Bitcoin Anjlok ke $60K Bukan Karena Leverage atau Exchange, Ini Diduga Penyebabnya Menurut Data ETF BlackRock

Bitcoin sempat turun tajam hingga mencapai level $60.000 pada tanggal 5 Februari, menandai salah satu penurunan harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ini terjadi tanpa adanya pemicu makroekonomi yang jelas, pengumuman regulasi, ataupun gelombang likuidasi besar di bursa kripto utama.

Analis dan pedagang masih memperdebatkan penyebab jatuhnya harga Bitcoin tersebut. Salah satu teori yang beredar di media sosial adalah bahwa tekanan jual kemungkinan berasal dari aktivitas di luar pasar kripto tradisional. Aktivitas ini diduga terkait dengan perdagangan besar-besaran pada Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin yang terdaftar di Amerika Serikat.

Peran ETF Spot Bitcoin dan Kegiatan Perdagangan

ETF spot Bitcoin iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock mencatat volume perdagangan harian tertinggi sepanjang masa, yaitu sekitar $10,7 miliar pada hari yang sama. Kenaikan volume perdagangan secara bersamaan dengan penurunan harga Bitcoin dianggap signifikan oleh sebagian pengamat pasar. Aktivitas opsi yang terkait dengan IBIT juga mengalami lonjakan volume.

Investor institusional dianggap sebagai pelaku utama di balik volume perdagangan yang tinggi ini. Namun, volume besar tidak secara otomatis berarti bahwa ada aliran dana keluar bersih, sehingga motivasi peserta pasar masih belum jelas. Data likuidasi di bursa kripto menunjukkan bahwa likuidasi paksa dari trader leverage relatif rendah pada periode tersebut, berbeda dengan biasanya di saat penurunan tajam.

Koreksi Harga dan Hubungan Antar Aset Kripto

Selain Bitcoin, salah satu aset kripto besar lainnya, Solana, juga mengalami penurunan harga dengan tingkat yang hampir sama. Hal ini cukup unik karena Solana umumnya menunjukkan volatilitas yang lebih tinggi daripada Bitcoin. Gerakan harga yang sejalan ini menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan adanya aksi jual terkoordinasi, meski korelasi harga saja tidak membuktikan adanya penyebab pasti.

Faktor struktur pasar juga diduga memengaruhi besarnya penurunan harga Bitcoin. Contohnya adalah likuiditas yang menurun pada jam-jam perdagangan tertentu yang bisa memperbesar reaksi harga dalam waktu singkat.

Spekulasi Tentang Posisi Opsi dan Peran Dana Hedge Fund

Ada dugaan bahwa strategi opsi leverage yang terkait dengan ETF IBIT memainkan peranan dalam penurunan harga. Perubahan batas posisi untuk derivatif yang terkait dengan ETF ini disetujui pada Januari, dan implikasinya menjadi perhatian para pengamat pasar. Jika ada posisi besar yang harus ditutup atau disesuaikan dalam kondisi harga menurun, hal ini berpotensi memengaruhi pasar spot Bitcoin secara langsung.

Diskusi di media sosial juga mengajukan hipotesis mengenai dana hedge fund yang memiliki eksposur tinggi pada IBIT. Dana tersebut mungkin menggunakan strategi "risk isolation," yakni mengkonsentrasikan risiko hanya pada satu aset atau strategi agar kerugian tidak tersebar ke portofolio lain. Dalam kondisi pasar yang bergerak melawan posisi dana tersebut, kemungkinan terjadi penjualan ETF yang menambah tekanan jual pada harga Bitcoin.

Namun, tidak ada konfirmasi publik terkait keterlibatan dana hedge fund tertentu maupun indikasi bahwa penjualan besar berasal dari satu sumber tunggal. Selain itu, beberapa dana yang disebutkan dikabarkan beroperasi atau dikelola dari Hong Kong, tetapi tidak ada bukti resmi yang mengonfirmasi hal ini.

Hubungan dengan Pasar Keuangan Tradisional dan Logam Mulia

Pada hari yang sama, harga logam mulia seperti perak juga mengalami penurunan tajam. Beberapa pengamat mengaitkan korelasi ini sebagai tanda dari de-risking lintas pasar, namun korelasi tersebut tidak membuktikan adanya likuidasi besar yang terkoordinasi antar aset.

Evolusi Pasar Bitcoin dan Implikasi Ke Depan

Meskipun belum ada bukti langsung yang mengonfirmasi bahwa aktivitas ETF menjadi penyebab utama penurunan Bitcoin hingga $60.000, episode ini menyoroti bagaimana integrasi Bitcoin ke pasar keuangan tradisional dapat memperkenalkan dinamika baru. Transaksi spot ETF, aktivitas opsi, dan strategi institusional bisa semakin memengaruhi pergerakan harga di masa mendatang.

Investor perlu memahami bahwa struktur pasar Bitcoin terus berkembang. Fluktuasi harga jangka pendek dapat terjadi meski tanpa adanya berita signifikan atau sinyal stres dari on-chain maupun tempat trading kripto konvensional.

Secara keseluruhan, penurunan harga Bitcoin tersebut kemungkinan mencerminkan konteks risiko global yang lebih luas dan hubungan yang kian erat antara pasar aset kripto dengan pasar keuangan tradisional. Informasi lebih lengkap mungkin akan terungkap setelah laporan regulasi dan pengungkapan institusional yang akan dirilis di waktu mendatang.

Terkait