
Hong Kong-based Apeiron Capital Limited mengumumkan penjualan seluruh kepemilikannya pada iShares Ethereum Trust ETF (NASDAQ: ETHA) senilai sekitar $8,99 juta pada kuartal keempat tahun 2025. Dalam pengajuan ke U.S. Securities and Exchange Commission, Apeiron menyatakan telah melepas 285.400 saham ETHA, sehingga posisinya kini benar-benar nol.
Penjualan ini merefleksikan tekanan yang terus memburuk di pasar kripto, di mana nilai ETHA per saham pada akhir Januari dipatok di angka $20,17. Harga ini mengalami penurunan sebesar 17,7% dalam setahun terakhir dan mencatat penurunan lebih dari 30% setelah melewati periode volatilitas tinggi dan melemahnya minat risiko di pasar.
Profil iShares Ethereum Trust ETF (ETHA)
ETHA menawarkan paparan nilai harga ether (ETH) tanpa perlu investor mengelola aset kripto secara langsung. ETF ini menyediakan akses yang diatur dan diperdagangkan di bursa bagi investor institusional maupun ritel yang ingin mendapatkan eksposur terhadap aset digital Ethereum. Dibandingkan dengan kepemilikan kripto secara langsung, ETHA mengurangi kerumitan operasional serta transparansi biaya melalui struktur dana yang jelas.
Total aset yang dikelola ETF ini mencapai $10,3 miliar per akhir Januari, mencerminkan ketertarikan institusi terhadap investasi digital. Namun, performa NAV ETHA terus mengalami tekanan, dengan penurunan lebih dari 11% sepanjang 2025 akibat volatilitas harga ether yang signifikan.
Strategi dan Alokasi Portofolio Apeiron Capital
Setelah keluar dari posisi ETHA, portofolio Apeiron fokus pada saham perusahaan operasional yang lebih stabil, seperti On Holding (NYSE: ONON), Summit Therapeutics (NASDAQ: SMMT), dan QFIN (NASDAQ: QFIN). Kepemilikan utama ini menempati persentase aset kelolaan sebesar:
- On Holding – $36,99 juta (42,8%)
- Summit Therapeutics – $22,9 juta (26,5%)
- QFIN – $19,8 juta (22,9%)
- KWEB – $4,26 juta (4,9%)
- VRT – $2,53 juta (2,9%)
Sniping aset digital yang sangat volatil seperti ETHA kini memberikan ruang bagi Apeiron untuk mengalokasikan modal ke sektor-sektor dengan pengembalian berbasis fundamental bisnis, bukan hanya sentimen pasar.
Dinamika Harga Ether dan Dampaknya pada ETF
Sejak pertama diluncurkan pada 2017, harga ether dikenal dengan fluktuasi ekstrem. Pada tahun terakhir, harga sempat melonjak hampir tiga kali lipat antara April hingga September, tetapi kemudian anjlok lebih dari 50% setelahnya. Penurunan harga ini berimbas langsung pada nilai NAV ETHA, yang tidak menghasilkan pendapatan bunga atau dividen apapun.
Biaya sponsor ETF sebesar 0,25% membuat posisi bertahan di ETHA memerlukan kesabaran, terutama ketika harga bergerak datar atau menurun. Hal ini menjadi salah satu alasan Apeiron memilih untuk keluar sepenuhnya dari aset tersebut.
Pandangan Terhadap Keputusan Apeiron Capital
Keluarnya Apeiron dari iShares Ethereum Trust ETF bukan berarti blockchain kehilangan relevansi jangka panjang. Keputusan ini lebih mencerminkan preferensi pengelolaan modal yang mencari kestabilan hasil di tengah pasar digital yang tengah tidak menentu. Pendekatan Apeiron yang mengutamakan investasi di perusahaan dengan kinerja operasional nyata memberikan perspektif "fundamentalis" di tengah volatilitas harga aset kripto yang tinggi.
Eksposur regulasi dan kesederhanaan serta transparansi yang ditawarkan ETF seperti ETHA tetap menjadi solusi yang menarik bagi investor yang ingin terjun ke dunia aset digital tanpa risiko teknis pengelolaan langsung. Namun, dalam kondisi pasar yang penuh gejolak ini, strategi diversifikasi dan fokus pada nilai bisnis operasional alias fundamental menjadi semakin penting.
Dengan penjualan senilai hampir $9 juta ini, Apeiron Capital menunjukkan bahwa pengelolaan risiko dan alokasi aset adaptif menjadi kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian pasar kripto saat ini. Strategi ini juga mencerminkan tren yang lebih luas dimana investor profesional mulai mengalihkan modal dari aset digital murni menuju portofolio yang seimbang antara teknologi baru dan bisnis stabil.





