
Strategi investasi Michael Saylor yang terus menambah kepemilikan bitcoin menunjukkan komitmen kuat di tengah fluktuasi pasar kripto. Perusahaan yang dipimpin oleh Saylor, Strategy (MSTR), baru saja membeli 855 bitcoin senilai $75,3 juta dengan harga rata-rata $87.974 per koin.
Penambahan ini terbilang kecil dibandingkan dengan pembelian sebelumnya yang mencapai ratusan juta bahkan miliar dolar setiap minggunya. Pembelian kali ini didanai melalui penjualan saham biasa, sebagaimana diinformasikan dalam laporan resmi pada pagi hari Senin.
Jumlah bitcoin yang dimiliki Strategy kini mencapai 713.502 koin. Total investasi yang dikeluarkan untuk portofolio tersebut sekitar $54,26 miliar dengan harga rata-rata per koin sebesar $76.052. Ini menunjukkan bahwa perusahaan secara konsisten melakukan pembelian dalam jangka panjang.
Namun, nilai bitcoin sempat mengalami penurunan pada akhir pekan lalu hingga mengakibatkan harga terkoreksi menjadi sedikit di atas $77.000 per koin. Kondisi ini membuat perusahaan berada dalam posisi hampir impas setelah sekitar 5,5 tahun akumulasi bitcoin dilakukan.
Dalam respons pasar, saham MSTR tercatat turun 7,3% pada perdagangan pra-pasar dan menyentuh level terendah dalam beberapa tahun terakhir, yaitu $138,80 per saham. Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif investor terkait volatilitas bitcoin baru-baru ini.
Penting dicatat bahwa meskipun nilai investasi terdampak penurunan harga sementara, Michael Saylor dan timnya tampaknya tetap tenang. Ini tercermin dari keputusan untuk tidak menahan diri dalam terus menambah kepemilikan bitcoin walaupun pasar sedang melemah.
Detail Pembelian Bitcoin oleh Strategy (MSTR)
- Jumlah bitcoin yang dibeli: 855 koin
- Nilai pembelian: $75,3 juta
- Harga rata-rata per bitcoin: $87.974
- Cara pendanaan: Penjualan saham biasa
Strategi ini mencerminkan keyakinan jangka panjang terhadap bitcoin sebagai aset strategis. Michael Saylor terus memposisikan Strategy sebagai salah satu pemegang bitcoin terbesar di dunia tanpa mengindahkan volatilitas harga jangka pendek.
Perusahaan tampak menggunakan peluang harga turun sebagai momentum untuk melakukan akumulasi lebih lanjut. Sikap ini mendukung analisis bahwa Saylor memandang bitcoin lebih sebagai investasi jangka panjang daripada sekadar instrumen spekulatif.
Pergerakan terbaru ini juga memberikan gambaran menarik mengenai bagaimana perusahaan publik dapat memanfaatkan saham sebagai alat untuk mengakuisisi aset kripto di tengah pasar yang tidak stabil. Hal ini menunjukkan dinamika baru dalam integrasi aset digital dengan instrumen pasar modal tradisional.
Data yang ada menunjukkan bahwa meskipun harga bitcoin sempat terkoreksi, komitmen investasi Strategy tidak berkurang. Ini menjadi indikator strategi perusahaan yang berfokus pada pertumbuhan nilai aset jangka panjang dengan risiko volatilitas pasar yang terkendali.





