Bethesda Veteran Ungkap Pengurangan Kompleksitas RPG di Elder Scrolls Jadi Kunci Kesuksesan Skyrim

Bethesda veteran Bruce Nesmith menjelaskan bahwa penyederhanaan elemen RPG dalam seri Elder Scrolls justru membawa dampak positif. Dalam wawancara dengan PressBoxPR, Nesmith yang pernah menjadi lead designer Skyrim menyatakan bahwa mengurangi kompleksitas sistem karakter memungkinkan pemain lebih menikmati permainan tanpa terlalu terbebani oleh aturan dan menu panjang.

Salah satu perubahan paling signifikan adalah penghilangan atribut karakter di Skyrim. Nesmith menegaskan, "Kami menghilangkan atribut di Skyrim dan tahu siapa yang mengeluh? Hampir tidak ada. Mereka bahkan hampir tidak menyadarinya." Hal ini menunjukkan bahwa penyederhanaan sistem tidak mengganggu pengalaman pemain secara signifikan. Filosofi utama yang dipegang adalah bagaimana membuat pengalaman bermain menjadi lebih alami dan menyenangkan tanpa memaksa pemain terus menerus memperhatikan angka dan statistik.

Filosofi Interface dan Sistem Karakter

Nesmith mengungkapkan bahwa ide utama adalah menciptakan game yang "interfaceless" atau minim hambatan dari sistem karakter kepada pemain. Todd Howard, kepala studio Bethesda, juga mendukung filosofi ini meski terkadang sangat suka mengutak-atik detail. Nesmith menjelaskan, "Itu bukan hanya tentang menu, tapi bagaimana karakter sistem seharusnya tidak menghalangi pemain. Jangan sampai kepala pemain terbenam di dalam menu-menu, statistik, dan aturan. Nikmati saat ini saja."

Perubahan ini makin memperjelas identitas Elder Scrolls sebagai game yang membiarkan pemain berkembang secara organik melalui aktivitas yang mereka lakukan. Dengan sistem leveling yang berdasarkan penggunaan kemampuan tertentu, pemain bisa mengembangkan karakter sesuai gaya bermain mereka. "Anda melakukan sesuatu, maka Anda akan lebih baik dalam melakukannya. Ini menjadi ciri khas seri Elder Scrolls sekarang," ucap Nesmith.

Perbandingan dengan Fallout dan RPG Klasik

Meski Bethesda memangkas kompleksitas di Elder Scrolls, studio yang sama justru mempertahankan elemen RPG klasik di seri Fallout. Nesmith mengatakan, "Di Fallout, mereka justru memeluk fitur RPG lama. Itu memang disengaja." Fallout mengangkat nuansa retro fiksi ilmiah 1950-an yang didukung dengan aturan RPG tradisional, termasuk penggunaan poin pengalaman dan manajemen karakter secara detail.

Menurut Nesmith, pendekatan ini merupakan pilihan tematik dan berbeda pada setiap judul agar sesuai dengan dunia yang dibangun. "Jika Anda menyukai elemen RPG klasik, ada banyak game lain yang bisa Anda mainkan. Bethesda sebagai studio bisa menjadi yang terbaik dalam melakukan kedua gaya tersebut, tapi satu game tidak bisa melakukan kedua hal sekaligus," jelasnya.

Dampak bagi Penggemar dan Masa Depan Elder Scrolls

Penyederhanaan sistem RPG di Elder Scrolls bukan berarti Bethesda meninggalkan keunikan dan kedalaman cerita. Nesmith percaya perubahan ini justru membantu menarik pemain baru tanpa mengorbankan pengalaman inti fans lama. Sistem yang lebih intuitif memungkinkan lebih banyak orang menikmati dunia yang luas dan bebas dari Elder Scrolls tanpa harus menguasai mekanisme kompleks terlebih dahulu.

Dengan penghapusan atribut dan fokus pada kemajuan berbasis aktivitas, Bethesda berharap pemain lebih fokus pada eksplorasi dan cerita. Nesmith juga menyinggung pengembangan The Elder Scrolls 6 yang diyakini akan melanjutkan tren ini dengan tetap memberi ruang bagi kebebasan pemain dalam membentuk karakter.

Ringkasan Filosofi Desain Elder Scrolls oleh Nesmith

  1. Mengurangi antarmuka kompleks untuk memberi ruang eksplorasi dan narasi.
  2. Menghilangkan atribut karakter dalam Skyrim karena tidak berdampak besar.
  3. Sistem leveling berbasis kemampuan nyata sesuai gaya bermain.
  4. Tidak menggabungkan RPG klasik dan modern dalam satu judul.
  5. Berbeda pendekatan RPG antara Elder Scrolls dan Fallout sesuai tema dunia.
  6. Membuka peluang bagi pemain baru tanpa mengorbankan pengalaman penggemar lama.

Pendekatan ini menjelaskan mengapa Skyrim berhasil menjadi salah satu RPG terbesar di dunia sekaligus mudah diakses bagi berbagai kalangan pemain. Kesuksesan ini juga memberi gambaran bagaimana Bethesda mengarahkan seri lanjutan Elder Scrolls untuk tetap relevan di era game modern tanpa kehilangan jiwa seri klasik.

Bruce Nesmith, selain berbicara tentang game, juga mempromosikan trilogi novel karyanya berjudul Loki Redeemed. Namun, pandangannya tentang desain game Elder Scrolls dan Fallout mencerminkan filosofi mendalam yang memengaruhi pengembangan dua franchise besar tersebut ke depan. Bethesda tampaknya akan terus mengembangkannya dengan keseimbangan antara inovasi dan penghormatan terhadap akar tradisi permainan mereka.

Berita Terkait

Back to top button