Pemerintah China mulai melunak dalam sengitnya perang teknologi dengan Amerika Serikat (AS). Beijing kini mempertimbangkan membuka akses impor chip Nvidia H200, yang sebelumnya dilarang keras beredar di pasar China.
Langkah ini menandai perubahan sikap signifikan di tengah ketegangan yang telah berlangsung sejak era pemerintahan Joe Biden. AS sebelumnya membatasi ekspor chip AI dan alat pembuat chip canggih ke China, sementara Beijing mendorong perusahaan lokal beralih ke produk domestik untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi AS.
Perizinan Pembelian Chip Nvidia H200 oleh China
DeepSeek, sebuah startup teknologi terkenal asal China, telah mendapat sinyal persetujuan dari otoritas terkait di China untuk membeli chip Nvidia H200. Meski demikian, beberapa aturan dan persyaratan masih dalam tahap finalisasi oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC).
Selain DeepSeek, perusahaan raksasa seperti ByteDance, Alibaba, dan Tencent juga dikabarkan mendapat izin membeli lebih dari 400.000 unit chip tersebut. Ini menunjukkan adanya pola keterbukaan yang meningkat dari otoritas Beijing terhadap teknologi yang sebelumnya dianggap sangat sensitif.
Namun, Nvidia mengaku belum menerima surat pemberitahuan resmi terkait izin ini. Jensen Huang, CEO Nvidia, menegaskan bahwa proses perizinan masih berlangsung dan belum ada kepastian final.
Dampak Terhadap Hubungan AS-China dan Industri AI
Chip Nvidia H200 merupakan chip AI kedua terkuat yang dikembangkan Nvidia dan menjadi titik sensitif dalam persaingan teknologi global. Pemerintah AS telah memberikan lampu hijau ekspor chip ini ke China, tetapi keputusan akhir tetap di tangan pemerintah Beijing yang dikenal berhati-hati.
Washington memperhatikan perkembangan ini dengan seksama. Seorang anggota parlemen AS bahkan menuduh Nvidia membantu DeepSeek dalam mengembangkan model AI yang kemungkinan digunakan oleh militer China. Tuduhan ini sudah dilaporkan secara resmi kepada Menteri Perdagangan AS, menambah ketegangan diplomatik terkait transfer teknologi tinggi.
DeepSeek sendiri tengah menyiapkan peluncuran model AI generasi terbaru bernama V4. Model ini diklaim memiliki kemampuan pemrograman tingkat lanjut dan siap dirilis pada pertengahan Februari. Kehadiran V4 berpotensi memperkuat posisi China dalam persaingan global kecerdasan buatan, terutama jika didukung teknologi chip canggih dari Nvidia.
Langkah-Langkah Perubahan Sikap China
- Menerbitkan izin pembelian chip Nvidia H200 kepada startup dan perusahaan teknologi besar domestik.
- Menetapkan regulasi dan persyaratan teknis oleh NDRC untuk mengatur alur impor chip strategis.
- Menyeimbangkan kebijakan proteksionisme dengan kebutuhan perkembangan teknologi nasional.
- Memantau ketat pemanfaatan teknologi tersebut, terutama dalam konteks militer dan keamanan nasional.
Dengan perubahan ini, terlihat China mulai menyesuaikan strategi teknologinya yang sebelumnya sangat protektif. Meskipun ada tekanan dari AS, Beijing memilih membuka pintu terbatas untuk chip AI canggih demi mempercepat pengembangan teknologi nasional dan memperkuat posisi perusahaan domestik di pasar global.
Sikap baru ini sekaligus menandai dinamika persaingan teknologi AS-China yang semakin kompleks. Amerika Serikat harus bersiap menghadapi kemungkinan serbuan teknologi China yang mulai mengadopsi chip dan model AI terdepan dari AS.
Situasi ini juga memberikan gambaran bahwa perang teknologi bukan hanya soal pembatasan, tetapi juga negosiasi serta kompromi yang dinamis di tengah rivalitas geopolitik yang mendalam. Perubahan sikap Beijing bakal menjadi perhatian utama dunia teknologi dan politik internasional ke depan.





