
Indeks saham utama AS mengalami kenaikan signifikan pada sesi perdagangan Senin, memulai bulan Februari dengan optimisme setelah bergulirnya sejumlah laporan pendapatan kuartal keempat dan data makroekonomi yang menggembirakan. Dow Jones Industrial Average melonjak sekitar 1%, bertambah lebih dari 500 poin, sementara S&P 500 naik sekitar 0,5%. Nasdaq Composite, yang merupakan indikator sektor teknologi, berhasil pulih dan naik 0,6% setelah penurunan tajam pada akhir pekan lalu.
Kenaikan ini terjadi meski adanya kekhawatiran terkait perdagangan kecerdasan buatan (AI) dan ketidakpastian kebijakan Federal Reserve. Kepala eksekutif Nvidia, Jensen Huang, meredam spekulasi tentang komitmen investasi perusahaan senilai $100 miliar di OpenAI setelah laporan media menyatakan rencana tersebut tertunda. Saham Nvidia anjlok lebih dari 2%, namun sentimen positif terhadap perusahaan teknologi lain dan laporan pendapatan yang baik dari Palantir sedikit mengimbangi tekanan tersebut.
Pergerakan Harga Logam Mulia dan Minyak
Harga emas dan perak masih menunjukkan volatilitas tinggi setelah mengalami penurunan ekstrem pada Jumat lalu, terutama perak yang mencatat penurunan harian terbesar dalam sejarah. Pada hari Senin, harga kedua logam ini mulai mengalami rebound tetapi masih dalam zona fluktuasi ketat. Di sisi lain, harga minyak anjlok tajam lebih dari 4,6% untuk Brent dan hampir 5% untuk West Texas Intermediate (WTI), dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
Komentar dari Presiden Trump yang berharap tercapai kesepakatan dengan Iran serta sikap ‘wait and see’ dari OPEC menurunkan risiko konflik militer, sehingga menghapus premi risiko yang sebelumnya membebani harga minyak. Hal ini menandai koreksi dari lonjakan harga minyak bulan lalu yang dipacu oleh kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz.
Dampak Kesepakatan Dagang AS-India
Salah satu faktor pendorong positif di pasar saham adalah pengumuman Presiden Trump mengenai tercapainya kesepakatan perdagangan dengan India. AS setuju menurunkan tarif dasar impor barang dari India dari 25% menjadi 18%, serta menghapus tarif sekunder sebesar 25%. Sebagai imbalannya, India sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Kesepakatan ini langsung mempengaruhi beberapa saham yang terkait dengan India, seperti Infosys naik 4%, Signet dan Brilliant Earth yang bergantung pada industri berlian India masing-masing naik 1,5% dan 0,6%. Di sektor furnitur, Williams-Sonoma juga melonjak lebih dari 4%, mengingat India merupakan pemasok utama produknya. CEO Williams-Sonoma, Laura Alber, menilai pengurangan tarif ini akan meningkatkan prediktabilitas dan positif untuk bisnis mereka.
Kinerja dan Tantangan Perusahaan Besar
Meskipun pasar saham mengalami kenaikan, beberapa perusahaan melaporkan hasil beragam. Disney mencatat penurunan laba bersih lebih dari 7% meskipun pendapatan dan laba per saham yang disesuaikan melampaui ekspektasi, akibat biaya operasional yang lebih tinggi. Big Tech lainnya menanti hasil pendapatan kuartal keempat dari Amazon, Alphabet, dan AMD yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, saham perusahaan terkait kripto mengalami tekanan setelah bitcoin turun di bawah $78.000, terendah sejak April. Saham Strategy (MSTR), yang memiliki model treasury bitcoin, anjlok lebih dari 7%, sedangkan Robinhood, Coinbase, dan Marathon Digital juga mengalami penurunan.
Data Industri Manufaktur yang Positif
Pasar juga mendapat dukungan dari data sektor manufaktur AS yang menunjukkan perbaikan tak terduga. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Institute for Supply Management naik menjadi 52,6%, menandakan ekspansi aktivitas manufaktur untuk pertama kalinya dalam setahun. PMI dari S&P Global juga melonjak menjadi 52,4%. Kenaikan ini menunjukkan permintaan yang meningkat dan penguatan produksi, membantah kekhawatiran kontraksi ekonomi jangka pendek.
Chris Williamson dari S&P Global mengamati bahwa kenaikan produksi di tengah persediaan yang tinggi selama tiga bulan terakhir merupakan situasi yang langka dan bisa memicu perlambatan jika permintaan tidak meningkat secara signifikan. Namun, data ini tetap memberikan sinyal optimisme bagi pemulihan ekonomi.
Penundaan Laporan Ketenagakerjaan dan Stabilitas Dolar AS
Rilis laporan ketenagakerjaan bulanan yang biasanya menjadi acuan pasar dijadwalkan tertunda akibat shutdown parsial pemerintah AS. Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) menangguhkan pengumpulan dan pemrosesan data selama penghentian operasional federal. Shutdown ini menyusul masa gap pembukaan kembali setelah shutdown terpanjang dalam sejarah. Namun, para analis optimis shutdown ini bersifat sementara dengan dukungan mayoritas di Kongres untuk pembukaan kembali fiskal.
Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,4% setelah penunjukan Kevin Warsh sebagai calon ketua Federal Reserve oleh Presiden Trump. Pergerakan ini membantu memperkuat posisi dolar yang sebelumnya turun akibat kekhawatiran geopolitik.
Secara keseluruhan, pasar saham memulai minggu dengan optimisme yang didorong oleh faktor pendapatan perusahaan dan data ekonomi positif. Namun, ketidakpastian kebijakan moneter, volatilitas harga komoditas, serta dinamika geopolitik tetap menjadi elemen yang terus menjadi perhatian investor.





