Eksodus Crypto Rp25 Triliun, Namun Token Logam Digital Justru Tarik Aliran Dana Investor

Investor pasar kripto kembali mengalami tekanan besar dengan penarikan investasi senilai $1,7 miliar dalam satu minggu terakhir. Penurunan ini menandai minggu kedua berturut-turut terjadi penarikan dana dan membalikkan tren masuknya investasi sepanjang tahun menjadi aliran keluar bersih sebesar $1 miliar.

Data terbaru menunjukkan bahwa produk investasi aset digital kehilangan $1,69 miliar pada pekan yang berakhir 30 Januari, setelah pekan sebelumnya mengalami penarikan senilai $1,73 miliar. Penurunan ini mempercepat kontraksi nilai aset yang dikelola (Assets under Management/AuM) di sektor kripto. Sejak puncaknya pada Oktober 2025, total AuM produk aset digital telah turun sebanyak $73 miliar.

Faktor Penyebab Penarikan Dana Besar-Besaran

Analis dari CoinShares, James Butterfill, menyatakan bahwa sejumlah faktor memicu kondisi ini. Pertama, penunjukan ketua Federal Reserve AS yang lebih hawkish membuat kebijakan moneter diperkirakan akan ketat. Kedua, adanya tekanan jual besar-besaran dari pemegang kripto besar (whale) yang berkaitan dengan siklus kripto empat tahunan. Ketiga, meningkatnya volatilitas geopolitik membuat investor lebih memilih aset yang lebih aman.

Penarikan dana terutama berfokus di AS yang menyumbang $1,65 miliar dari penarikan minggu lalu. “Kami menilai hal ini merupakan kombinasi dari faktor kebijakan moneter yang lebih ketat, penjualan besar terkait siklus, serta ketidakpastian geopolitik,” tulis Butterfill. Sensitivitas pasar kripto terhadap kebijakan Federal Reserve dan kondisi keuangan makro menunjukkan fragilitas pasar saat ini.

Penurunan Aliran Dana pada Berbagai Aset Kripto

Penurunan dana tercatat hampir merata di berbagai aset kripto utama. Bitcoin mengalami penarikan terbesar dengan nilai $1,32 miliar, yang turut menyebabkan harga BTC mengalami tekanan. Ethereum pun tidak luput dari penarikan sebesar $308 juta, menandakan melemahnya kepercayaan pada aset yang selama ini dianggap investasi jangka panjang.

Selain itu, aset kripto yang sempat naik daun seperti XRP dan Solana juga mengalami penarikan masing-masing sebesar $43,7 juta dan $31,7 juta. Tren ini menunjukkan pergeseran dari aset berisiko tinggi menuju posisi yang lebih defensif di tengah ketidakpastian pasar.

Kecenderungan Hedging dan Minat pada Token Logam Mulia

Meski sebagian besar dana keluar, terdapat aliran masuk pada produk investasi Bitcoin short sebesar $14,5 juta, meningkatkan nilai AuM tahun berjalan sebesar 8,1%. Hal ini mengindikasikan para pelaku pasar mengambil posisi lindung nilai terhadap kemungkinan penurunan harga lebih lanjut daripada berharap kenaikan jangka pendek.

Selain itu, produk investasi yang berkaitan dengan token logam mulia menunjukkan kenaikan minat dengan arus masuk dana sebesar $15,5 juta. Tokenisasi logam mulia seperti emas dan perak menarik perhatian sebagai alternatif nilai penyimpanan di tengah tekanan pada pasar kripto konvensional. Lonjakan aktivitas on-chain pada segmen ini menandai pergeseran perilaku investor menuju instrumen defensif yang lebih stabil.

Gambaran Tren Investor Kripto Saat Ini

Secara keseluruhan, perilaku investor saat ini menunjukkan sikap berhati-hati dan defensif. Aliran keluar modal tetap dominan di aset inti kripto, sementara segmen khusus seperti token logam mulia mencatat peningkatan dana masuk. Faktor pertimbangan utama yang mempengaruhi tren ini mencakup perkembangan kebijakan moneter AS, aktivitas penjualan dari investor besar, dan dampak ketegangan geopolitik yang belum mereda.

Ke depan, stabilitas sentimen pasar kripto akan sangat bergantung pada dinamika ekonomi makro di AS, kecepatan meredanya aksi jual besar-besaran, serta perkembangan geopolitik global. Ketiga faktor tersebut masih menyimpan ketidakpastian yang signifikan dalam jangka pendek, sehingga kewaspadaan investor tetap tinggi pada saat ini.

Berita Terkait

Back to top button