Bhutan mulai menjual Bitcoin hasil penambangannya dalam lot senilai $50 juta. Negara kecil di Himalaya ini memanfaatkan kegiatan penambangan Bitcoin sejak lebih dari enam tahun lalu untuk menambah pendapatan nasional.
Sejak 2019, Bhutan telah mendapatkan keuntungan lebih dari $765 juta dari aktivitas penambangan Bitcoin. Menurut data Arkham Intelligence, pendapatan ini sangat signifikan bagi negara dengan produk domestik bruto tahunan sekitar $3,8 miliar.
Investasi dan Keuntungan Penambangan Bitcoin di Bhutan
Bhutan menginvestasikan sekitar $120 juta untuk listrik yang digunakan dalam operasi penambangan. Dengan investasi tersebut, negara ini meraih keuntungan hingga 500 persen, menunjukkan efektivitas usaha penambangan cryptocurrency bagi perekonomian lokal.
Penjualan Bitcoin dan Proyek Pengembangan Nasional
Penjualan Bitcoin terbaru tampak menjadi bagian dari rencana besar kerajaan ini. Pada Desember lalu, pemerintah Bhutan mengumumkan akan menggunakan sekitar 10.000 Bitcoin dari cadangannya untuk mendanai pembangunan Gelephu Mindfulness City. Proyek ini dirancang menjadi pusat ekonomi kelas dunia di wilayah selatan Bhutan.
Raja Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck, menyatakan bahwa proyek tersebut dimaksudkan untuk memberikan manfaat bagi rakyat, generasi muda, dan kemajuan bangsa. Strategi ini memperlihatkan bagaimana pendapatan dari aset digital digunakan untuk pengembangan infrastruktur dan ekonomi negara.
Pergerakan Harga Bitcoin dan Dampaknya pada Pasar Kripto
Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam, menyentuh level hampir $70.000 setelah tergerus 7 persen. Angka tersebut sekitar 44 persen lebih rendah dibandingkan harga tertinggi sepanjang waktu yang dicapai pada Oktober lalu.
Dalam 24 jam terakhir, lebih dari $700 juta posisi long di berbagai aset kripto terhapus, menurut data Coinglass. Total kapitalisasi pasar kripto telah menyusut sekitar $2 triliun sejak puncak harga Oktober, mengindikasikan volatilitas tinggi di pasar aset digital.
Kondisi Pasar dan Pandangan Industri Kripto
Selain Bitcoin, nilai Ethereum juga turun sebesar 5,4 persen menjadi sekitar $2.136. Investor institusional seperti Fidelity memprediksi adopsi Bitcoin oleh negara-negara akan meningkat pada tahun 2026, meskipun saat ini beberapa negara pemegang Bitcoin mulai mengurangi keterlibatannya.
Contohnya, El Salvador mengurangi agresivitas adopsinya setelah perjanjian dengan IMF senilai $1,4 miliar. Sementara itu, Amerika Serikat hanya memiliki Bitcoin hasil penyitaan dalam proses hukum dan tidak berencana menambah cadangan nilai digital ini.
Strategi Pemerintah dan Proyeksi ke Depan
Sekretaris Keuangan Amerika Serikat pernah menyebut bahwa pemerintah telah memulai cadangan strategis Bitcoin, namun tidak akan membeli dalam jumlah tambahan. Sikap hati-hati ini mencerminkan ketidakpastian regulator terhadap peran Bitcoin di masa depan.
Penurunan harga dan tekanan pasar saat ini membuat penjualan oleh Bhutan menjadi momen menarik, karena negara tersebut mengambil keuntungan sekaligus mendanai pembangunan strategis dengan aset kripto yang dimilikinya. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana beberapa negara menggunakan kripto bukan hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga sumber pembiayaan pembangunan nasional.





