Apakah Fase Akumulasi Bitcoin Bergantung pada Kondisi Pasar Kredit AS yang Rentan?

Pasar Bitcoin saat ini sedang menghadapi tekanan yang cukup berat. Harga Bitcoin turun di bawah level $73.000, menembus titik terendah sejak November lalu. Penurunan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih didominasi oleh kekhawatiran, terutama terkait pasar kredit AS yang rapuh.

Para trader kripto dan Bitcoin saat ini dipenuhi harapan optimis, meskipun situasi pasar belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Sebelumnya, banyak yang yakin harga Bitcoin bisa bertahan di atas $80.000 dan terus naik. Namun, langkah bearish justru semakin kuat dan menyebar ke aset kripto lain, termasuk meme coin dan beberapa aset kripto unggulan.

Faktor Pasar Kredit AS dalam Pergerakan Bitcoin

Salah satu faktor utama yang mendorong penurunan harga Bitcoin adalah ketidakpastian di pasar kredit AS. ICE BofA US Corporate Option-Adjusted Spread (OAS) menjadi indikator yang saat ini diawasi ketat oleh para analis dan pelaku pasar. Indeks ini mengukur risiko kredit perusahaan dan biasanya akan melebar saat pasar mulai khawatir akan kemungkinan gagal bayar perusahaan.

Menariknya, saat ini OAS tercatat sangat rendah, di angka 0,74%, posisi terendah sejak 1997. Kondisi ini menunjukan pasar kredit AS masih tampak tenang dan percaya diri. Secara teori, ketika risiko kredit rendah, aset berisiko tinggi seperti Bitcoin seharusnya mendapatkan dukungan dan mengalami kenaikan. Namun, kenyataannya Bitcoin justru melemah cukup signifikan.

Ketidaksesuaian Antara Pasar Kredit dan Harga Bitcoin

Keanehan ini menimbulkan dugaan bahwa pasar kredit AS sedang meremehkan risiko yang sebenarnya ada. Jika spread risiko kredit tiba-tiba melebar, misalnya naik dari 0,74% menjadi 1,5%, investor diperkirakan akan panik dan menjual aset berisiko tinggi untuk beralih ke aset aman seperti obligasi pemerintah AS. Akibatnya, Bitcoin kemungkinan besar akan mengalami tekanan jual lebih dalam.

Sejarah menunjukkan bahwa harga Bitcoin biasanya membentuk titik terendahnya setelah pasar kredit menunjukkan tekanan nyata. Dalam beberapa siklus harga Bitcoin sebelumnya, penurunan terbesar biasanya baru terjadi setelah pasar kredit mengalami krisis atau "crack". Dengan demikian, penting bagi trader untuk tetap waspada menghadapi kemungkinan terjadinya tekanan pasar kredit yang lebih serius.

Dampak Utang AS dan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi

Hutang pemerintah AS kini sudah mencapai sekitar $38,5 triliun, dengan imbal hasil obligasi 10-tahun berada di kisaran 4,29%. Kondisi ini memperketat likuiditas di seluruh sistem keuangan. Pada tahun-tahun sebelumnya, misalnya 2018, 2020, dan 2022, Bitcoin tidak segera rebound saat gejolak pasar muncul pertama kali. Bitcoin baru mulai pulih setelah likuiditas kering dan kredit bermasalah menyebabkan penurunan pasar semakin dalam.

Fakta ini memperkuat asumsi bahwa tekanan pasar kredit berperan penting dalam menentukan fase akumulasi Bitcoin. Ketika peminjam mulai menuntut premi risiko lebih tinggi, aset berisiko seperti Bitcoin akan direvaluasi ulang oleh pasar secara cepat.

Indikator On-Chain Menunjukkan Fase Akumulasi Dimulai

Data on-chain juga memberikan sinyal penting terkait fase pasar Bitcoin saat ini. Bitcoin Spent Output Profit Ratio (SOPR) yang mengukur profitabilitas penjualan Bitcoin menurun ke angka sekitar 1, yaitu level terendah dalam setahun terakhir. Penurunan ini menandakan para penjual semakin enggan mengambil keuntungan dan mulai menahan asetnya.

Fenomena tersebut biasanya muncul ketika pasar memasuki zona akumulasi, bukan saat bottom harga yang sesungguhnya. Hal ini bisa menjadi titik awal bagi investor yang ingin mengakumulasi Bitcoin sebelum terjadi pembalikan tren harga lebih kuat.

Poin Penting untuk Diwaspadai Investor

Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh investor dan trader Bitcoin:

  1. Spread kredit AS masih sangat rendah walau ada tekanan di harga Bitcoin.
  2. Sejarah pasar menunjukkan Bitcoin bottom muncul setelah pasar kredit mengalami tekanan nyata.
  3. Utang AS dan imbal hasil obligasi tinggi semakin memperketat likuiditas pasar.
  4. Bitcoin SOPR menurun, mengindikasikan potensi fase akumulasi harga mulai berjalan.
  5. Ketidakpastian pasar kredit dapat menjadi trigger penurunan harga Bitcoin lebih lanjut.

Dengan kondisi tersebut, fase akumulasi Bitcoin besar kemungkinan akan sangat bergantung pada dinamika pasar kredit AS. Jika risiko kredit mulai menguat, investor bisa melihat potensi volatilitas tinggi dan kemungkinan harga Bitcoin turun lebih dalam. Namun, jika pasar kredit tetap stabil, ada peluang Bitcoin mengalami pemulihan.

Pemantauan ketat terhadap indikator pasar kredit dan data on-chain menjadi kunci penting untuk mengambil keputusan investasi yang tepat. Investor disarankan tetap berhati-hati dan menyiapkan strategi yang matang dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global.

Terkait