Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 20% di bawah biaya produksi, yang diperkirakan mencapai $87.000 per koin. Harga Bitcoin yang turun menjadi sekitar $70.000 ini menandai tekanan signifikan pada profitabilitas para penambang, yang mencapai titik terendah dalam 14 bulan terakhir.
Penurunan Profitabilitas Penambang Bitcoin
Indeks Miner Profit and Loss Sustainability menunjukkan angka 21, level yang tidak terlihat sejak November tahun lalu. Pendapatan harian dari aktivitas penambangan turun drastis dari sekitar $45 juta menjadi hanya $28 juta, akibat kombinasi harga Bitcoin yang melemah dan gangguan cuaca musim dingin ekstrem di Amerika Serikat. Penambang publik besar juga mengalami penurunan output yang signifikan, dari sekitar 77 Bitcoin per hari menjadi hanya 28 Bitcoin.
Hashrate dan Dampaknya terhadap Penambangan
Hashrate jaringan Bitcoin kini berada di sekitar 970 exahashes per detik, turun 12% dibandingkan puncaknya yang mencapai 1,1 zettahashes per detik pada Oktober. Penurunan ini adalah yang paling curam sejak larangan penambangan di China pada 2021. Lambatnya pemrosesan blok terlihat dari waktu rata-rata blok yang mencapai 11,6 menit, lebih lama dari target protokol 10 menit, karena sebagian besar hashrate telah offline.
Penyesuaian Kesulitan Penambangan Mendatang
Penyesuaian kesulitan (difficulty adjustment) yang diperkirakan berlangsung awal Februari dapat menurunkan tingkat kesulitan penambangan sekitar 14%, dari 141,67 triliun menjadi sekitar 121 triliun. Penurunan ini akan memberi kelegaan bagi penambang yang tetap mengoperasikan mesin di tengah tekanan margin yang ketat.
Performa Mesin Tambang dan Profitabilitas
Perangkat lama seperti Antminer S19 XP+ dan MicroBT M60S tidak lagi menguntungkan dengan tarif listrik standar sekitar $0,08 per kilowatt-jam. Bahkan model terbaru seperti S21-series mulai mendekati ambang batas harga shutdown, antara $69.000 hingga $74.000 per Bitcoin. Hal ini menunjukkan kesulitan finansial yang cukup tajam bagi sebagian besar penambang.
Dinamika Jangka Panjang dan Perubahan Struktur Hashrate
Penurunan hashrate berkepanjangan sering dianggap oleh analis sebagai sinyal kontrarian pasar yang bisa diikuti oleh kenaikan harga dalam jangka menengah hingga panjang. Menurut firma investasi digital VanEck, 77% dari penurunan hashrate selama 90 hari sebelumnya diikuti oleh tren kenaikan Bitcoin selama 180 hari dengan rata-rata peningkatan 72%.
Selain faktor siklis, perubahan struktur juga berperan. Beberapa penambang besar kini mengalihkan sebagian kapasitas komputasi mereka ke aplikasi kecerdasan buatan dan komputasi performa tinggi, yang memberikan hasil yang lebih stabil daripada hadiah blok di pasar yang penuh tekanan. Diperkirakan hingga 10% dari total hashrate Bitcoin bisa beralih ke bidang AI secara permanen.
Perubahan Permintaan Institusional
Selain tekanan dari sisi penambang, permintaan institusional juga melemah. Dana ETF Bitcoin di AS yang sebelumnya banyak membeli kini berbalik menjadi penjual. Data riset menunjukkan bahwa ETF spot Bitcoin telah melepas sekitar 10.600 BTC pada tahun berjalan, berbanding terbalik dengan pembelian 46.000 BTC di tahun sebelumnya.
Dengan kondisi hashrate yang menurun, penyesuaian kesulitan penambangan menanti, dan permintaan institusional yang melemah, Oktober lalu menjadi titik penting dalam dinamika pasar Bitcoin. Tren ini memperlihatkan tantangan nyata bagi profitabilitas penambang sekaligus membuka potensi fase stabilisasi dan pembalikan tren dalam beberapa bulan ke depan.
