pencucian uang dan pengalihan aset ilegal dalam ekosistem kripto.

Kerentanan Protokol Smart Contract

Selain serangan phishing, kode protokol DeFi masih rentan dieksploitasi. Serangan terbesar terhadap protokol pada bulan tersebut adalah kehilangan $26,6 juta akibat bug overflow pada platform Truebit. Insiden ini menjadi serangan langsung terbesar di ranah smart contract.

Platform lainnya yang terdampak signifikan di antaranya Swapnet, kehilangan sekitar $13 juta. Protokol Saga dan Makina Finance masing-masing mengalami kerugian sebesar $6,2 juta dan $4,2 juta.

Breach di Step Finance

Bulan ini juga diwarnai peretasan terhadap Step Finance yang terjadi akibat eksploitasi metode serangan yang telah dikenal. Pelaku berhasil menguras berbagai dompet treasury dan biaya di platform tersebut dengan memindahkan 261.854 token SOL.

Tantangan Keamanan di Era Digital

Kasus-kasus ini menjadi pengingat nyata bahwa perlindungan tingkat pengguna tetap menjadi titik lemah utama. Meskipun enkripsi hardware wallet sudah canggih, celah rekayasa sosial membuka peluang besar bagi pelaku kejahatan siber.

Kini industri kripto harus meningkatkan kewaspadaan, mengedukasi pengguna, dan memperketat protokol keamanan untuk mengurangi risiko kerugian besar. Peran edukasi dan regulasi menjadi kunci dalam menghadapi ancaman yang semakin canggih di masa depan.

Terkait