Revitalisasi kamera kompak menunjukkan tren positif meski masih jauh dari masa kejayaannya. Data dari Japanese Camera and Imaging Products Association (CIPA) memperlihatkan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 9,4 juta unit kamera dikirimkan secara global. Dari jumlah tersebut, 2,4 juta unit merupakan kamera point-and-shoot dengan lensa tetap.
Jumlah pengiriman kamera kompak pada 2025 adalah yang tertinggi sejak tahun 2021. Namun, angka ini hanya sebagian kecil dari puncak kejayaan kamera kompak pada tahun 2010. Saat itu, pengiriman kamera kompak mencapai lebih dari 108,5 juta unit secara global. Artinya, jumlah kamera yang dikirimkan pada 2025 hanya sekitar 2,24 persen dari puncak tahun 2010 tersebut.
CIPA mencatat tren pemulihan sejak penurunan drastis yang terjadi di tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Secara keseluruhan, pengiriman kamera dari semua kategori belum melonjak melebihi angka 15,2 juta unit pada 2019. Namun, angka 9,4 juta pada 2025 merupakan rekor tertinggi yang dicapai sejak 2020. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kamera, khususnya kamera kompak, mulai bangkit kembali.
Dalam kategori kamera dengan lensa tetap, CIPA menggabungkan berbagai jenis kamera, termasuk point-and-shoot Canon Powershot G7 X Mark III, kamera bridge seperti Nikon Coolpix P1100, hingga kamera premium Sony RX1R III. Meskipun CIPA hanya melaporkan data dari anggotanya yang terdiri dari produsen Jepang seperti Canon, Sony, Nikon, Fujifilm, Ricoh, OM System, dan Panasonic, sektor kamera kompak tetap mengalami perkembangan.
Dari segi nilai pengiriman, kamera dengan lensa tetap di tahun 2025 mencatat nilai ¥151.459.698.000 atau sekitar 971 juta dolar AS. Meski jumlah unit terjual hanya 2,24 persen dari tahun 2010, nilai penjualan mencapai 13,3 persen dari nilai terbaik pada masa kejayaan kamera kompak. Ini mengindikasikan adanya kenaikan harga rata-rata kamera kompak selama lima belas tahun terakhir.
Kenaikan harga tersebut bisa disebabkan oleh faktor inflasi dan permintaan pasar. Selain itu, kamera kompak tahun 2025 cenderung menampilkan fitur canggih dan kualitas tinggi dibandingkan dengan kamera murah yang populer pada awal 2010-an sebelum popularitas fotografi smartphone meledak. Dengan demikian, kamera kompak kini lebih menargetkan segmen pengguna yang mengutamakan kualitas dan performa.
Data bulan Desember juga menunjukkan tren positif pada pengiriman kamera dengan lensa tetap, dengan volume sebanyak 90 persen dari bulan sebelumnya dan peningkatan sebesar 141,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini memperkuat indikasi bahwa pasar kamera kompak sedang mengalami kebangkitan.
Berikut ini ringkasan situasi pasar kamera kompak berdasarkan laporan CIPA:
1. Pengiriman tahun 2025 mencapai 9,4 juta unit, tertinggi sejak 2021.
2. Pengiriman point-and-shoot dengan lensa tetap sekitar 2,4 juta unit.
3. Angka ini hanya 2,24 persen dari puncak pengiriman tahun 2010.
4. Nilai pengiriman mencapai 13,3 persen dibandingkan tahun 2010.
5. Kenaikan harga rata-rata kamera kompak kini lebih tinggi.
6. Pemulihan pasar kamera jauh dari angka sebelum pandemi.
Meski pasar kamera kompak belum kembali ke masa kejayaannya, tren tersebut menandai adanya minat yang kembali tumbuh pada produk kamera fisik. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh keunggulan fitur khusus dan kualitas gambar yang tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh kamera smartphone. Produsen juga terus mengembangkan teknologi kamera agar tetap relevan dan menarik bagi konsumen yang mencari pengalaman fotografi lebih profesional atau spesifik.
Dalam konteks yang lebih luas, pemulihan pengiriman kamera kompak menggambarkan pergeseran preferensi dan segmentasi pasar yang semakin dinamis. Sementara smartphone masih mendominasi kebutuhan sehari-hari, kamera kompak kini lebih fokus pada konsumen yang mengutamakan hasil foto premium dan sensor berkualitas tinggi. Kondisi ini membuka peluang baru bagi produsen untuk terus berinovasi dan memenuhi kebutuhan segmen nisch tersebut.
Dengan demikian, meskipun 2025 belum bisa menyaingi masa kejayaan kamera point-and-shoot pada dekade sebelumnya, tren kenaikan pengiriman dan nilai penjualan menunjukkan bahwa kamera kompak masih relevan. Pasar ini diperkirakan akan terus berkembang seiring teknologi yang semakin canggih dan keinginan konsumen akan perangkat fotografi berkualitas tinggi.
