Michael Saylor Rugi $47 Miliar Profit Tidak Terealisasi Saat Bitcoin Turun Di Bawah Harga Strategi

Michael Saylor, pendiri MicroStrategy, menghadapi tekanan besar setelah nilai Bitcoin yang dimiliki oleh perusahaannya, Strategy (NASDAQ: MSTR), terjun di bawah rata-rata harga beli strateginya sebesar $76.037. Penurunan harga Bitcoin ini menyebabkan kerugian sementara sebesar $630 juta, menghapus keuntungan belum terealisasi senilai $47 miliar yang sempat tercatat hanya beberapa bulan lalu.

Dalam empat hari pertama pengujung bulan Februari, harga Bitcoin turun sekitar 15%, dan secara otomatis membuat portofolio MicroStrategy berada dalam posisi rugi untuk kali pertama sejak mereka mulai mengakumulasi aset kripto ini pada Agustus 2020. Meskipun demikian, jika dilihat dari pembelian awal Saylor, nilai Bitcoin masih naik lebih dari 550% dibandingkan saat pertama kali dibeli.

Pengaruh Pembelian MicroStrategy dan Risiko Harga Bitcoin

MicroStrategy melakukan pembelian Bitcoin besar-besaran saat harga aset digital tersebut berada di puncak sekitar Oktober. Langkah ini meninggalkan perusahaan sangat rentan saat harga Bitcoin turun drastis. Faktor ini menjadi sorotan utama karena harga Bitcoin yang jauh di bawah biaya rata-rata pembelian membuat posisi MicroStrategy mengalami tekanan dan dianggap "underwater".

Michael Saylor tetap optimis, dia menegaskan strategi jangka panjang dengan menyebut motto bisnisnya, “1. Beli Bitcoin 2. Jangan jual Bitcoin.” Pernyataan ini memperkuat komitmen perusahaan terhadap aset digital meskipun menghadapi volatilitas pasar yang signifikan.

Kritik dan Tantangan Struktur Ekuitas MicroStrategy

Peter Schiff, investor dan tokoh keuangan yang dikenal sebagai “gold bug,” mengkritik bahwa lonjakan harga Bitcoin hingga 550% banyak didorong oleh pembelian MicroStrategy sendiri. Schiff berpendapat bahwa saat perusahaan tidak dapat membeli Bitcoin sebanyak sebelumnya, harga pun akhirnya turun. Ia memperkirakan Bitcoin baru akan mencapai titik terendah jika MicroStrategy melepas seluruh kepemilikan Bitcoin-nya.

Masalah utama yang muncul adalah ketergantungan MicroStrategy pada harga Bitcoin yang tinggi untuk bisa mengeluarkan saham di atas nilai aset bersih (Net Asset Value/NAV) dan menggunakan dana tersebut untuk membeli Bitcoin lebih banyak lagi. Ini seperti siklus yang menuntut harga Bitcoin harus tetap tinggi agar perusahaan bisa terus membeli tanpa tekanan likuiditas.

Ekspansi Akses Bitcoin Melalui MicroStrategy

Michael Saylor menyampaikan pada konferensi Bitcoin MENA bahwa struktur ekuitas MicroStrategy memungkinkan akses Bitcoin tidak hanya bagi investor langsung, tapi juga jutaan investor lainnya melalui kepemilikan saham perusahaan. Tercatat sekitar 15 juta pemegang kepentingan memiliki paparan terhadap Bitcoin melalui berbagai instrumen investasi seperti dana pensiun, asuransi, dana kekayaan negara, serta akun ritel.

Detail menarik lainnya, sekitar 15% dari saham MicroStrategy dipegang oleh akun ritel di Charles Schwab. Secara keseluruhan, perusahaan mengklaim telah memberikan paparan Bitcoin ke sekitar 50 juta orang dan menargetkan jumlah ini mencapai 100 juta dalam beberapa tahun ke depan. Mereka juga menyatakan peran pentingnya dalam menambah nilai pasar Bitcoin sebesar $1,8 triliun, di mana 85% keuntungan tersebut dinikmati oleh pemegang Bitcoin dari negara-negara seperti China, Rusia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Pandangan Saylor Tentang Kepemilikan dan Potensi Bitcoin

Walaupun MicroStrategy menguasai sekitar 3% dari total suplai Bitcoin, Saylor menentang anggapan risiko konsentrasi karena kepemilikan tersebut tersebar di antara jutaan investor yang berbeda. Ia mengungkapkan jika kepemilikan MicroStrategy meningkat ke level 5%, harga Bitcoin bisa naik hingga $1 juta per koin, dan untuk 7,5% kepemilikan, potensi harga dapat mencapai $10 juta per koin.

Saylor menyebut perusahaannya sebagai "motor penggerak" yang menaikkan harga Bitcoin dari level $10.000 ke $100.000, bahkan sampai ke tingkat yang lebih tinggi melalui ekuitas umum yang bisa diakses oleh institusi besar. Tanpa keterlibatan korporat seperti MicroStrategy, Saylor percaya harga Bitcoin saat ini hanya sekitar $10.000 dengan nilai jaringan sekitar $200 miliar, jauh di bawah nilai pasar $2 triliun saat ini.

Dampak Lebih Luas dan Harapan Ke Depan

Menurut Saylor, agar kapitalisasi pasar Bitcoin bisa tembus $20 triliun atau bahkan $200 triliun, diperlukan masuknya lebih banyak perusahaan besar, manajer uang seperti BlackRock, serta bank ke dalam jaringan Bitcoin. Kehadiran mereka diyakini mampu menaikkan likuiditas dan stabilitas harga aset kripto ini.

Situasi saat ini menggambarkan risiko volatilitas tinggi yang harus dihadapi perusahaan dan investor terkait Bitcoin. Namun, berdasarkan pandangan Saylor dan pengalaman MicroStrategy, aksi korporasi bisa menjadi katalis utama untuk membuka pasar Bitcoin ke investor institusional yang lebih luas dan mendukung pertumbuhan nilai jangka panjang Bitcoin.

Berita Terkait

Back to top button