Bitcoin Turun di Bawah Support $78,000, ETF Aliran Keluar Mencetak Rekor Sejak 2026

Bitcoin turun di bawah level dukungan $78,000 setelah mengalami tekanan jual yang signifikan. Pada perdagangan Senin, harga Bitcoin tercatat di angka $77,984, menandai penurunan 10,79% sejak awal tahun ini, menurut data Yahoo Finance.

Penurunan harga ini dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi kebijakan moneter dan arus keluar dana dari ETF Bitcoin yang mencapai rekor. Data dari QCP Capital dan SoSoValue menunjukkan bahwa investor menarik dana dari ETF Bitcoin selama tiga bulan berturut-turut, periode terpanjang sejak peluncuran ETF tersebut pada Januari tahun lalu.

Tekanan Pasar dan Dampak Kebijakan Moneter

Bitcoin saat ini diperdagangkan 37% lebih rendah dibanding harga tertingginya di Oktober tahun sebelumnya yang mencapai $124,752. Dalam 12 bulan terakhir, aset kripto ini anjlok 21,75%. QCP Capital menyebut situasi ini sebagai pukulan ganda pada sentimen pasar, terutama setelah penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya.

Konfirmasi Warsh dianggap memicu penyesuaian ulang pasar karena investor memperkirakan normalisasi atau pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat dari bank sentral AS. Hal ini mengikis kepercayaan terhadap "Fed Put", yaitu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan campur tangan untuk menstabilkan pasar ketika terjadi gejolak.

Rekor Arus Keluar dari ETF Bitcoin

SoSoValue melaporkan bahwa dana yang keluar dari ETF Bitcoin selama November hingga Januari mencapai sekitar $5,67 miliar. Rinciannya terdiri dari $3,48 miliar pada November, dilanjutkan dengan penarikan $1,09 miliar dan $1,61 miliar pada dua bulan berikutnya. Total aset bersih ETF turun dari puncak $152,01 miliar pada Juli menjadi $107,65 miliar pada hari Senin.

Penurunan ini menunjukkan penurunan kepemilikan institusional sebesar 29%, yang sejalan dengan kekhawatiran makroekonomi global. Investor mulai menjauh dari aset digital sebagai imbal hasil tidak pasti di tengah kebijakan moneter yang lebih ketat.

Dampak Lintas Aset dan Volatilitas yang Tinggi

Selain Bitcoin, harga emas dan perak juga mengalami koreksi akibat penurunan permintaan terhadap aset tanpa imbal hasil. Kenaikan persyaratan margin dalam perdagangan memberikan efek domino ke berbagai kelas aset, memicu peristiwa deleveraging signifikan di pasar kripto.

Liquidasi posisi leveraged mencapai lebih dari $2,5 miliar, terutama pada posisi long pada Bitcoin dan Ether. Harga Bitcoin sempat turun hingga $74,500, sementara Ether menyentuh level di bawah $2,170 sebelum stabil di sekitar level tersebut. QCP Capital menilai posisi $74,500 merupakan level support penting yang mencerminkan dasar siklus harga Bitcoin saat ini.

Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan Investor

  1. Kebijakan moneter AS dan peran Federal Reserve.
  2. Tren arus keluar dana dari ETF Bitcoin.
  3. Volatilitas pasar yang menyebabkan likuidasi posisi leverage.
  4. Pergerakan harga emas dan logam mulia sebagai aset pengganti.
  5. Level support penting di sekitar $74,500 untuk mengantisipasi potensi rebound.

Pergerakan harga Bitcoin yang melampaui ambang psikologis $78,000 menjadi indikator penting bagi pelaku pasar. Investor disarankan mencermati perkembangan kebijakan Federal Reserve dan dinamika dana institusional untuk memahami potensi tren pasar kripto selanjutnya.

Berita Terkait

Back to top button