Binance, sebagai bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dan jumlah pengguna, menghadapi tekanan besar setelah peristiwa crash pasar pada 10 Oktober 2025. Meskipun saat ini memiliki lebih dari 300 juta pengguna, kejadian flash crash tersebut memicu keraguan baru terhadap keamanan dan keandalan bursa terpusat (CEX).
Pada hari tersebut, pasar kripto mengalami likuidasi besar-besaran senilai lebih dari 16 miliar dolar AS yang menghancurkan posisi berleverase, terutama pada aset seperti Bitcoin, BNB, Solana, dan Polkadot. Kejadian ini mengubah dinamika harga kripto secara signifikan selama kuartal keempat tahun tersebut.
Faktor Penyebab Crash 10/10
Beberapa faktor utama yang memicu crash tersebut meliputi berita geopolitik yang sensitif, leverage ekstrem di pasar, dan kegagalan teknis yang dikaitkan dengan Binance. Pemicu awal adalah pengumuman kebijakan tarif 100% terhadap produk teknologi China oleh mantan presiden AS, Donald Trump. Kenaikan harga beberapa koin kripto hingga mencapai puncak baru beberapa hari sebelumnya membuat pasar sangat rentan terhadap berita negatif.
Penurunan harga yang terjadi tidak hanya berdampak pada satu aset tetapi memicu efek domino mekanis yang sulit dihentikan oleh trader manusia. Dalam lima menit pertama, miliaran dolar sudah terlikuidasi, dengan 1,6 juta akun trading terkena dampak. Sebagian besar kerugian berasal dari posisi long berleverase yang mencapai 80 persen dari total likuidasi.
Peran Binance dalam Crash dan Dampaknya
Sebagai bursa crypto terbesar, Binance mendapat sebagian besar kritik atas kejadian ini. Meski sistem inti Binance tetap beroperasi, terjadi proses auto-liquidate masif yang memperburuk kondisi. Sistem yang menurun performanya menyebabkan beberapa token, seperti USDe, kehilangan peg-nya. Hal ini semakin menimbulkan ketidakpastian di kalangan pengguna.
Ketidakstabilan order book yang sangat tipis, menipis hingga lebih dari 90 persen, memperparah penurunan harga. Bahkan perintah jual kecil dapat menyebabkan penurunan harga yang luar biasa besar. Kondisi ini menunjukkan bahwa likuiditas pasar semakin menipis, terutama saat para pembuat pasar menarik likuiditas untuk mengendalikan risiko.
Upaya Pemulihan dan Dampak Jangka Panjang
Binance telah mengambil langkah kompensasi dengan mengembalikan lebih dari 328 juta dolar AS kepada pengguna yang terdampak. Selain itu, bursa ini menyediakan dana pemulihan sebesar 400 juta dolar sebagai bantuan bagi yang tidak memenuhi syarat kompensasi glitch teknis. Tindakan ini menunjukkan komitmen Binance dalam menjaga kepercayaan pengguna, walaupun tantangan kepercayaan masih ada.
Meski menghadapi gelombang kritik dan kekhawatiran, Binance tetap menjadi platform terbesar yang dipilih oleh jutaan trader global setiap hari. Jumlah pengguna besar ini memberi keunggulan dalam likuiditas pasar, yang membantu stabilisasi harga lebih baik selama masa volatilitas tinggi. Hal ini membuat Binance tetap menjadi pusat perhatian baik dari pelaku pasar maupun regulator, terutama di Amerika Serikat.
Konteks Regulasi dan Masa Depan Pasar
Pengunduran diri pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), setelah masalah hukum di Amerika Serikat pada 2023-2024 menambah ketidakpastian. Meski demikian, operasi Binance terus berjalan tanpa gangguan signifikan. Regulator juga semakin memantau aktivitas bursa ini karena pengaruhnya terhadap volatilitas pasar yang signifikan.
Analisis dari beberapa sumber mengindikasikan bahwa siklus kripto yang ekstrem seperti crash 10/10 akan berulang, dengan kepercayaan menjadi faktor utama yang menentukan kelangsungan bursa. CZ sendiri menunjukkan optimismenya akan datangnya super-cycle, fase kenaikan pasar yang kuat, meski saat ini masih diselimuti kekhawatiran dan FUD (fear, uncertainty, doubt).
Ringkasan Dampak Crash 10/10 dan Posisi Binance
- Likuidasi besar-besaran senilai lebih dari 16 miliar dolar AS.
- 1,6 juta akun trading terkena dampak likuidasi paksa.
- Kegagalan teknis menyebabkan token seperti USDe kehilangan nilai peg.
- Binance membayar kompensasi lebih dari 328 juta dolar AS dan meluncurkan dana pemulihan 400 juta dolar.
- Binance tetap menjadi bursa terbesar dengan likuiditas terkuat di tengah volatilitas.
- Kekhawatiran dan pengawasan regulasi meningkat pasca-krisis.
Peristiwa 10 Oktober 2025 menjadi pengingat penting bagi sektor kripto bahwa kepercayaan pengguna menjadi faktor utama dalam menghadapi volatilitas. Jutaan pengguna yang tetap aktif di Binance menegaskan posisi bursa ini sebagai pilar utama dalam ekosistem aset digital global, meskipun menghadapi tekanan dari berbagai sisi.







