BitRiver, Penambang Bitcoin Terbesar Rusia, Hadapi Kebangkrutan dan CEO Ditahan di Rumah

Bitcoin mining global menghadapi tekanan berat akibat fluktuasi pasar dan ketegangan geopolitik yang kian meningkat. Hal ini mendorong sejumlah miner untuk beralih ke sektor lain yang lebih stabil, seperti kecerdasan buatan, dengan memanfaatkan mesin dan infrastruktur yang sudah ada.

Salah satu miner besar Bitcoin asal Rusia, BitRiver, kini tengah menghadapi situasi krisis berat berupa ancaman kebangkrutan dan gejolak kepemimpinan. Perusahaan induknya masuk dalam pengawasan kebangkrutan resmi oleh pengadilan regional Sverdlovsk.

BitRiver, Raksasa Bitcoin Mining Rusia dalam Krisis

BitRiver dulu sempat menjadi simbol ambisi Rusia dalam industri kripto berskala besar. Perusahaan ini mengoperasikan 15 pusat data dengan kapasitas total 533 megawatt. Menurut HSE Center for Electric Power Research, BitRiver menguasai lebih dari 50% pasar Bitcoin domestik di Rusia.

Pada tahun ini, perusahaan mencatat pendapatan lebih dari 10 miliar rubel (sekitar 131,6 juta dolar AS) sebelum mulai mengalami gangguan pasokan listrik. Namun, masalah utama muncul setelah sengketa kontrak pembelian peralatan mining dengan Infrastructure of Siberia, bagian dari kelompok energi En+ Group.

Sengketa Pembelian Peralatan Mining dan Dampaknya

Infrastructure of Siberia mengajukan permohonan kebangkrutan terhadap BitRiver setelah pembayaran lebih dari 700 juta rubel (sekitar 9,1 juta dolar AS) untuk peralatan mining yang tidak pernah dikirim. Pengadilan memutuskan kemenangan bagi En+ Group, tetapi upaya penagihan aset tidak membuahkan hasil sehingga memaksa BitRiver menghadapi proses kebangkrutan.

Akibatnya, rekening BitRiver dibekukan, kondisi yang menurut para ahli hukum bisa melumpuhkan operasi perusahaan. Selain itu, BitRiver juga menanggung utang listrik yang terus menumpuk dan menghadapi gugatan hukum dari berbagai pemasok energi.

Utang dan Gugatan yang Membebani BitRiver

Jumlah klaim dari berbagai pemasok energi yang diajukan ke pengadilan melebihi 940 juta rubel (sekitar 12,2 juta dolar AS). Berikut rincian utang yang sedang dalam proses pemeriksaan pengadilan:

  1. En+ Sbyt: 133 juta rubel
  2. Irkutsk Electric Grid Company: 640 juta rubel
  3. NTEK: 168,7 juta rubel (sudah diputuskan)
  4. Regional utilities di bawah Rosseti juga mengajukan gugatan penagihan.

Keadaan ini semakin memperburuk kondisi keuangan dan operasional BitRiver.

Dampak Krisis Terhadap Struktur Perusahaan

Krisis yang dialami BitRiver tidak hanya terbatas pada aspek finansial, tetapi juga menggerogoti struktur internal perusahaan. Pada awal tahun, banyak karyawan mulai di-PHK, pembayaran gaji terlambat, dan sejumlah eksekutif memilih mengundurkan diri.

Pada akhir tahun, sekitar 80% manajemen puncak sudah meninggalkan perusahaan. Selain itu, kantor ditutup dan peralatan lega mining mulai diturunkan dari lokasi operasional.

Kepemimpinan BitRiver dalam Tekanan Hukum

Sementara itu, sang pendiri dan CEO BitRiver, Igor Runets, menghadapi kasus pidana terkait dugaan penghindaran pajak di bawah Pasal 199.2 KUHP Rusia. Pengadilan Distrik Zamoskvoretsky menempatkannya di bawah tahanan rumah sejak akhir Januari. Detail kasus ini belum diungkap secara lengkap oleh pihak berwenang.

Negosiasi untuk mentransfer aset atau mengubah kepemilikan BitRiver masih berlangsung. Namun, kondisi yang dihadapi perusahaan makin memperjelas tantangan besar yang mengancam masa depan bisnis penambangan Bitcoin skala besar di Rusia.

Situasi BitRiver menjadi contoh nyata bagaimana dinamika pasar kripto yang fluktuatif dan tekanan regulasi dapat mengguncang perusahaan besar dalam industri ini. Sementara banyak miner berupaya untuk bertahan, transformasi bisnis ke sektor baru seperti AI mulai dijadikan pilihan alternatif demi keberlanjutan usaha.

Terkait