Samsung Galaxy S26 diprediksi akan hadir tanpa magnet bawaan Qi2, fitur yang kini menjadi standar penting untuk pengisian nirkabel di smartphone flagship. Kabar ini mengecewakan mengingat Qi2 sudah didukung penuh oleh kompetitor utama seperti Apple dan Google. Tanpa magnet Qi2, pengalaman pengisian nirkabel pada Galaxy S26 kemungkinan akan tertinggal dari ponsel lain di pasar yang sudah menawarkan fitur ini.
Standar Qi2 memanfaatkan teknologi magnetik yang memungkinkan fitur pengisian nirkabel lebih efisien dan akurat. Apple memperkenalkan MagSafe sejak 2020 dan kemudian menyerahkan teknologinya kepada Wireless Power Consortium (WPC) sebagai bagian dari Qi2. Google mengikuti dengan menanamkan magnet Qi2 pada seri Pixel 10, meningkatkan kompatibilitas dan kenyamanan pengisian daya secara signifikan.
Pentingnya Magnet Qi2 pada Smartphone Flagship
Qi2 bukan hanya soal pengisian daya yang lebih cepat, tetapi juga soal ekosistem aksesori yang luas seperti case, dompet, stand, dan tripod yang mendukung MagSafe/Qi2. Konsumen kini mengharapkan perangkat mereka memiliki kompatibilitas mudah dengan berbagai aksesori ini. Menurut WPC, "Qi2’s Magnetic Power Profile memastikan perangkat terpasang dengan sempurna pada charger, memberikan energi lebih efisien dan pengisian lebih cepat."
Samsung sendiri sudah mulai mendukung standar Qi2. Namun sayangnya, Galaxy S25 hanya "Qi2.1 Ready" tanpa magnet bawaan. Penambahan magnet diyakini sebagai langkah berikutnya, tetapi bocoran terbaru mengindikasikan Galaxy S26 tidak akan dilengkapi dengan magnet Qi2 internal.
Bocoran Kasus Galaxy S26 Mengindikasikan Ketidakhadiran Magnet
Beberapa bocoran kasus resmi untuk Galaxy S26 menunjukkan opsi dengan dan tanpa cincin magnetik. Hal ini menjadi pertanda buruk bahwa Samsung tidak berkomitmen penuh pada standar Qi2. Meluncurkan kasus tanpa magnet passtrough untuk perangkat yang seharusnya mendukung Qi2 akan mengurangi nilai fitur pengisian magnetik tersebut.
Menurut analis dari 9to5Google, mengeluarkan kasus tanpa magnet pada Galaxy S26 bertentangan dengan maksud integrasi hardware magnet di ponsel. Jika Samsung benar-benar memasangkan magnet Qi2 di ponsel, alasan bisnis tidak mendukung sekaligus melepas casing tanpa magnet jadi sangat lemah.
Kondisi Pasar dan Tekanan Kompetitif
Apple dan Google sudah menetapkan standar memberi magnet Qi2 sebagai fitur wajib flagship. Apple secara eksklusif memberi lisensi teknologi MagSafe ke WPC pada 2023 agar jadi standar universal. Sementara Google telah mengaplikasikannya sejak seri Pixel 10. Posisi Samsung tampak mundur ketika gagal mengikuti perkembangan ini.
Pengembangan desain smartphone memang berlangsung bertahun-tahun. Hal ini jadi alasan Samsung tertinggal dalam mengadopsi Qi2 di generasi sebelumnya. Namun memasuki 2026, tidak ada alasan teknis maupun bisnis untuk melewatkan fitur ini. Pasarnya sudah jelas menginginkan pengalaman pengisian nirkabel lengkap dengan dukungan magnetik.
Jika Tidak Ada Magnet Qi2, Apa yang Berubah di Galaxy S26?
Rumor selama ini menyebut Galaxy S26 akan lebih "konservatif" dari segi desain dan spesifikasi. Model Pro yang sebelumnya digadang-gadang tidak jadi diwujudkan. Varian Edge juga tampaknya akan berganti nama dan fungsi. Intinya, Samsung kemungkinan hanya mengulang formula yang sudah ada.
Jika tidak ada magnet Qi2 dan tak ada peningkatan signifikan lain, Galaxy S26 sulit memberikan alasan kuat bagi konsumen untuk upgrade. Ini mengingatkan bahwa Samsung terlalu nyaman dengan status quo. Flagship besarnya tidak menunjukkan inovasi berarti sejak beberapa generasi terakhir.
Daftar Faktor yang Membuat Qi2 Esensial pada 2026
- Pengisian Nirkabel Lebih Cepat dan Efisien
- Kompatibilitas Luas dengan Berbagai Aksesori
- Meningkatkan Kenyamanan dan Keamanan Pengisian
- Menjadi Standar Industri yang Diadopsi Global
- Meningkatkan Nilai Tambah Perangkat bagi Konsumen
Samsung perlu mempertimbangkan ulang posisi strategisnya. Jika flaghsip terbesarnya tidak memasukkan Qi2, maka posisi dominan Samsung di pasar Android bisa terancam. Konsumen semakin cerdas memilih perangkat yang memberi pengalaman pengguna lebih baik, termasuk dari sisi teknologi pengisian daya.
Perkembangan Galaxy S26 dan keputusan Samsung dalam hal fitur ini patut menjadi perhatian serius bagi calon pembeli. Jika fitur magnet Qi2 tidak dihadirkan, maka membeli Galaxy S26 bisa dianggap sebagai keputusan yang kurang bijak dibanding pilihan dengan teknologi pengisian nirkabel lebih lengkap dari produsen lain.





