Elon Musk menjadi sosok paling dibenci di Amerika Serikat berdasarkan survei terbaru yang digelar oleh Gallup. Survei ini mengukur tingkat popularitas dari 14 figur publik global yang paling banyak disorot media di AS. Musk meraih skor negatif terendah yakni -28 untuk kategori "tidak suka", menempati posisi pertama di daftar orang yang paling tidak disukai warga AS.
Netanyahu, Perdana Menteri Israel yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan keras, berada di posisi kedua dengan skor -23. Hal ini menunjukkan bahwa ketidakpuasan publik AS tidak hanya tertuju pada pejabat dalam negeri, tetapi juga figur internasional yang memiliki dampak signifikan terhadap kebijakan global.
Tokoh Lain yang Tidak Disukai
Selain Elon Musk dan Netanyahu, survei Gallup menunjukkan beberapa tokoh penting lainnya yang mengalami penurunan popularitas cukup tajam. Berikut daftar tokoh dengan poin negatif tertinggi versi survei Gallup:
- Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS, turun dari skor positif 8 menjadi -16. Penurunan ini diduga terkait kebijakannya memotong bantuan internasional USAID.
- Donald Trump, mantan Presiden AS, mengalami penurunan skor signifikan sebesar 13-14 poin.
- Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS, juga termasuk dalam daftar tokoh yang tidak populer.
- Gavin Newsom, Gubernur California, dan JD Vance, Wakil Presiden AS, mengalami kemerosotan popularitas serupa.
Mayoritas tokoh ini merupakan bagian dari pemerintahan saat ini atau mantan pejabat yang memiliki pengaruh besar, sehingga penurunan popularitas mencerminkan ketidakpuasan warga terhadap kebijakan atau tindakan mereka.
Meningkatnya Ketidaksukaan Terhadap Elon Musk
Dari survei yang dirilis pada Agustus, sekitar 61% responden menyatakan ketidaksukaan pada Elon Musk, sementara hanya 33% yang menyukainya dan 6% tidak memberikan opini. Citra negatif Musk yang sudah ada sebelumnya kini memburuk secara drastis sejak survei yang dilakukan Januari lalu.
Penurunan popularitas Musk ini cukup mencolok mengingat posisinya sebagai pengusaha teknologi ternama dan pendiri perusahaan besar seperti Tesla dan SpaceX. Meskipun memiliki jutaan penggemar dan pengikut setia, kontroversi dan kebijakan bisnis yang kontroversial tampaknya berkontribusi pada penurunan persepsi publik.
Popularitas Tokoh Positif di Mata Publik AS
Sebaliknya, beberaapa tokoh global dan domestik berhasil menjaga atau meningkatkan popularitasnya di mata warga AS. Tokoh paling disukai berdasarkan survei ini adalah Paus Leo XIV dengan skor positif tertinggi yaitu 46 poin. Kemudian Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di posisi kedua dengan skor 18 dan Senator Vermont Bernie Sanders dengan skor 11.
Popularitas Paus Leo XIV sebagai figur spiritual dan simbol perdamaian kerap membuatnya mendapat dukungan luas. Sementara Zelensky makin disukai karena perannya dalam mempertahankan kedaulatan Ukraina dari agresi Rusia, yang juga mendapat banyak simpati dari warga AS.
Dampak Survei Terhadap Persepsi Publik dan Politik
Survei Gallup ini menggarisbawahi adanya pergeseran sentimen dan ketidakpuasan publik terhadap tokoh-tokoh yang selama ini dianggap pengaruh besar di panggung dunia maupun Amerika Serikat sendiri. Penurunan popularitas tokoh seperti Musk dan Netanyahu menunjukkan bahwa keputusan kontroversial atau sikap politik keras dapat memicu reaksi publik yang negatif.
Data ini juga memberikan gambaran kepada para pejabat dan figur publik tentang pentingnya menjaga citra dan hubungan dengan masyarakat agar tetap dipercaya dan diterima. Popularitas tidak hanya soal prestasi, tapi juga bagaimana masyarakat menilai etika dan kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial dan dunia.
Dengan Elon Musk sebagai figur yang paling tidak disukai, hal ini menandai perubahan dramatis dalam persepsi publik terhadap tokoh teknologi sekaligus bisnis yang sebelumnya banyak dipuja. Ke depan, respons terhadap Pebisnis dan pemimpin dunia ini akan menentukan bagaimana mereka mampu beradaptasi dengan ekspektasi masyarakat luas demi menjaga posisi dan pengaruhnya di kancah global.







