Bitcoin terus mengalami penurunan tajam dalam 24 jam terakhir dengan jatuh ke level terendah dalam 15 bulan terakhir di harga $73.111. Penurunan ini melanjutkan tren mingguan yang menunjukkan penurunan lebih dari 15%, meskipun kemudian harga Bitcoin sedikit rebound ke $74.744, masih turun lebih dari 4% dalam sehari.
Penurunan harga Bitcoin terjadi bersamaan dengan melemahnya harga aset lain di pasar kripto dan saham. Indeks saham utama seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite tercatat turun masing-masing 1,41% dan 2,22% pada sesi perdagangan terakhir. Penurunan indeks tersebut didorong oleh saham teknologi populer seperti PayPal, yang turun lebih dari 19% setelah laporan keuangannya.
Selain itu, saham terkait kripto seperti Coinbase dan perusahaan penyimpanan aset kripto terkemuka, Strategy dan BitMine Immersion Technologies, juga melemah lebih dari 7% sejak pembukaan pasar. Hal ini terjadi meskipun ada aksi beli dari institusi besar seperti Ark Invest yang dipimpin oleh Cathie Wood.
Penurunan Harga Ethereum dan Solana
Token kripto lain seperti Ethereum dan Solana mengalami penurunan yang lebih dalam dibanding Bitcoin. Ethereum turun 9,6% ke harga $2.118, sementara Solana melemah 7,1% ke $97,10. Harga kedua aset tersebut kini berada di bawah level terendah pasar yang pernah terjadi pada April tahun lalu akibat ancaman tarif dari pemerintahan sebelumnya. Ethereum dan Solana kini masing-masing turun 57% dan 67% dari level tertinggi sepanjang masa mereka tahun ini.
Meskipun Bitcoin masih bertahan lebih baik dibandingkan koin lain, aset ini mencatat likuidasi terbesar dalam 24 jam terakhir. Data CoinGlass menunjukkan bahwa Bitcoin bertanggung jawab atas likuidasi posisi long senilai hampir $234 juta, dengan total nilai likuidasi pasar kripto mencapai $659 juta dalam sehari.
Analisis Potensi Penurunan Lebih Dalam
Alex Thorn, Kepala Riset di Galaxy Digital, memperingatkan adanya kelemahan struktural pada harga Bitcoin. Ia menunjukkan kurangnya pemicu positif jangka pendek sebagai alasan mengapa harga Bitcoin bisa terus turun mendekati rata-rata pergerakan 200 minggu di level $58.000. Thorn juga menyoroti konflik narasi antara Bitcoin dan emas, di mana harga emas justru naik mencapai rekor tertinggi baru di atas $5.600 per ons.
Emas melonjak hampir 6% dalam sehari, meski mengalami sedikit koreksi dari penurunan akhir pekan sebelumnya, dan kini berada pada harga sekitar $4.924 per ons. Kenaikan harga emas terjadi bersamaan dengan turunnya harga aset berisiko seperti saham dan kripto.
Sentimen Investasi dan Prospek Harga Bitcoin
Investor besar seperti Cathie Wood yang memiliki eksposur pada Bitcoin melalui Ark Invest, baru-baru ini menyatakan bahwa kemungkinan yang lebih besar adalah emas saat ini sedang berada di dalam sebuah gelembung, bukan aset teknologi seperti kecerdasan buatan. Pernyataan ini menambah dimensi berbeda terhadap analisis risiko pasar saat ini.
Selain itu, prediktor pasar di platform Myriad yang sebelumnya optimis Bitcoin mencapai $100.000 kini berbalik arah. Mereka kini lebih cenderung memprediksi Bitcoin akan turun sampai $69.000 sebelum terjadi kenaikan kembali, dengan probabilitas penurunan mencapai 75%, berbeda jauh dari perkiraan seminggu sebelumnya yang memberikan peluang 70% pada kenaikan ke $100.000.
Situasi ini menunjukkan tingkat ketidakpastian yang tinggi dalam pasar kripto, khususnya pada Bitcoin. Penurunan harga kripto dan saham teknologi serta dinamika makroekonomi seperti penutupan parsial pemerintahan Amerika Serikat menjadi faktor utama yang memperberat sentimen pasar saat ini. Para investor disarankan untuk mencermati perkembangan harga dan indikator teknikal serta fundamental secara seksama sebelum membuat keputusan.







