Jim Cramer menyoroti penurunan tajam harga bitcoin yang menyentuh kisaran $74.000, level terendah sejak April 2025. Ia mempertanyakan keberadaan para pendukung bitcoin saat harga aset kripto ini menguji batas teknis penting.
Pembawa acara CNBC itu menunjuk pada zona dukungan potensial di sekitar $73.000 berdasarkan analisis ahli strategi Jessica Inskip. Cramer menilai bitcoin perlu mengamankan level $77.000 agar bisa memulai kenaikan kembali menuju angka rendah $80.000-an.
Peran Michael Saylor di Tengah Ketidakpastian Bitcoin
Cramer berulang kali menyebut Michael Saylor, ketua eksekutif Strategy (MSTR) dan salah satu pendukung utama bitcoin, bertanya apakah Saylor masih memiliki "dry powder" untuk membeli saat harga melemah. Saylor sendiri memberi sinyal bahwa perusahaannya membeli bitcoin tambahan pada akhir pekan dengan cuitan “more orange.”
Volatilitas Bitcoin Sebagai Mata Uang Jangka Pendek
Cramer menggambarkan penurunan ini sebagai pengingat volatilitas bitcoin dan keterbatasannya sebagai alat pembayaran dalam jangka pendek. Ia menulis bahwa pergerakan drastis harga selama akhir pekan menunjukkan ketidakandalan bitcoin sebagai mata uang untuk transaksi cepat. Meskipun demikian, Cramer mengonfirmasi kepemilikannya atas aset tersebut.
Dampak Penurunan Harga Bitcoin ke Pasar Lebih Luas
Lebih luas, Cramer mengaitkan aksi jual bitcoin dengan tekanan pada pasar risiko secara umum. Para trader yang menggunakan leverage dalam perdagangan logam mulia dan aset spekulatif lain kerap melepas saham guna menambah likuiditas saat harga aset di luar saham menurun. Meski demikian, Cramer mengingatkan investor agar tidak terjebak dalam narasi kehancuran, melainkan fokus pada peluang saham dan kinerja perusahaan yang fundamental.
Prediksi Tekanan Jual dan Tanggapan Pendukung Bitcoin
Cramer berspekulasi bahwa para short seller mungkin menekan harga bitcoin menjelang laporan keuangan perusahaan Michael Saylor pada pekan ini. Ia mengingatkan bahwa narasi bullish dari para pendukung setia mungkin tidak cukup jika tekanan turun harga semakin besar.
Perkembangan ini menunjukkan tantangan nyata bagi bitcoin dalam mempertahankan posisi sebagai aset investasi di tengah dinamika pasar yang kompleks. Reaksi pelaku pasar dan keputusan strategis dari figur seperti Michael Saylor akan menjadi kunci penting yang perlu diperhatikan dalam waktu dekat.
