Aave mengumumkan penutupan dompet Family iOS dan penghentian merek Avara untuk memusatkan operasi di bawah naungan Aave Labs. Keputusan ini bertujuan untuk memperkuat fokus pada aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan meninggalkan produk dompet konsumen umum.
Mulai 1 April, Family tidak akan menerima pengguna baru dan layanan aplikasi tetap bisa diakses hingga April 2027. Selanjutnya, pengguna akan dialihkan ke infrastruktur Aave yang lebih terintegrasi dan fokus pada layanan seperti simpanan dan pinjaman.
Pendiri Aave, Stani Kulechov, menjelaskan bahwa pengalaman dari berbagai pendekatan onboarding pengguna menunjukkan bahwa keberhasilan memerlukan produk dengan tujuan spesifik. “Pengalaman onboarding yang efektif adalah yang dirancang khusus untuk fungsi tertentu, seperti tabungan, bukan dompet umum yang serba guna,” kata Kulechov.
Meskipun produk Family berhenti sebagai aplikasi mandiri, teknologi inti Family Accounts tetap digunakan untuk otentikasi dan fungsi wallet di seluruh produk Aave. Pengguna lama masih dapat mengelola dana lewat accounts.aave.com, namun fungsi aplikasi akan dibatasi hanya untuk akses akun dan penarikan.
Langkah ini juga menyusul pengalihan pengelolaan Lens Protocol, jejaring sosial milik Aave, ke Mask Network. Pemusatan ini dilakukan untuk memperjelas fokus bisnis dan menghindari konflik internal yang sempat terjadi, termasuk sengketa tata kelola dan kepemilikan aset.
Pada semester lalu, Aave menghadapi kontroversi soal pembelian jutaan token AAVE oleh Kulechov yang memicu dugaan manipulasi suara dalam tata kelola. Selain itu, keputusan mengganti Paraswap dengan CowSwap juga menimbulkan kritik karena mengalihkan pendapatan jutaan dolar dari kas DAO ke pihak privat.
Data snapshot menunjukkan kecenderungan dominasi suara oleh beberapa pemegang token besar. Tiga dompet terbesar menguasai lebih dari 58% kekuatan voting, dengan satu dompet tunggal memegang 27%, menimbulkan kekhawatiran atas potensi konflik kepentingan dalam ekosistem.
Meski demikian, Aave berhasil memperoleh kepastian regulasi penting dengan berakhirnya investigasi SEC tanpa tindakan penegakan, serta mendapatkan otorisasi MiCA di Eropa. Dukungan hukum ini memberi landasan kuat bagi pengembangan lanjutan platform.
Seiring dengan konsolidasi, Aave juga mempersiapkan peluncuran Aave V4 dan mengalihkan seluruh produk ke brand Aave Labs. Fokus utama adalah memperkuat kesadaran merek Aave dan memperluas akses DeFi kepada jutaan pengguna baru di seluruh dunia.
Berikut adalah rangkuman poin penting strategi Aave saat ini:
1. Penutupan aplikasi Family iOS dan penghentian brand Avara.
2. Memusatkan semua produk di bawah Aave Labs.
3. Fokus pada aplikasi DeFi terarah seperti tabungan dan peminjaman.
4. Pengalihan Lens Protocol ke Mask Network.
5. Penyelesaian sengketa tata kelola dan isu kepemilikan aset.
6. Kepastian regulasi dari SEC dan otorisasi MiCA.
7. Persiapan peluncuran Aave V4 untuk ekspansi lebih lanjut.
Strategi ini menandai perubahan signifikan pada perjalanan Aave, menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar dan dinamika pengguna. Pengguna dan komunitas DeFi diperkirakan akan mendapatkan pengalaman yang lebih terintegrasi, aman, dan efisien melalui pendekatan baru ini.







