$337 Juta Rugi Kertas: Dampak Strategi Bitcoin Strategy pada Dana Pensiun Publik AS yang Tertekan

Strategi investasi perusahaan Strategy, yang berfokus pada Bitcoin dengan menggunakan leverage, telah menyebabkan kerugian kertas signifikan bagi dana pensiun publik di Amerika Serikat. Ketika volatilitas kripto meningkat tajam, nilai saham Strategy turun drastis, memicu potensi risiko besar dalam pengelolaan dana pensiun yang selama ini mengedepankan stabilitas.

Sebanyak sebelas dana pensiun negara bagian di AS memegang sekitar 1,8 juta saham MSTR (kode saham Strategy). Nilai saham tersebut yang sebelumnya mencapai sekitar $577 juta, kini hanya bernilai sekitar $240 juta, sehingga terdapat kerugian belum terealisasi sebesar $337 juta. Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran soal tanggung jawab fidusia dan manajemen risiko dana pensiun yang mengelola tabungan pensiun jutaan pekerja publik.

Dampak Penurunan Saham Strategy Pada Dana Pensiun Besar

Dana pensiun terbesar seperti CalPERS di California, yang mengelola lebih dari $550 miliar aset, membeli 448.157 saham Strategy pada kuartal ketiga 2025 dengan nilai lebih dari $144 juta. Ketika harga saham Strategy mulai turun, nilai investasi tersebut menyusut tajam menjadi sekitar $80 juta, menyebabkan kerugian sekitar $64 juta hanya dalam dua bulan. Tren penurunan berlanjut dan harga pasar saham ini kemungkinan jatuh lebih rendah pada awal tahun berikutnya.

Dana Pensiun Negara Bagian New York yang mengelola sekitar $282 miliar aset juga merasakan dampak parah. Mereka tercatat memiliki sekitar 282.000 saham MSTR senilai $91 juta pada September 2025, namun nilai ini menurun hampir 60 persen, menghilangkan sekitar $53 juta dari nilai investasi mereka. Sedangkan di Florida, State Board of Administration Retirement System yang mengelola dekat $250 miliar, nilai saham Strategy mereka pernah mencapai $79 juta, kini turun sebesar $46 juta akibat jatuhnya harga Bitcoin.

Risiko Leverage Ganda dan Tantangan Fidusia

Model bisnis Strategy yang dipimpin oleh Michael Saylor mengandalkan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar menggunakan campuran utang dan penerbitan saham. Saat ini, Strategy memegang lebih dari 687.000 BTC. Walaupun hal ini dapat memperbesar keuntungan saat pasar bullish, efek sebaliknya sangat terasa saat harga jatuh.

Investor saham yang memiliki MSTR tidak hanya terpapar volatilitas Bitcoin, tapi juga risiko dari utang yang digunakan untuk membeli aset tersebut. Dana pensiun memilih MSTR sebagai alternatif mendapatkan eksposur Bitcoin secara tidak langsung karena tata kelola langsung Bitcoin yang rumit dan politis bagi dana publik. Namun, penurunan harga Bitcoin di bawah $74.000 pada awal tahun 2026 menyebabkan saham MSTR terperosok ke harga di bawah $135, menciptakan jebakan leverage ganda yang kritikus anggap bermasalah dalam konteks tanggung jawab fidusia.

Dampak Luas Pada Dana Pensiun Negara Bagian Lain

Kerugian ini tidak hanya dialami oleh tiga dana terbesar. New Jersey Common Pension Fund D memiliki sekitar 89.000 saham MSTR senilai $14 juta di akhir 2025, yang nilainya diperkirakan turun hampir separuh. Louisiana’s State Employees Retirement System yang memegang 18.000 saham senilai $3,1 juta juga kehilangan lebih dari 50 persen nilai investasinya.

CalSTRS, dana pensiun untuk guru di California, mencatat kepemilikan sekitar 258.785 saham MSTR senilai $83 juta pada 2025, dengan nilai saat ini yang diperkirakan telah berkurang sekitar $50 juta. Luasnya dampak ini memicu diskusi serius tentang bagaimana dana pensiun harus mengelola eksposur risiko terhadap aset volatil seperti Bitcoin.

Tantangan Manajemen Risiko dan Stabilitas Dana Pensiun

Para analis menyoroti bahwa utang Strategy sebesar sekitar $21 miliar untuk membeli Bitcoin menimbulkan risiko yang bisa bereskalasi jika harga terus turun. Risiko ini bisa membatasi akses Strategy ke pasar modal dan memaksa perubahan struktural yang berdampak pada pemegang saham. Dana pensiun yang selama ini beroperasi dengan prinsip diversifikasi, transparansi, dan pengendalian risiko kini menghadapi tantangan berat untuk tetap menjamin keamanan tabungan peserta.

Meskipun Bitcoin mencoba menunjukkan stabilitas pada awal Februari, korelasinya yang meningkat dengan pasar saham secara umum menyebabkan kekhawatiran bahwa penurunan pasar di masa depan bisa menghantam sekaligus portofolio saham dan aset kripto. Kerugian kertas sebesar $337 juta ini menjadi pengingat penting bahwa keuntungan besar yang menggiurkan di pasar kripto juga membawa risiko signifikan yang harus dikelola dengan hati-hati oleh pengelola dana pensiun publik.

Strategi investasi menggunakan saham Strategy sebagai proxy Bitcoin tidak hanya mengandung risiko pasar kripto, tetapi juga risiko keuangan akibat struktur leverage perusahaan tersebut. Oleh karena itu, pengelola dana pensiun perlu mengkaji kembali pendekatan ekspose ini untuk menjaga keberlanjutan dan keamanan dana pensiun bagi jutaan pekerja publik di Amerika Serikat.

Exit mobile version