
Sentimen terhadap langkah investasi perusahaan Strategy di Bitcoin kini menghadapi ujian berat akibat tekanan jual yang terus memburuk di pasar kripto. Prediksi di platform Myriad menunjukkan peningkatan kemungkinan penjualan sebagian aset BTC mereka dari 22% menjadi 36% sebelum akhir tahun.
Harga Bitcoin sempat turun di bawah level support utama dan kini diperdagangkan di angka sekitar $76.039, sedikit di bawah rata-rata harga beli Strategy. Dalam 24 jam terakhir, nilai Bitcoin turun 2,9%, dan selama sebulan penuh turun hingga 18,1%, menurut data CoinGecko. Penurunan ini menandai sekitar 40% dari puncak Oktober yang mencapai $126.080.
Dinamika Rasio Harga Saham terhadap Aset Bitcoin
Kemampuan Strategy untuk terus membeli atau menahan penjualan aset Bitcoin mereka sangat bergantung pada rasio multiple terhadap nilai aset bersih (mNAV). Rasio ini membandingkan nilai pasar perusahaan dengan nilai Bitcoin yang mereka miliki. Saat mNAV di atas 1, saham diperdagangkan dengan premi dibandingkan nilai BTC, yang memungkinkan perusahaan menerbitkan saham baru untuk pendanaan pembelian.
Saat ini, mNAV Strategy berada di sekitar 1,08. Namun, pengguna Myriad menilai ada kemungkinan hampir 90% bahwa rasio ini akan turun ke 0,85, yang akan menghambat atau menunda pembelian BTC baru. Angka ini relatif stabil jika dibandingkan dengan data sebulan lalu.
Berbagai Pandangan Analis tentang Potensi Penjualan
Meski pasar menunjukkan sentimen bearish, analis kripto tetap meragukan bahwa Strategy akan melakukan likuidasi besar terhadap kepemilikan Bitcoin mereka. Nic Puckrin, analis aset digital dari Coin Bureau, menekankan bahwa pendiri Strategy, Michael Saylor, telah siap menghadapi penurunan harga, serta tidak menghadapi tekanan likuidasi karena obligasi konversi pertama baru akan jatuh tempo awal tahun depan.
Sementara itu, Aurelie Barthere, analis utama riset di Nansen, memperkirakan Strategy tidak akan membeli lebih banyak Bitcoin dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh rasio harga spot Bitcoin terhadap harga beli rata-rata perusahaan yang sudah mencapai angka 1, yang berpotensi mengurangi nilai saham (dilusi). Barthere menambahkan keputusan menjual BTC didasarkan pada apakah perusahaan telah menyisihkan cadangan kas untuk kewajiban dividen saham preferen.
Aktivitas Pembelian dan Strategi Manajemen Risiko
Perusahaan ini masih melanjutkan pembelian, tercatat pada awal Februari mereka menambah stok Bitcoin sebanyak 855 BTC. Michael Saylor juga tetap optimistis dan mendorong filosofi investasi "Beli Bitcoin, jangan jual Bitcoin" melalui media sosial. Namun, apakah Strategy akan menjual aset BTC mereka sangat tergantung pada pengelolaan cadangan kas terutama untuk memastikan pembayaran dividen kepada pemegang saham prioritas.
Tekanan Kapital dan Kondisi Harga Saham
Strategy menghadapi tekanan besar dengan harga saham yang terus menurun selama delapan bulan berturut-turut. Saham MSTR merosot dari puncaknya sekitar $540 menjadi sekitar $133, mengalami penurunan lebih dari 75%. Perusahaan masih memegang cadangan kas sebesar $2,25 miliar yang diklaim mampu menopang pembayaran dividen selama 30 bulan ke depan.
Menurut Marcin Kazmierczak, co-founder RedStone, keputusan perusahaan untuk menjual aset Bitcoin dilihat sebagai respon terhadap peluang harga pasar atau kebutuhan alokasi modal, bukan perubahan mendasar dari keyakinan investasi mereka. Fokus utama adalah apakah risiko dan potensi keuntungan pada harga saat ini sesuai dengan strategi alokasi aset mereka.
Perkembangan di pasar Bitcoin dan bagaimana Strategy menyesuaikan pendekatannya terhadap penurunan besar ini menjadi perhatian utama para investor dan pengamat. Seiring dengan kondisi pasar yang fluktuatif, keputusan untuk membeli, bertahan, atau melepas Bitcoin strategis akan terus dipantau secara ketat.





