id Software sebenarnya hanya mendapatkan sekitar $5,000 dari game FPS kedua mereka, Catacomb 3-D. Meskipun angka tersebut terbilang kecil, game ini menjadi tonggak penting yang menentukan arah industri game FPS di masa depan.
Catacomb 3-D dikembangkan pada Oktober 1991, setelah proyek Commander Keen selesai. Studio ini sedang pindah dari Shreveport ke Madison, Wisconsin, sebelum akhirnya menjadikan Texas sebagai markas permanen. Game ini dirilis dalam bentuk demo berlangganan lewat Gamer’s Edge, platform milik Softdisk tempat id mengirimkan karya-karya awal mereka.
Inovasi teknis dan desain baru
Catacomb 3-D bukanlah FPS pertama id Software, namun memperkenalkan banyak kemajuan teknis dibandingkan Hovertank One sebelumnya. John Carmack, co-founder sekaligus programmer andal id, bereksperimen dengan teknik texture mapping. Teknologi ini sebelumnya hanya bisa dijalankan oleh workstation mahal, namun Carmack berhasil membuatnya cocok untuk komputer konsumen yang lebih sederhana.
Pada masa itu, istilah "FPS" belum populer. Game-game id saat itu lebih mirip tembak-tembakan arcade dari perspektif orang ketiga atau atas. Carmack menyebut game ini sebagai “quarter-eater yang dipindahkan ke PC,” sebuah genre yang masih sangat baru dan eksperimental. Mereka memilih perspektif first-person karena alasan teknis dan desain.
Tom Hall menjelaskan, menggambar objek besar di layar sangat berat bagi komputer kala itu, jadi sudut pandang first-person mempermudah dan mempercepat proses itu. Selain itu, sudut pandang tersebut meningkatkan rasa immersi, membuat pemain merasa “ini aku,” bukan hanya pengendali karakter dari luar.
Pendapatan terbatas, dampak besar
Romero mengungkapkan bahwa pendapatan id Software dari Catacomb 3-D hanya sekitar $5,000, setara dengan kurang lebih $12,000 saat ini. Meski nominalnya kecil untuk enam orang selama dua bulan, game ini menjadi titik awal yang sangat signifikan. Commander Keen tetap menjadi produk yang lebih sukses secara komersial dan populer, sehingga id langsung memulai pengembangan sekuelnya.
Namun, catatan paling penting datang dari reaksi seorang anggota tim. Adrian Carmack, seniman id Software, hampir terjatuh dari kursinya saat menghadapi troll dalam game. Momen itu menandai kesadaran bahwa mereka menemukan sesuatu yang revolusioner dalam dunia game.
John Carmack mengenang kejadian itu sebagai pengalaman paling “gila” sekaligus bersejarah. Reaksi visual dan mental pemain yang otomatis tersedot ke dalam dunia game membuat mereka yakin telah menciptakan genre dan gaya permainan baru.
Bergerak menuju masa depan FPS
Setelah hanya dua minggu mengerjakan Commander Keen 7, id Software menghentikan proyek tersebut. Diskusi malam hari membawa kesimpulan bahwa masa depan game adalah di dunia 3D. Dengan cepat mereka memutuskan untuk mengembangkan Wolfenstein 3-D, yang menjadi pelopor utama genre first-person shooter.
Menurut John Romero, semua transformasi besar dari Wolfenstein hingga Doom dan Quake bermula dari Catacomb 3-D. Game tersebut merupakan langkah krusial yang membuka jalan untuk kemajuan grafis 3D dan desain game modern.
Warisan dan rencana terbaru
Sebagai bagian dari perayaan 35 tahun id Software, John Romero merilis retrospektif video yang mengulas perjalanan Catacomb 3-D. Selain itu, Romero Games menawarkan rilis ulang fisik gaya “big box” game klasik ini. Paket ini disertai juga rilis seperti Sigil dan memoar pengembangan game John Romero, Doom Guy.
Setelah sempat mengalami tantangan karena masalah dengan Microsoft, studio John dan Brenda Romero sekarang dipastikan kembali bekerja dan siap merilis proyek FPS generasi terbaru mereka. Ini menegaskan bahwa legacy id Software dan pengaruhnya terhadap industri game masih terus berlanjut.
Faktor penting dari Catacomb 3-D yang memengaruhi industri:
- Penggunaan teknik texture mapping yang memudahkan grafik 3D berjalan di komputer konsumen.
- Sudut pandang first-person yang meningkatkan pengalaman imersi dan gameplay cepat.
- Reaksi emosional dan visual pemain yang membuka perspektif baru tentang apa yang bisa dilakukan game.
- Keputusan beralih fokus dari 2D ke 3D yang menghasilkan Wolfenstein, Doom, dan Quake sebagai ikon FPS.
Catacomb 3-D menghasilkan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan game lain saat itu. Namun dampak inovatif dan desainnya menjadi fondasi yang kokoh bagi perkembangan game FPS berikutnya. Lewat kerja keras dan visi dari tim id Software, perjalanan genre ini berubah dari sebuah eksperimen sederhana menjadi pilar utama dunia game modern.
